​Tidur 'Bak Pindang', Satu Dekade Keluarga di Cileunyi Bertaruh Nyawa di Rumah Nyaris Roboh

Setelah lebih dari sepuluh tahun bertahan di hunian yang nyaris roboh, keluarga Saparudin (56) di Kampung Babakan Cikeruh, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat akhirnya mendapat kepastian renovasi. Pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu) tersebut dijadwalkan mulai dikerjakan pada Senin mendatang setelah kondisinya viral di media sosial. ​Saparudin bersama belasan anggota keluarga lainnya telah mendiami rumah berukuran 3x6 meter tersebut sejak tahun 2000. Bangunan yang didominasi material bilik bambu dan beralaskan tanah itu kini dalam kondisi memprihatinkan. Struktur utama bangunan sudah keropos dan atapnya miring, mengancam keselamatan penghuni. ​Rumah sempit tersebut sempat dihuni oleh 12 orang yang terbagi dalam tiga kepala keluarga (KK). Dengan hanya tersedia satu kamar tidur, anggota keluarga lainnya terpaksa tidur berhimpitan di ruang tengah yang serbaguna. Saparudin yang sehari-hari bekerja sebagai buruh serabutan mengaku tidak memiliki biaya untuk memperbaiki kerusakan yang mulai terjadi sejak 2013 tersebut. ​Meski telah masuk dalam pendataan rutilahu sejak tahun 2013, realisasi perbaikan rumah Saparudin terus tertunda. . . . Narasumber : 1. Saparudin (56) Kampung Babakan Cikeruh, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 2. Kepala Desa Cimekar Iwan Darmawan.