Arya Nyuh Aya dan Riwayat Keturunannya

Setelah berhasil memadamkan pemberonakan di 39 desa Bali Aga, Arya Kepakisan alias Arya Nyuh Aya diangkat sebagai Patih Agung Kerajaan Bali, mendampingi Dalem Sri Aji Kresna Kepakisan yang beristana di Samprangan. Sedangkan Arya Kepakisan tinggal di sebuah tempat yang kemudian diberi bernama Desa Nyuh Aya untuk mengenang ditemukannya sebuah nyuh aya atau kelapa besar di tempat itu. Di Bali ada kepercayaan yang diwarisi secara turun temurun, bahwa menyebutkan nama asli para orang tua atau leluhur adalah pantangan, karena menyebut nama asli mereka dianggap sebagai perilaku tidak hormat atau tidak berbakti kepada para orang tua. Kearifan semacam itu ternyata ada kelemahannya, yang berakibat generasi berikutnya tidak mengetahui nama asli orang tuanya. Itu pula yang terjadi dengan Arya Kepakisan di mana keturunannya lebih mengenalnya sebagai Arya Nyuh Aya.