Fenomena FOMO Dalam Tren Blind Box PopMart di Media Sosial Melalui Perspektif Anthony Giddens

Fenomena FOMO dalam Tren Blind Box PopMart di Media Sosial Melalui Perspektif Anthony Giddens Mata Kuliah: Teori Komunikasi Pascamodern Kelompok: 3 Kelas: IKOM C Indralaya 1. Bhetari Shashy K. Hakim 07031282429123 2. Zahra Fitri Ramadhanti 07031282429121 3. Hanisa Nur Sakinah 07031282429117 4. Lilla Khadafi R. Putri 07031282429128 5. Nur Zhafirah Hafizhah 07031282429145 Deskripsi: Anthony Giddens merupakan sosiolog asal Inggris yang dikenal melalui Teori Strukturasi. Teori ini menjelaskan bahwa kehidupan sosial terbentuk dari hubungan timbal balik antara individu dan struktur sosial. Individu tidak hanya dipengaruhi lingkungan sosial, tetapi juga ikut membentuk serta mempertahankannya melalui tindakan sehari-hari (Giddens, 1984). Pemikiran Giddens masih relevan untuk menganalisis fenomena komunikasi di era digital. Salah satu tren yang ramai di media sosial adalah blind box POP MART. Popularitasnya meningkat karena banyaknya konten unboxing, koleksi, dan video berburu karakter langka di TikTok maupun Instagram. Fenomena ini berkaitan dengan FOMO (Fear of Missing Out), yaitu rasa takut tertinggal tren yang sedang viral. Banyak remaja membeli blind box bukan hanya karena tertarik pada produknya, tetapi juga karena ingin tetap dianggap mengikuti tren di lingkungan sosialnya (Kompas.com, 2024). Fenomena tersebut dapat dianalisis melalui Teori Strukturasi Anthony Giddens. Media sosial, influencer, dan budaya viral menjadi struktur sosial yang memengaruhi perilaku individu dalam mengikuti tren. Konten unboxing yang terus muncul membentuk anggapan bahwa blind box merupakan bagian dari gaya hidup yang populer. Namun, individu juga ikut mempertahankan tren tersebut melalui unggahan koleksi dan konten unboxing di media sosial. Hubungan antara individu dan media sosial berlangsung secara terus-menerus. Media sosial memengaruhi perilaku remaja, sementara tindakan pengguna memperkuat budaya FOMO di ruang digital. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa FOMO berpengaruh terhadap perilaku pembelian impulsif pada tren blind box (Sandra Dewi et al. 2026). Fenomena ini menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membentuk standar sosial baru. Karena itu, masyarakat perlu lebih kritis agar tidak mudah terdorong mengikuti tren hanya karena takut tertinggal. Daftar Referensi: 1. Giddens, A. (1984). The constitution of society: Outline of the theory of structuration. University of California Press. 2. Kompas.com. (2024, September 18). FOMO boneka Labubu, kenapa bisa demikian. https://lifestyle.kompas.com/read/202... 3. Sandra Dewi, M. M. L., Budoyo, V. D., & Mustikasari, F. (2026). Understanding impulse buying behavior: The case of blind box purchases in Indonesia. Jurnal LOCUS: Penelitian & Pengabdian, 5(2), 1082–1089.