Video Profile UAJY 2025

Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) adalah universitas swasta yang didirikan oleh kaum awam dan dikelola oleh Yayasan Slamet Rijadi – Yogyakarta, di bawah naungan Santo Albertus Magnus. UAJY didirikan pada tanggal 27 September 1965 dengan tujuan untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang berwawasan lokal dan berorientasi global. Sejak tanggal 31 Agustus 1973, Universitas Katolik Atma Jaya Indonesia di Yogyakarta secara resmi memisahkan diri dari Universitas Katolik Atma Jaya Indonesia di Jakarta dan berdiri sebagai UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA. Nama "Atma Jaya" berasal dari bahasa Sanskerta. Atma berarti jiwa, dan Jaya berarti unggul. Dengan demikian, Atma Jaya berarti "jiwa yang unggul". Sejak awal, UAJY memiliki cita-cita untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi yang unggul dalam bidang akademik dan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral. UAJY memiliki 13 program studi regular dan 6 program studi internasional untuk jenjang Sarjana. Selain itu UAJY juga memiliki 8 program studi untuk jenjang Magister dan 4 program studi pada jenjang Doktor, serta 1 program profesi. Seluruh program studi tersebut telah terakreditasi baik oleh BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi), LAM (Lembaga Akreditasi Mandiri) pada masing -masing bidang dan lembaga akreditasi internasional. Berdasarkan semangat Serviens in Lumine Veritatis serta prinsip integritas, transparansi dan akuntabilitas, inovasi, multikulturalisme, keterbukaan, keberlanjutan, dan keberpihakan pada yang lemah, UAJY berpartisipasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa serta membentuk manusia yang berbudaya, beradab, bermoral tinggi, unggul, dan menghargai keberagaman. UAJY mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi kehidupan manusia, turut serta dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan perdamaian dunia, melaksanakan karya dalam pemberdayaan masyarakat, dan bersifat antisipatif serta responsif terhadap bencana alam, baik di tingkat nasional maupun internasional, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal Indonesia