MATA ITU MASIH MENATAP KITA - mengenang NALINCE WAMANG
Nalince Wamang adalah remaja 17 tahun asal Mimika, Papua Tengah, yang baru lulus dari SMK Petra Mimika dan bercita-cita melanjutkan kuliah. Karena keterbatasan biaya, ia ikut keluarganya mendulang emas tradisional di kawasan Tembagapura untuk membiayai kuliahnya. Ia kemudian meninggal ditembak pada Mei 2026 di area Mile 69–71. MATA ITU MASIH MENATAP KITA mengenang Nalince Wamang Di kaki gunung yang dingin dan luka kabut turun pelan seperti doa yang gagal selesai tanah merah menyimpan jejak sepatu dan seorang anak muda berjalan membawa harapan kecil di dalam tas sekolahnya yang telah usang. Namanya masih dipanggil angin: anak yang baru lulus anak yang mungkin masih sempat bermimpi tentang kota, tentang kuliah, tentang ibu yang tak lagi cemas menghitung utang. Tetapi malam datang terlalu cepat. Suara-suara keras memecah lembah, burung-burung beterbangan dari hutan, dan langit Papua kembali belajar bagaimana menyimpan tangis tanpa gema. Kini wajahnya tinggal foto yang diam. Mata itu masih menatap kita— bukan dengan marah, melainkan dengan pertanyaan yang tak selesai dijawab sejarah: Mengapa tanah yang kaya selalu meminta air mata anak-anaknya? Mengapa emas berkilau begitu terang sementara hidup manusia redup begitu mudah? Mengapa mereka yang lahir di gunung dan sungai sering pulang hanya sebagai nama di berita? Dan kita pun terdiam. Karena kadang dunia terlalu sibuk menghitung hasil bumi hingga lupa menghitung kehilangan. Ibu-ibu menyalakan lilin di malam basah, anak-anak menyebut namanya perlahan, sementara salib-salib kayu berdiri di antara alat-alat besi dan tanah yang digali. Namun barangkali, selama wajah itu masih kita kenang, selama pertanyaan itu belum dibungkam, Nalince belum benar-benar pergi. Ia tinggal di mata orang-orang yang menolak lupa, di nyanyian sunyi gereja-gereja kecil, di langkah mereka yang percaya bahwa hidup manusia lebih berharga dari apa pun yang terkubur di dalam tanah

THE RED CROSS OF THE ANIM HA LAND

DI JALAN LUKA - Balada Pengungsi Papua

Vicky Salamor - CINTA BEDA AGAMA | (Official Music Video)

PASAL 33 - untuk SEBESAR BESARNYA KESEJAHTERAAN INVESTOR

Eps.06: Tong Bicara Anak Muda Papua VS Situasi Papua

SAUDOZU Francisco Guterres Lú Olo: Domin (espoza 1) ne'ebe mate iha funu-laran.

CEO sewa gadis jadi pemandi babi, tak duga ia jenius finansial bantu CEO dapat 10 miliar, dilamar!

Taw ka doe finally after 30 years K-Army- KA take over the #TAWKADOE 13-02-2025

😭 “Waiting” – A Soul-Stirring Emotional Album | Full Album 2026

National Anthem of West Papua - Instrument

Konstruksi Dialektik Internasionalisasi Papua dalam Sirkuit Kuasa Diplomasi Global.

🎧 LAGU ROHANI DANGDUT TERBARU 2026 #1- 2 JAM NONSTOP - FULL BASS - KASIH MUZIK

Michael Bennett’s Most Emotional Album Yet – “Waiting” | Full Album 2026

Papuan Flag Flies in New York, America, Israel Give Space to Papua Throughout Parade

Beautiful Relaxing Music - Stop Overthinking, Stress Relief Music, Sleep Music, Calming Music #177

LAGU NOSTALGIA BLUES TERBAIK | The Mercy's,Tommy J Pisa,Broery Marantika,PancePondang VIRAL

TEMPRANO YO TE BUSCARÉ SEÑOR | ADORACIÓN CRISTIANA 2023 | MÚSICA CRISTIANA QUE TRAE PAZ Y REDENCIÓN

Papua Today and Human Rights Violations

Lagu untuk orangtua 2026 - Rinduku Tak Pernah Pergi - (Father, My Longing Never Leaves)

