perbandingan loloh indukan dan loloh manusia bagi trotolan Murai Batu

dua model pengasuhan untuk membesarkan anakan-anakan yang baru menetas. Model pertama: pengasuhan diserahkan langsung kepada induknya. Model kedua: anakan diangkat dari sarang pada umur tertentu untuk diloloh sendiri oleh penangkar. mana yang lebih bagus hasilnya? Atau, mana yang lebih cocok dan pas untuk diterapkan? keuntungan dan kerugiannya dalam penerapan masing-masing model tersebut. Keuntungan loloh induk : 1. Tidak membutuhkan waktu dan tenaga khusus. 2. Tidak terlalu membutuhkan perhatian khusus selama anakan diasuh induknya. 3. pertumbuhan badannya cenderung cepat bongsor. 4. anakan relatif lebih keras dan fighter. Kemudian Kerugiannya yaitu : 1. siap dipanen saat berumur antara 5 hingga 6 minggu. 2. Banyak kasus anakan patah kaki, terkilir, nabrak jeruji sangkar, atau malah mati. 3. Jika ada indikasi anakan kurang sehat, agak susah memberi obat atau tambahan multivitamin. 4. Anakan cenderung giras dan stres. 5. masih butuh waktu untuk mengajari anakan makan vor sendiri. Model Kedua : Anakan Diloloh Penangkar Keuntungan : 1. Anakan sudah bisa dipanen saat berusia 7 hari. 2. produktivitas indukan lebih tinggi. 3. Kemungkinan terjadinya insiden patah kaki, terkilir, atau mati kejepit bisa diminimalisir. 4. Mudah memantau perkembangan kesehatan dan pertumbuhan. 5. pada umumnya umur 2 bulan sudah bisa makan vor sendiri. 6. Anakan tidak giras dan mudah beradaptasi. Kerugian : 1. penangkar harus menyediakan waktu dan tenaga khusus. 2. Membutuhkan perhatian lebih menyangkut pertumbuhan dan kesehatan anakan. 3. Anakan relatif lebih jinak. Sekarang kembali ke diri Anda sendiri. Di antara 2 model pengasuhan tersebut, mana yang paling cocok dan pas menurut Anda. Semoga bermanfaat… Salam Breeding