COKELAT YANG TERTINGGAL -- Puisi dalam Lagu

Bambang Widiatmoko COKELAT YANG TERTINGGAL Scheid Bagi: Naning Barangkali kita gagap untuk saling bertemu Lorong-lorong gedung tua seperti peta buta Entah berawal dari mana dan menuju ke mana Hanya patung-patung yang tak peduli Melihat orang-orang bergegas dan berwajah pucat. Rasanya aku telah berdosa melihat dirimu menunggu Dengan bingkisan cokelat nomer satu di dunia Sambil sesekali melihat dari kejauhan Seseorang yang merasa asing di tengah keterasingan Bersandar di bawah patung perunggu Mannekin Pis. Beberapa jam sudah aku terjebak di tengah keriuhan Nyaliku nyaris hilang seperti cokelat toping wafel Yang lumer di bibir – sekadar menambah energi Aku merasa bersalah membiarkan dirimu menunggu Dan akhirnya bingkisan cokelat tertinggal dalam hatiku. #wawanhamzaharfan #puisidalamlagu #yatracaruban #lagupuisi