Larik Sunyi - Latansana Band | A Tribute to Our Beloved Kiai, KH. Ahmad Rifa’i Arief

Larik Sunyi adalah sebuah karya penghormatan dan ungkapan cinta yang dipersembahkan untuk almarhum KH. Ahmad Rifa’i Arief (30 Desember 1942 – 15 Juni 1997), seorang ayah, guru, kiai, pendidik, dan pejuang umat yang jejak pengabdiannya terus hidup dalam hati keluarga, santri, dan masyarakat. Lirik lagu ini ditulis langsung oleh KH. Fairus Nahidhuddin sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada sosok yang tidak hanya menjadi ayah dalam ikatan darah, tetapi juga guru kehidupan dan teladan dalam perjuangan, keikhlasan, serta pengabdian kepada agama dan pendidikan. “Larik Sunyi” menggambarkan kerinduan seorang anak kepada ayahnya yang telah mendahului. Kerinduan yang tidak lagi dapat disampaikan melalui percakapan, namun tetap hidup dalam doa, kenangan, dan nilai-nilai yang diwariskan. Setiap baitnya menjadi pengingat bahwa kepergian seseorang tidak pernah menghapus pengaruh kebaikan yang telah ditanamkannya. Lagu ini juga mengajak kita untuk merenungkan bahwa warisan terbesar seorang manusia bukanlah harta atau kemegahan dunia, melainkan ilmu, keteladanan, dan manfaat yang terus dirasakan oleh generasi setelahnya. Semoga karya sederhana ini menjadi doa yang tak putus, pengingat akan pentingnya berbakti kepada orang tua dan guru, serta inspirasi bagi siapa pun yang sedang merindukan sosok yang dicintainya. Al-Fatihah untuk almarhum KH. Ahmad Rifa’i Arief. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya, mengampuni segala khilaf beliau, menerima seluruh amal perjuangannya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Yaa Rabbal ’Alamin. ⸻ Judul: Larik Sunyi Ciptaan : KH. Fairus Nahidhuddin Persembahan untuk: KH. Ahmad Rifa’i Arief Wafat: Ahad, 15 Juni 1997 Vocalis : Uup Latansana Arransemen : Latansana Band Editor & Desain : Bagus Paripurna [Verse 1] Aku menulismu di senyap malam Lewat puisi yang tak pernah kukirim Setiap bait hanya kau yang tahu Dalam diam aku menyebut namamu [Pre-Chorus] Kau tak pernah membaca Tapi aku tetap menulis Kau tak pernah mendengar Tapi aku tetap bernyanyi [Chorus] Karena rinduku tak perlu nama Ia hidup di antara jeda Seperti tanda-Mu di antara cahaya Selalu ada tapi tak tergenggam jua Aku mencintaimu dalam sepi Larik sunyi yang temani Hanya berharap kau bahagia Meski t'lah jauh dariku selamanya [Verse 2] Tak kupinta kau mengerti Hatiku sudah pasrah pada sepi Tapi bila suatu hari Aku rindu, kulihat ke langit pagi [Pre-Chorus] Sebab aku menitip doa Di balik warna jingga Dan menulis namamu Di tiap hembus udara [Chorus] Karena rinduku tak perlu nama Ia hidup di antara jeda Seperti tanda-Mu di antara cahaya Selalu ada tapi tak tergenggam jua Aku mencintaimu dalam sepi Larik sunyi yang temani Hanya berharap kau bahagia Meski t'lah jauh dariku selamanya #LarikSunyi #KHAhmadRifaiArief #TributeToOurKiai #FairusNahidhuddin #LaguUntukAyah #LaguKerinduan #DaarElQolam #LaTansa #NasyidIndonesia #OriginalLyricVideo #AlFatihahUntukGuru #PesantrenIndonesia