Perdagangan anak di Filipina: Petugas penyelamat justru lecehkan gadis di bawah umur | DWDokumenter
Kelompok penyelamat menyamar untuk melindungi anak-anak dari perdagangan manusia. Namun, investigasi DW menemukan sebagian dari mereka justru membahayakan anak-anak. Beberapa gadis di Filipina mengaku dilecehkan oleh pria yang dikirim untuk menyelamatkan mereka. Alina (bukan nama sebenarnya) baru berusia 13 tahun ketika kemiskinan menyeretnya ke dunia prostitusi anak. Pada Juli 2021, ia menjadi target dalam sebuah operasi rahasia yang bertujuan menyelamatkannya dari eksploitasi seksual. Namun, Alina mengaku justru mengalami pelecehan selama operasi tersebut. DW mewawancarai saksi dan penyintas, serta menelusuri dokumen pengadilan dan berkas rahasia untuk memverifikasi kesaksiannya. Kami menemukan bahwa alih-alih menghentikan eksploitasi, misi penyelamatan justru menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya pelecehan anak. Operasi tersebut dijalankan oleh Destiny Rescue, sebuah lembaga amal anti-perdagangan manusia yang didirikan di Australia. Dalam video ini, Geoff Harrison dari Destiny Rescue mengakui bahwa “ada sesuatu yang salah” dalam misi penyelamatan Alina. Namun, Destiny Rescue menolak bertanggung jawab atas tindakan para pria yang bertindak sebagai informan dalam operasinya dan yang dituduh melakukan pelecehan terhadap anak-anak perempuan. Lembaga itu menyatakan bahwa seorang jaksa telah membebaskan para manajernya dari tuntutan pidana. Sementara itu, para pelaku yang diduga melakukan pelecehan masih belum teridentifikasi. #dwdocs #dwdokumenter #DWInvestigations #dokumenterkejahatan ______ DW Dokumenter memberimu wawasan lebih dari hal yang biasa diberitakan. Di sini kamu bisa menonton film dokumenter terbaik yang diproduksi lembaga penyiaran publik Jerman dan rumah produksi bertaraf internasional. Kamu akan menemui banyak sosok yang membuat penasaran, mengenali rumitnya keseharian hidup, menjelajahi tempat-tempat terjauh dan mendalami isu terkini dan peristiwa global. Ayo subscribe dan jelajah dunia bersama kami di DW Dokumenter. Dokumenter ini juga bisa kamu ikuti di: ⮞ DW Documentary (English): @DWDocumentary ⮞ DW Documental (Spanish): @DWDocumental ⮞ DW Documentary وثائقية دي دبليو (Arabic): @dwdocarabia ⮞ DW Doku (German): @dwdoku ⮞ DW Documentary हिन्दी (Hindi): @dwdochindi ______ Ikuti DW Documentary di Instragram: / dwdocumentary dan di Facebook: / dwdocumental Mohon untuk membaca dan mengikuti kebijakan Netiket DW di kanal kami: https://p.dw.com/p/OBpw

Meksiko: Perang kartel narkoba | DW Dokumenter

Demokrasi sedang terancaman – Can Dündar dan Amerika Serikat di era Trump | DW Dokumenter

Terpaksa menipu: Di balik mafia siber | DW Dokumenter

Pertaruhan masa depan India: Seabad gerakan nasionalisme Hindu RSS di India | DW Dokumenter

Dalam genggaman mafia: Bagaimana kokain bisa diselundupkan lewat pelabuhan Eropa? | DW Dokumenter

Perdagangan tengkorak manusia dari era kolonial, ada juga tengkorak dari suku Dayak | DW Dokumenter

Virgins for sale in Colombia in 'world's biggest brothel'

Ngabalin: Hamas, Hizbullah Semua Adalah Proxy yang Dibangun dari Ideologi Syiah | Catatan Demokrasi

Fotografer perang: Kisah Anja Niedringhaus | DW Dokumenter

The World's Highest Security Prison: CECOT (The most evil are kept here)

Kehidupan komunitas Amish: Antara menjaga tradisi dan godaan duniawi | DW Dokumenter

Mumbai: Ibu kota kreatif India - Antara kultus guru spiritual & jurang kaya-miskin | DW Dokumenter

Kenapa Filipina Terobsesi Dengan Kontes Kecantikan? Bagus Atau Masalah? | Learning By Googling #90

Hukuman penjara dihapuskan - Memangnya ada opsi hukuman yang lebih efektif? | DW Dokumenter

Korban Jahatnya Cowo Korea! Efek "KOREAN DREAM" Di Cewe-cewe Filipina? Kopino! |Learning By Googling

Kisah penyintas holocaust di Jerman seusai perang | DW Dokumenter

Tourism: when women are looking for love

Ubed: Bohong Kalau Orang Desa Tidak Terpengaruh Dolar. Yang Merusak Republik Ini Adalah Elit Politik

Pengamat: IRAN Kebobolan Agen Mossad. IRAN Membombardir Tel Aviv | #SPEAKUP

