Vietnam - Antara komunisme dan kapitalisme | DW Dokumenter

Dengan perekonomian yang berkembang pesat, Vietnam dianggap sebagai macan ekonomi Asia berikutnya. Sejak pemerintah komunis memutuskan untuk mengganti Marxisme dengan kapitalisme, negara ini mengalami transformasi. Jumlah orang kaya di Vietnam terus meningkat, sinyal pertumbuhan terlihat di mana-mana. Namun, kemakmuran ini harus dibayar mahal: Siapa pun yang berani mengkritik kebijakan resmi Partai Komunis bisa kehilangan segalanya. Satu-satunya organisasi politik yang diizinkan berdasarkan konstitusi Vietnam adalah Partai Komunis. Partai ini memiliki lebih dari 5 juta anggota, tetapi kekuasaannya berada di tangan Komite Sentral, yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal To Lam. Salah satu perempuan terkaya di negara ini adalah Le Hoang Diep Thao, alias "Ratu Kopi." Dengan bangga, dia mengajak kami berkeliling perkebunannya. Namun, tanah subur itu bukanlah miliknya. Vietnam melarang kepemilikan pribadi atas tanah, dia hanya menyewa dari pemerintah. Jika mengkritik kebijakan pemerintah, dia akan kehilangan segalanya. Pada tahun 2017, Pendeta Nguyen Trung Ton ditangkap polisi. Setelah persidangan yang tidak adil, dia dihukum 12 tahun penjara atas tuduhan "propaganda melawan negara." Kejahatan sebenarnya adalah ia berupaya membela kebebasan individu dan hak asasi manusia. Kesehatannya memburuk di penjara. Saat banyak lawan politik mencari suaka di luar negeri, beberapa anak dari migran Vietnam kembali. Anthony TK Nguyen, seorang warga Amerika Serikat keturunan Vietnam, kembali ke tanah air bersama saudaranya untuk mencari nafkah. Dia mengelola salah satu klub malam terpopuler, yaitu Nha Trang, sebuah resor di tepi pantai. Ia berharap memperoleh keuntungan dari perkembangan ekonomi. Film dokumenter ini mengulas kebangkitan pesat Vietnam, sebuah negara yang kini tengah menyeimbangkan ambisi kapitalis dan kontrol ala komunis. #dwdocs #dwdokumenter ______ DW Dokumenter memberimu wawasan lebih dari hal yang biasa diberitakan. Di sini kamu bisa menonton film dokumenter terbaik yang diproduksi lembaga penyiaran publik Jerman dan rumah produksi bertaraf internasional. Kamu akan menemui banyak sosok yang membuat penasaran, mengenali rumitnya keseharian hidup, menjelajahi tempat-tempat terjauh dan mendalami isu terkini dan peristiwa global. Ayo subscribe dan jelajah dunia bersama kami di DW Dokumenter. Dokumenter ini juga bisa kamu ikuti di: ⮞ DW Documentary (English): ‪@DWDocumentary‬ ⮞ DW Documental (Spanish): ‪@DWDocumental‬ ⮞ DW Documentary وثائقية دي دبليو (Arabic): ‪@dwdocarabia‬ ⮞ DW Doku (German): ‪@dwdoku‬ ⮞ DW Documentary हिन्दी (Hindi): ‪@dwdochindi‬ ______ Ikuti DW Documentary di Instragram:   / dwdocumentary   dan di Facebook:   / dwdocumental   Mohon untuk membaca dan mengikuti kebijakan Netiket DW di kanal kami: https://p.dw.com/p/OBpw

India – Kekuatan nuklir, kepiawaian antariksa, dan dominasi ekonomi | DW Dokumenter
▶︎

India – Kekuatan nuklir, kepiawaian antariksa, dan dominasi ekonomi | DW Dokumenter

Apakah aliansi baru sedang terbentuk di Asia Timur? | DW Dokumenter
▶︎

Apakah aliansi baru sedang terbentuk di Asia Timur? | DW Dokumenter

How Is Ahok Doing? Politics, Personal Life & Honesty. | Helmy Yahya Speaks
▶︎

How Is Ahok Doing? Politics, Personal Life & Honesty. | Helmy Yahya Speaks

KUASA DANANTARA
▶︎

KUASA DANANTARA

Priced Out: Why Young Locals Can’t Afford To Buy A Home In Vietnam | Insight
▶︎

Priced Out: Why Young Locals Can’t Afford To Buy A Home In Vietnam | Insight

Pakistan: Negara penguasa nuklir yang terus bergejolak | DW Dokumenter
▶︎

Pakistan: Negara penguasa nuklir yang terus bergejolak | DW Dokumenter

Mendaki Matterhorn: Indah tapi mematikan, kesalahan fatal yang dilakukan pendaki | DW Dokumenter
▶︎

Mendaki Matterhorn: Indah tapi mematikan, kesalahan fatal yang dilakukan pendaki | DW Dokumenter

How to Make a Living Through Humorous Writing, Agus Mulyadi Style
▶︎

How to Make a Living Through Humorous Writing, Agus Mulyadi Style

IF YOU DON'T WANT CORRUPTION, LET'S RESET ALL OF INDONESIA‼️ REPLACE ALL OFFICIALS WITH NEW PEOPLE‼️
▶︎

IF YOU DON'T WANT CORRUPTION, LET'S RESET ALL OF INDONESIA‼️ REPLACE ALL OFFICIALS WITH NEW PEOPLE‼️

India’s Most Dangerous Border Roads
▶︎

India’s Most Dangerous Border Roads

Cara Kelola Kekayaan dalam Islam! | Helmy Yahya Bicara
▶︎

Cara Kelola Kekayaan dalam Islam! | Helmy Yahya Bicara

The Real Los Angeles 2026
▶︎

The Real Los Angeles 2026

Keseharian warga Venezuela di tengah intervensi Amerika Serikat: Catatan dari Caracas | DWDokumenter
▶︎

Keseharian warga Venezuela di tengah intervensi Amerika Serikat: Catatan dari Caracas | DWDokumenter

Rencana Cina membangun jaringan pelabuhan global, AS amati dengan waspada. Kenapa? | Mapped Out
▶︎

Rencana Cina membangun jaringan pelabuhan global, AS amati dengan waspada. Kenapa? | Mapped Out

Mumbai: Ibu kota kreatif India  - Antara kultus guru spiritual & jurang kaya-miskin |  DW Dokumenter
▶︎

Mumbai: Ibu kota kreatif India - Antara kultus guru spiritual & jurang kaya-miskin | DW Dokumenter

Sindrom Poskolonial di Indonesia | Bagus Muljadi – NSS EP. 200
▶︎

Sindrom Poskolonial di Indonesia | Bagus Muljadi – NSS EP. 200

Pasukan misterius penjaga Paus | DW Dokumenter
▶︎

Pasukan misterius penjaga Paus | DW Dokumenter

Keadaan Geografis Thailand Ciptakan Banyak Masalah! Dari Pemberontak Sampai Kudeta! |LearnByGoogling
▶︎

Keadaan Geografis Thailand Ciptakan Banyak Masalah! Dari Pemberontak Sampai Kudeta! |LearnByGoogling

Inside the Prabowo Era: Indonesia’s Democratic Test | Foreign Correspondent
▶︎

Inside the Prabowo Era: Indonesia’s Democratic Test | Foreign Correspondent

Kisah nelayan penantang maut di Peru, antara padang pasir dan Samudra Pasifik | DW Dokumenter
▶︎

Kisah nelayan penantang maut di Peru, antara padang pasir dan Samudra Pasifik | DW Dokumenter