"Pohon yang Ditanam di Tepi Air" - Ke Mana Akar Saya Mengarah | Yeremia 17:5-13
#Hati #Hidup #Relasi #Kecemasan #Akar #Alkitab #Yesus #Allah #Iman #Renungan [Sumber] 🗓️Tanggal: 24 Juli 2026, Jumat ⛪Gereja/Ibadah: Myungsun Church, Ibadah Subuh 📝Judul khotbah: "Pohon yang Ditanam di Tepi Air" 👨🏫Pengkhotbah: Pendeta Joseph Jeong 📖Nas Alkitab: Yeremia 17:5-13 🔗Tautan khotbah: • 2026년 7월 24일 새벽예배 말씀 (정요셉 목사) [Ringkasan] ✨ Ketika manusia, harta, dan pengalaman menjadi sumber kehidupan kita, hidup menjadi gersang. Namun, melalui salib dan kebangkitan Kristus, orang yang kembali berakar di dalam Allah dapat menghasilkan buah iman bahkan di tengah panas dan kekeringan. Renungan ini mengajak kita mengandalkan Allah, sumber air hidup, melalui firman dan doa. ✨ Ketika kesulitan datang, apa yang pertama kali Anda cari? Apakah Anda percaya bahwa uang, orang lain, dan pengalaman Anda sendiri akan melindungi Anda? Bangsa Yehuda mengandalkan kekuatan dunia dan menjauh dari Allah. Kehidupan mereka menjadi semakin gersang seperti semak di padang gurun. Namun, orang yang mengandalkan Allah seperti pohon yang ditanam di tepi air. Bahkan di tengah panas dan kekeringan, daunnya tetap hijau dan pohon itu terus menghasilkan buah. Hidup yang diberkati bukanlah hidup tanpa penderitaan. Hidup yang diberkati terhubung dengan sumber kehidupan, tidak mengering dalam keadaan apa pun, dan menghasilkan buah. Yesus datang ke dunia ini bagi kita yang hidupnya menjadi gersang karena dosa. Melalui salib dan kebangkitan, Dia membuka jalan agar kita kembali berakar di dalam Allah. Marilah kita mengandalkan Yesus lebih daripada manusia, harta, dan kemampuan kita sendiri. Marilah kita berakar dalam-dalam pada firman dan doa, serta menjalani hidup yang menghasilkan buah bahkan di tengah kekeringan. Yeremia 17:5-13 [Inti Ringkasan Khotbah] Ringkasan isi: Yeremia 17 membandingkan hidup yang mengandalkan manusia dan kekuatan daging dengan hidup yang mengandalkan Tuhan, serta menunjukkan bahwa tempat kita berakar menentukan arah dan buah kehidupan. Ketika kemampuan, pengalaman, kekayaan, atau kuasa menjadi jaminan utama menggantikan Allah, hidup menjadi gersang seperti semak di padang gurun. Orang yang mengandalkan Allah seperti pohon yang ditanam di tepi air; daunnya tetap hijau dan terus menghasilkan buah bahkan di tengah panas dan kekeringan. Hati manusia dapat menipu dirinya sendiri, tetapi Allah menyelidiki hati, motivasi terdalam, dan perbuatan kita. Kekayaan yang diperoleh dengan tidak adil tidak akan bertahan; Yeremia mengakui Allah sebagai takhta kekal, pengharapan Israel, dan sumber air hidup. Yesus Kristus menanggung dosa dan penghakiman kita di salib lalu bangkit, membuka jalan agar kita kembali berakar di dalam Allah. Sikap orang-orang: Ikutilah teladan Yeremia yang memandang takhta Allah yang tidak tergoyahkan dan mengakui-Nya sebagai pengharapan serta sumber air hidup. Ikutilah teladan ketaatan Yesus, yang menanggung dosa-dosa kita di kayu salib, bangkit, dan membuka jalan bagi kita untuk kembali kepada Allah. Waspadalah agar manusia, harta, pengalaman, atau kuasa tidak menjadi penopang yang dianggap lebih pasti daripada Allah. Jangan mengandalkan hati sendiri atau mencari keamanan dan kekayaan dengan cara yang tidak adil. Pelajaran bagi kita: Periksalah apa yang pertama kali kita cari saat menghadapi kesulitan dan apa yang paling kita takut kehilangan, karena hal itu menunjukkan apa yang sungguh kita andalkan. Manusia, harta, kemampuan, dan pengalaman dapat menjadi sarana yang Allah berikan, tetapi tidak dapat menjadi sumber kehidupan. Berakarlah dalam-dalam di dalam Allah melalui firman dan doa, serta andalkan Yesus ketika keadaan terguncang. Teruslah menghasilkan buah kasih, ucapan syukur, dan kejujuran di masa panas dan kekeringan.

"Meskipun Demikian, Berdoalah; Karena Itu, Berdoalah" - Tetaplah di Hadapan Allah | Yeremia 14:7-22

RESTORE YOUR PRAYER ALTAR BEFORE IT'S TOO LATE | Apostle Joshua Selman. #apostlejoshuaselman

Someone can’t get you off their mind… let’s find out why 🔮 timeless pick a card tarot reading

My Son-In-Law Has No Idea I Own The Company He Works For As CEO. Dad Journey.

Matius 10:34 - 11:1 || Senin 13.07.26 || Memikul Salib || Sugeng Pramono

Las Maravillas Naturales Más Increíbles De La Tierra Han Impactado Al Mundo | Documental en 4K

Massive Net Fishing! Smoking & Marinating Fresh Fish - صيد ضخم بالشباك! تدخين وتتبيل الأسماك الطازجة

J’AI TROUVÉ LE TÉLÉPHONE DE MON MARI DÉCÉDÉ… ET CE QU’IL Y AVAIT DEDANS M’A FAIT M’ÉVA…

Aku Ditinggalkan di Hari Pertunangan, Lalu CEO Misterius Datang Menyelamatkanku

What In The World?! What Does The Bible Say About This?

Eps 1044 | KASUS FEBRIE ADRIANSYAH GERBANG DARURAT MILITER DI INDONESIA

"Cara Tukang Periuk Memperlakukan Tanah Liat" - Kembali Menjadi Permata Berharga | Yeremia 18:1-12

ARTIS TOP GAK PAKE HAL MISTIS ITU MUSTAHIL ?! ILMU PELET, AJIAN & MAKHLUK GHAIB KEN KEN WIRO SABLENG

远志明牧师耶稣团契讲道《AI与信仰》一、AI的生死节点;二、人类的生死节点;三、亚当的悖逆;四、末后的亚当。

Der Millionär prüfte nur den Schaden – bis ihr Gesicht ein 18 Jahre altes Geheimnis enthüllte.

Why John Called Jesus "The Word": The Hidden Meaning Behind John 1:1

BOSNIA: The Country Europe Pretends Doesn't Exist | 4K Travel Documentary

Rizqie Dyah : 1 Juta Dollar untuk Bertemu dengan Allah

ABRAHAM, ISHAK, DAN YAKUB | Sejarah Lengkap Tiga Bapa Leluhur Israel yang Jarang Diketahui!

