"Muliakanlah Tuhan, Allahmu" - Kembali kepada Allah | Yeremia 13:12-22
#Kesombongan #Kemakmuran #Keberhasilan #Pengakuan #Relasi #Allah #Yesus #Pertobatan #Salib #Anugerah [Sumber] 🗓️Tanggal: 17 Juli 2026, Jumat ⛪Gereja/Ibadah: Myungsun Church, ibadah fajar 📝Judul khotbah: "Muliakanlah Tuhan, Allahmu" 👨🏫Pengkhotbah: Pendeta Kim Sang-woon 📖Nas Alkitab: Yeremia 13:12-22 🔗Tautan khotbah: • 2026년 7월 17일 새벽예배 말씀 (김상운 목사) [Isi Ringkasan] ✨ Kegelapan dan penghakiman mendekati Yehuda karena mereka meninggalkan Allah dan melekatkan hati pada kekuatan serta kemakmuran dunia. Renungan ini mengajak kita melepaskan kesombongan, tinggal di dalam Tuhan Yesus yang melalui salib menghubungkan kita kembali dengan Allah, dan menghasilkan buah kehidupan serta ketaatan. ✨ Saat ini, saya merasa menjadi bagian dari apa? Apakah saya sedang menjalani hidup dengan memercayakan hati dan kehidupan saya kepada uang, keberhasilan, dan pengakuan manusia? Bangsa Yehuda menolak menjadi milik Allah dan mengandalkan kerajaan-kerajaan yang kuat, berhala, serta kekuatan dunia. Seperti anggur memenuhi buyung, murka Allah pun mencapai kepenuhannya dan datang sebagai penghakiman. Menjadi milik Allah bukan sekadar disebut umat Allah secara lahiriah. Seperti ikat pinggang melekat erat pada pinggang, itu berarti berpegang teguh dan mengandalkan Allah dengan segenap hati dan kehidupan. Jika kita tidak melekat kepada Allah, pada akhirnya kita akan runtuh. Sebelum kegelapan datang, kita harus melepaskan kesombongan, bertobat, dan kembali kepada Allah. Tuhan Yesus datang ke dunia ini bagi kita yang tidak mampu kembali kepada Allah dengan kekuatan sendiri. Melalui salib, Dia menghubungkan kita kembali dengan Allah dan menjadi pokok anggur yang benar. Kita harus tetap melekat kepada-Nya agar hidup. Hari ini pun, marilah kita tinggal di dalam Tuhan Yesus dan bersekutu erat dengan Allah melalui firman dan doa. Marilah kita melekat teguh kepada Tuhan, menghasilkan buah yang berlimpah, dan berjalan di jalan kehidupan. Yeremia 13:12-22 [Inti Ringkasan Khotbah] Ringkasan isi: Manusia membentuk jati diri melalui apa yang menjadi tempatnya berpaut, tetapi Yehuda melekat kepada kerajaan kuat, berhala, dan kemakmuran dunia, bukan kepada Allah. Anggur yang memenuhi buyung bukan janji kelimpahan, melainkan lambang murka Allah; raja, imam, nabi, dan penduduk kehilangan kemampuan membedakan lalu saling bertabrakan. Memuliakan Allah adalah panggilan untuk melepaskan kesombongan, bertobat, dan kembali kepada-Nya sebelum kegelapan serta penghakiman datang. Seperti ikat pinggang melekat erat pada pinggang, Allah menghendaki umat-Nya menjadi milik-Nya dan menyatakan nama, kehormatan, serta kemuliaan-Nya. Manusia yang dijauhkan oleh dosa tidak dapat kembali kepada Allah dengan kekuatannya sendiri, tetapi Yesus Kristus membuka jalan kehidupan kembali kepada Allah melalui salib. Ketika kita tinggal di dalam Tuhan Yesus, pokok anggur yang benar, kita bersekutu erat dengan Allah dan menghasilkan buah kehidupan serta ketaatan. Sikap orang-orang: Teladan: Yeremia menyampaikan firman Allah dengan air mata supaya bangsa yang menghadapi penghakiman berbalik kepada Allah. Teladan: Melekat teguh kepada Tuhan Yesus, mendengar dan menaati firman-Nya, serta memuliakan Allah. Peringatan: Seperti Yehuda, meninggalkan Allah, mengandalkan kerajaan kuat, berhala, dan kemakmuran, lalu mengira diri aman. Peringatan: Ketumpulan rohani yang menikmati keberhasilan tanpa menyadari Allah, bersyukur, atau bertobat. Pelajaran bagi kita: Kita harus memeriksa apakah hati, waktu, dan rasa aman kita telah dipercayakan kepada uang, pengakuan manusia, atau kekuatan dunia. Semakin makmur keadaan kita, semakin dekat kita harus datang kepada Allah melalui firman, doa, dan ucapan syukur. Sebelum kegelapan penghakiman datang, kita harus bertobat dari kesombongan dan berhala, tinggal di dalam Tuhan Yesus setiap hari, dan menghasilkan buah kehidupan.

"Cara Tukang Periuk Memperlakukan Tanah Liat" - Kembali Menjadi Permata Berharga | Yeremia 18:1-12

"Meskipun Demikian, Berdoalah; Karena Itu, Berdoalah" - Tetaplah di Hadapan Allah | Yeremia 14:7-22

Aku Ditinggalkan di Hari Pertunangan, Lalu CEO Misterius Datang Menyelamatkanku

DITEMUKAN KERAJAAN SOEHARTO ERA ORDE BARU DI TENGAH LAUT JAWA

How Is Ahok Doing? Politics, Personal Life & Honesty. | Helmy Yahya Speaks

Rizqie Dyah : 1 Juta Dollar untuk Bertemu dengan Allah

ABRAHAM, ISHAK, DAN YAKUB | Sejarah Lengkap Tiga Bapa Leluhur Israel yang Jarang Diketahui!

Someone can’t get you off their mind… let’s find out why 🔮 timeless pick a card tarot reading

RESTORE YOUR PRAYER ALTAR BEFORE IT'S TOO LATE | Apostle Joshua Selman. #apostlejoshuaselman

ARTIS TOP GAK PAKE HAL MISTIS ITU MUSTAHIL ?! ILMU PELET, AJIAN & MAKHLUK GHAIB KEN KEN WIRO SABLENG

"Aku Akan Menyatakan Tangan dan Kuasa-Ku" - Mengakui-Nya sebagai Allahku | Yeremia 16:14-17:4

Disabled young lady forced by family to marry a blind man, never expected him to be the heir to a...

Chosen One, This Is Why God Kept You Single All This Time

How to Restore a Broken Relationship

"Pengharapan Yeremia" - Allah yang Mengenal dan Memanggil Aku | Yeremia 1:1-10

MORNING PRAYER TO RENEW YOUR FAITH, HOPE, AND GIVE THANKS TO GOD EACH MORNING

What In The World?! What Does The Bible Say About This?

"Tuhan, Engkau Mengetahui Semuanya" - Jalan Sempit, Jalan Kehidupan | Yeremia 18:13-23

My Son-In-Law Has No Idea I Own The Company He Works For As CEO. Dad Journey.

