Siapa Diuntungkan dari Kekacauan Selat Hormuz? Ini Analisis Pengamat

KOMPAS.TV - Eskalasi konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz kembali mencapai titik didih yang sangat mengkhawatirkan. Negosiasi damai yang sebelumnya diupayakan kini dinilai telah menemui jalan buntu atau mati total setelah Amerika Serikat melakukan rentetan serangan udara, termasuk bombardir di tengah momen pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran. Pengamat Hubungan Internasional menilai bahwa situasi saat ini telah kembali ke titik nol, di mana kedua belah pihak saling jual beli serangan tanpa ada tanda-tanda penurun ketegangan. Pola serangan konvensional Iran yang menyasar fasilitas aliansi AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania dinilai mulai terbaca dan dengan mudah ditangkis oleh sistem peringatan dini (early warning system) milik Amerika Serikat. Di sisi lain, Donald Trump tampak sangat percaya diri untuk terus melancarkan operasi militer demi merebut kendali penuh atas Selat Hormuz, yang merupakan jalur logistik minyak paling vital di dunia. Manuver Amerika Serikat ini diduga kuat memiliki motif ekonomi tersirat, yaitu menjaga ketegangan regional agar harga minyak global tidak stabil, sehingga membuka peluang bagi kontraktor pertahanan dan komoditas energi AS untuk meraup keuntungan besar. Bagaimana pandangan Anda mengenai konflik berkepanjangan yang berisiko mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan dunia ini? Berikan analisis Anda di kolom komentar. Jangan lupa untuk menyukai video ini, membagikannya kepada yang lain, serta klik tombol subscribe dan aktifkan lonceng notifikasi agar tidak melewatkan update berita internasional tepercaya. Saksikan berita terkini dari Jember dan sekitarnya hanya di KompasTV Biro Jember. #KonflikASIran #SelatHormuz #DonaldTrump #MiliterIran #TimurTengahMemanas #HargaMinyakDunia #GeopolitikGlobal #BeritaInternasional #AmerikaSerikat #Iran #PropagandaPerang #KrisisEnergi #KompasTVJember #KompasTV #BeritaHariIni #BeritaTerkini #KabarDunia #AnalisisPolitik Sahabat Kompas TV Jember, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jember, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia. Sahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?... Instagram : https://www.instagram.com/kompastv_je... Tiktok:   / kompastv_jember   Twitter :   / kompastv_jember   KOMPASTV JEMBER CHANEL 54 UHF Alamat Redaksi: Jl. KH. Wahid Hasyim - 22C, Kel. Kepatihan - Kec. Kaliwates - Jember

AS - Iran Saling Serang Lagi! Perang Terbuka Akan Dimulai? Pengamat Soroti Lonjakan Eskalasi
▶︎

AS - Iran Saling Serang Lagi! Perang Terbuka Akan Dimulai? Pengamat Soroti Lonjakan Eskalasi

[FULL] IRAN ULTIMATUM AS: SELAT HORMUZ JADI 'GARIS MERAH' - [Primetime News]
▶︎

[FULL] IRAN ULTIMATUM AS: SELAT HORMUZ JADI 'GARIS MERAH' - [Primetime News]

Bau Amis Skandal Jampidsus Febrie, Arena Adu Kuat Para Elite?
▶︎

Bau Amis Skandal Jampidsus Febrie, Arena Adu Kuat Para Elite?

Trump Ancam Fasilitas & Infrastruktur Sipil, Pengamat Geopolitik: Jutaan Rakyat Iran Siap Perang!
▶︎

Trump Ancam Fasilitas & Infrastruktur Sipil, Pengamat Geopolitik: Jutaan Rakyat Iran Siap Perang!

Why Did Prabowo Order the Attorney General to Investigate Suspect Febrie Adriansyah? | Case Analyst
▶︎

Why Did Prabowo Order the Attorney General to Investigate Suspect Febrie Adriansyah? | Case Analyst

🔴Iran Sadap Komunikasi Militer AS: Prajurit Bakal Terbunuh Massal! Drone MQ-9 Hancur Ditembak IRGC
▶︎

🔴Iran Sadap Komunikasi Militer AS: Prajurit Bakal Terbunuh Massal! Drone MQ-9 Hancur Ditembak IRGC

Sikap Tegas Teheran Patahkan Klaim Palsu Donald Trump Soal Berdamai  | Primetime News
▶︎

Sikap Tegas Teheran Patahkan Klaim Palsu Donald Trump Soal Berdamai | Primetime News

47 Tahun Iran "Dicekik" Barat, China & Rusia Jadi Penyelamat? | FILONOMICS PODCAST
▶︎

47 Tahun Iran "Dicekik" Barat, China & Rusia Jadi Penyelamat? | FILONOMICS PODCAST

ROCKY GERUNG: "SAYA TAHU NADIEM HANYA ALAT JOKOWI DOANG"
▶︎

ROCKY GERUNG: "SAYA TAHU NADIEM HANYA ALAT JOKOWI DOANG"

KLAIM PAKAR! Radar AS Gagal Endus Serangan, Iran Mulai Pelajari Kelemahan Amerika | Sindo Prime
▶︎

KLAIM PAKAR! Radar AS Gagal Endus Serangan, Iran Mulai Pelajari Kelemahan Amerika | Sindo Prime

Teuku Rezasyah: Iran Siap Unjuk Gigi Ke AS | Catatan Demokrasi tvOne
▶︎

Teuku Rezasyah: Iran Siap Unjuk Gigi Ke AS | Catatan Demokrasi tvOne

[FULL] Perang AS-Israel Vs Iran Memanas! Indonesia Bisa Apa? | Rakyat Bersuara
▶︎

[FULL] Perang AS-Israel Vs Iran Memanas! Indonesia Bisa Apa? | Rakyat Bersuara

Purn Agung: AS Berharap Iran Mau Kompromi | Catatan Demokrasi tvOne
▶︎

Purn Agung: AS Berharap Iran Mau Kompromi | Catatan Demokrasi tvOne

Eps 21 - BERTAHAN HIDUP DI PULAU TAK BERPENGHUNI! | Pulau Widi 🇮🇩
▶︎

Eps 21 - BERTAHAN HIDUP DI PULAU TAK BERPENGHUNI! | Pulau Widi 🇮🇩

ADA ORDAL? Eks Kepala BAIS Bongkar Cara Polisi Buka Brankas di Kafe de Clan Kasus Korupsi Febrie
▶︎

ADA ORDAL? Eks Kepala BAIS Bongkar Cara Polisi Buka Brankas di Kafe de Clan Kasus Korupsi Febrie

Status Febrie Adriansyah Janggal, Publik Tuntut Transparansi! | Sindo Today | 16/07
▶︎

Status Febrie Adriansyah Janggal, Publik Tuntut Transparansi! | Sindo Today | 16/07

[BREAKING NEWS] Sidang dr Tifa di Kasus Ijazah Jokowi, Tanggapan Jaksa | NTV
▶︎

[BREAKING NEWS] Sidang dr Tifa di Kasus Ijazah Jokowi, Tanggapan Jaksa | NTV

US Suffers Major Losses After Attacking Iran Again, Expert Weighs In | Breaking News
▶︎

US Suffers Major Losses After Attacking Iran Again, Expert Weighs In | Breaking News

Susno Duadji Sepakat dengan Mahfud MD: Kasus Febrie Harus ke Kejaksaan! | Rakyat Bersuara
▶︎

Susno Duadji Sepakat dengan Mahfud MD: Kasus Febrie Harus ke Kejaksaan! | Rakyat Bersuara

Kiamat Militer Israel! Unit Cadangan Runtuh Iran Ledek Gertakan Tarif Trump! | OneNews International
▶︎

Kiamat Militer Israel! Unit Cadangan Runtuh Iran Ledek Gertakan Tarif Trump! | OneNews International