Piala Buluh Perindu 2025 - Lembayu Sari

Tema: "Pelik tapi Benar" Senikata: Abdul Haadi Lagu Ciptaan: Said Alkatiri “Murid Tuhan” Juara sekecil butir pasir bertaburan terlindungi batu tengah hutan di tengah malam malap bulan itulah kami berbanding ilmu Tuhan butir pasir ini ilmu manusia yang mengenal syariat, mengukuh akidah yang mengenal corak, arah dan masa dunia yang dilayar sejak Adam dan Hawa pasir bertaburan seluas samudera tersurat tersirat, tak dilihat mata di hutan, lautan, udara dan angkasa begitu lah ilmu-Nya berbanding kita Karut Yengki: tak di langit, tak di bumi tak jauh, tak juga disisi walau dekat dengan nadi namun tidak dirasai makin tuntut, makin hairan makin faham, makin janggal tak dinafi kebenaran tapi pelik luar akal Karut Kelantan: ilmu kalam, salaf, sunni ilmu suluk ahli sufi ilmu batin, kenal hati dan juga ilmu duniawi belajar, ajar, amalkan walau tidak masuk akal ujian nak kenal Tuhan semua benda dipersoal sejak awal permulaan insan diciptakan indah walau berakal fikiran kadang tepat kadang salah ada banyak persoalan tak semua punya jawapan yang sembunyi dan tersimpan antara rahsia tuhan Karut Temasek: ngaji, kaji laduni antara ilmu rahsia ilahi memang pelik didengari tapi semakin digali semakin banyak tak diketahui doanya Rabiah di malam hari hingga bebas dari abdi tak damba firdausi tak gentar neraka api atau Maryam yang bersalin sepi berzuriat walau tak disentuh lelaki menjaga bayi bergelar Nabi lihat pasir dalam genggaman ni dan letakkan sebutir di jari susah dilihat walau penuh perhati inilah kami, yang penuh limitasi berbanding pasir-pasir yang ada di bumi itulah ilmu yang belum kita kecapi Karut Matang: sudah pasti tersirat hikmah-Nya memang pelik, tapi benar nyata yang dibawa, diajar, ditimba umpama pasir sekecil hama yang bijak pandai, fasih bicara harus beringat anugerah semata Lagu Penutup: titik embun, titis hujan Ilmu Tuhan tiada sempadan butir pasir lambang keilmuan biar pelik demi kebenaran