Mukjizat Alquran, Pembahasan berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir dan Kementerian Agama RI

Sumber teks ini menguraikan jaminan perlindungan ilahi terhadap Al-Qur'an dan mekanisme penyampaian wahyu kepada Nabi Muhammad saw. Di tengah ejekan kaum kafir yang menuduh Nabi sebagai orang gila demi mempertahankan tradisi nenek moyang, Allah menegaskan bahwa Dialah yang menurunkan sekaligus memelihara kemurnian kitab tersebut dari segala bentuk perubahan manusiawi. Penjelasan ini mencakup aspek teknis di mana Nabi dilarang tergesa-gesa meniru bacaan Jibril karena Allah menjamin pengumpulan wahyu di dalam dada serta kemudahan dalam menghafal dan memahaminya. Secara historis, pemeliharaan otentisitas ini dibuktikan melalui kodifikasi mushaf yang sistematis, mulai dari hafalan para sahabat hingga penyempurnaan tata tulis dan tanda baca untuk menjaga makna aslinya bagi generasi mendatang. Tujuan utama teks ini adalah mempertegas bahwa kesucian Al-Qur'an tetap utuh sebagai petunjuk abadi yang keasliannya dijaga langsung oleh Sang Pencipta.