Cinta Yang Keliru

CINTA YANG KELIRU Cincin di jemariku... mengikat sebuah janji Berjalan di altar, menyerahkan seluruh diri Namun di sudut rasa yang paling sunyi Ada namamu yang tumbuh, tak mampu kuusir pergi Aku sudah dimiliki, jiwaku sudah bertuan Ada rumah tempatku pulang setiap malam Namun mengapa hadirmu membawa kerinduan? Membuat batinku koyak... dalam diam... Setiap kali tatapmu menyapa manik mataku Ada getar yang egois, menuntut untuk tinggal Aku tahu ini salah, aku tahu ini tabu Namun mencintaimu... adalah runtuh yang paling kekal Dia yang bersamaku memberikan kedamaian Namun engkau adalah badai yang kurindukan Dia adalah cerita yang sudah kutuliskan Namun engkau puisi... yang tak sengaja kuucapkan Setiap kali tatapmu menyapa manik mataku Ada getar yang egois, menuntut untuk tinggal Aku tahu ini salah, aku tahu ini tabu Namun mencintaimu... adalah runtuh yang paling kekal Mengapa takdir mempertemukan kita sekarang? Saat jemariku sudah digenggam erat orang lain Kulihat senyummu dari balik tirai yang remang Mengharap sebuah rasa... yang tak mungkin berkelindan Setiap kali tatapmu menyapa manik mataku Ada getar yang egois, menuntut untuk tinggal Aku tahu ini salah, aku tahu ini tabu Namun mencintaimu... adalah runtuh yang paling kekal Maafkan aku yang tak bisa memilihmu Maafkan hati yang lancang membagi rasa Aku tetap berjalan di jalarku yang semu Sambil membawa cintamu... melintasi waktu dan usia...