Tingkatan Orang dalam Shalat | Ustadz Ammi Nur Baits

TINGKATAN ORANG DALAM SHALAT Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى 🗓️ Jumat, 29 Maret 2024 🏢 Hotel Satya Graha, Yogyakarta بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Pembahasan 5 tingkatan manusia ketika shalat karena sebentar lagi akan menjelang 10 hari terakhir ramadhan sehingga hendaknya bersungguh-sungguh menjelang garis finish, dalam sebuah riwayat disebutkan, وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya.” (HR. Bukhari, no. 6607) Yang dinilai itu akhirnya, jika hidup baik hingga akhir maka husnul khatimah sebagaimana Allah سبحانه و تعالى berfirman dalam Surat Al-Hijr Ayat 99 وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ Artinya: Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). وعن جابر رضي الله عنه قال: سُئِل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الصلاة أفضل؟ قال: «طُول القُنُوتِ». [صحيح] - [رواه مسلم] Dari Jabir raḍiyallāhu 'anhu-, dia berkata, "Rasulullah -ﷺ pernah ditanya, "Salat apa yang paling utama?" Beliau menjawab, "Salat yang berdirinya lama."(Hadis sahih - Diriwayatkan oleh Muslim) Berikut 5 tingkatan orang shalat menurut Imam Ibnul Qayyim rahimahullah : 1. Tidak memperhatikan kesempurnaan lahiriyah, semisal wudhu asal-asalan (mufrit, meremehkan ibadah, orang yang mendapatkan hukuman) 2. Orang yang menjaga dengan baik waktu, aturan, dan rukun-rukun gerakan dalam shalat, serta benar wudhunya, namun ia tidak berusaha mengusir bisikan-bisikan yang menghampirinya di saat shalat, sehingga ia terbawa dalam bisikan dan pikiran-pikiran itu.(akan dihisab) 3. Lahiriyah sholat sudah bagus, orang yang menjaga aturan-aturan dan rukun-rukun shalat dengan baik, dan ia berjuang untuk khusyuk menolak dan mengusir was-was serta pikiran yang muncul ketika shalat (dihapuskan dosanya) 4. Orang yang lahiriyah sholatnya bagus menjalankan ibadah shalat dengan pelaksanaan terbaik, dalam pelaksanaan rukun dan aturan shalatnya, hatinya fokus tenggelam dalam menjaga batas-batasnya, dia tidak ingin sedikit pun shalatnya menjadi sia-sia, fokus utamanya tercurahkan agar pelaksanaan shalat itu bisa ditunaikan sebagaimana mestinya. (ia mendapatkan pahala) 5. Orang yang melaksanakan shalat sama seperti jenis orang yang keempat, akan tetapi dia telah menggenggam hatinya dan menempatkannya di hadapan Allah سبحانه و تعالى. Hatinya selalu merasa melihat Allah, diawasi oleh Allah, dan dipenuhi dengan rasa cinta dan pengagungan kepada Allah. Seolah-olah ia melihat Allah. (ia termasuk orang yang dekat dengan Allah, sebab ia tergolong sebagai orang-orang yang merasa tenang hatinya dengan ibadah shalat, merasa tenteram dengan shalat) wallahu'alam Youtube : https://www.youtube.com/live/ndvvChab... Facebook : https://fb.watch/r5TAvg6I1m/ #shalat #ramadhan #husnul #khatimah #tingkatan