Merawat Kata - Upaya Merawat Bahasa Tegal - Banyumas
Indonesia sangat kaya akan bahasa daerah (bahasa ibu), namun demikian seiring dengan globalisasi, banyak bahasa daerah yang semakin kehilangan penuturnya dengan berbagai alasan. Bahasa Banyuma -Tegal atau dikenal dengan bahasa ngapak adalah salah satunya. Meski secara statistik bahasa ini masih memiliki penutur dengan jumlah jutaan, namun gejala menurunya bahasa ini sudah terasa. Karena stigma yang negatif, bahasa ini diidentikan dengan bahasa kasar, bahasa kaum rendah membuat sebagian penuuturnya malu menggunakan bahasa ini dalam berinteraksi sehari-hari. Yang mengejutkan adalah menurut Ahmad Tohari, sastrawan terkemuka Indonesia, bahasa jawa ngapak inilah yang merupakan bahasa turunan langsung dari bahasa jawa kuno dan memberikan sumbangan pada terbentuknya masyarakat egaliter di wilayah pengguna bahasa ini. Ini dimungkinkan karena bahasa ini tidak memiliki strata bahasa, ringkas dan lebih komunikatif.

The Origin of the Javanese Language Used by Javanese People Today

Why This Part of Jakarta Is Suddenly So Popular

Pabrik Gula Jaman Belanda 1920an, Part I

10 Tahun Menghijaukan Lahan Bekas Tambang Sendirian, Kini Dibantu KDM.

THE CRAZIEST CORRUPTION IN HISTORY?

Sayung Demak | Banjir Menggenangi Beberapa Desa di Demak Jawa Tengah

RASTIMAH,JAKA NYONG ( LAGU TEGALAN ) OFFICIAL VIDEO CLIP

Mengunjungi Makam LAKSAMANA CHENG HO | Nusantara Dalam Catatan Cheng Ho

100 Year Old Guitar Ruined by Nails and Bugs — Full Restoration

Politik Mataram yang Membentuk Bahasa Jawa Banyumasan

Kisah Para Pemulung Kreatif

ngapak Banyumas|komedi lucu|bikin tertawa|Pak RT nafsuan

Sejarah Tegal

Dari Pemburu Menjadi Pelestari. Kisah Inspiratif dari Lereng Gunung Slamet

Bedhaya Babarlayar

50-Year-Old Carpenter's Amazing Idea Leaves Engineers Stunned! DIY Woodworking Tools

Heboh, Menteri Malaysia Pidato di Parlemen Pakai Bahasa Jawa

GALAWI_Tegal Slawi

Polemik RDF Rorotan, Solusi atau Masalah Baru Pengelolaan Sampah di Jakarta?

