NGAOS KITAB JAUHAROH AT TAUHID Hal 1 - 14 | GUS BAHA #ngaoskitab #ngajikitab #motivasidiri
KH. Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih dikenal dengan Gus Baha', adalah seorang ulama dan cendekiawan Muslim Indonesia yang dikenal luas karena keluasan ilmunya, terutama dalam bidang tafsir Al-Qur'an, fiqih, dan hadis. Ia merupakan putra dari KH. Nursalim Al-Hafizh, seorang ulama ahli Al-Qur'an yang berasal dari Narukan, Kragan, Rembang, Jawa Tengah. Sejak kecil, Gus Baha’ telah menempuh pendidikan agama secara intensif, terutama dalam bidang hafalan Al-Qur’an, di bawah bimbingan langsung ayahnya sendiri. Kedekatannya dengan dunia ilmu dan kealiman sudah terlihat sejak usia dini. Memasuki usia remaja, Gus Baha’ melanjutkan pendidikannya dengan nyantri di Pondok Pesantren Al-Anwar, Karangmangu, Sarang, Rembang—sebuah pesantren besar yang diasuh oleh KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen), seorang ulama kharismatik dan tokoh Nahdlatul Ulama. Di bawah asuhan Mbah Moen, Gus Baha’ tidak hanya mendalami ilmu agama secara tekstual, tetapi juga mendapat pemahaman kontekstual yang mendalam. Beliau dikenal menonjol dalam penguasaan ilmu-ilmu syar’i seperti fiqih, hadis, dan tafsir. Ia menjadi santri kesayangan dan termasuk yang dipercaya untuk mendampingi Mbah Moen dalam berbagai diskusi dan kegiatan ilmiah. Setelah menyelesaikan pendidikan pesantren, Gus Baha’ tidak banyak tampil di publik seperti ulama lainnya. Ia memilih jalur keilmuan yang lebih sederhana dan mendalam, menyampaikan dakwah melalui pengajian-pengajian khas ala pesantren yang kini banyak tersebar dalam bentuk rekaman di media sosial dan YouTube. Gaya ceramahnya yang sederhana, jujur, dan sarat dengan hikmah membuatnya sangat digemari, terutama oleh kalangan muda dan akademisi. Kini, selain aktif mengisi pengajian di berbagai daerah, Gus Baha’ juga mengabdikan diri dalam dunia akademik dan keilmuan Al-Qur’an. Ia menjabat sebagai Ketua Tim Lajnah Mushaf Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, sebuah lembaga yang berfokus pada kajian dan penyusunan mushaf Al-Qur’an. Dalam tim tersebut, ia bekerja bersama para cendekiawan dan ulama terkemuka Indonesia seperti Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Prof. Zaini Dahlan, Prof. Shohib, dan anggota Dewan Tafsir Nasional lainnya. Kiprah Gus Baha’ dalam tim ini menunjukkan pengakuan atas kapasitasnya sebagai ahli tafsir yang otoritatif dan berwawasan luas.

Inilah 3 Penyebab Hidup Sengsara di Masa Tua | Gus Baha

Jangan Paksakan Apa yang bukan Jalanmu, semua itu atas kehendak Allah - Gus Baha

BAGIAN 1 | Kuliah Umum ‘Ilmu al-Qur`an | KH. Ahmad Baha’uddin Nursalim | #gusbaha #alanwar #kuliah

JANGAN SEPELAKAN DZIKIR ‼️ satu kalimat bisa merubah hidupmu - Gus Baha

FACTS AND MYSTERIES BEHIND THE SEYEGAN FIRE TERROR

Ceramah Gus Baha: Jangan Hitung-Hitungan dengan Allah | Ngaji Tafsir Al-Ibriz Bikin Hati Tersentuh

Beautiful Quran For Sleep | Al-Fatihah, Ayat Al-kursi, Yasin ,Ar-rahman-Relaxing - Holy Quran
![Pengajian Gus Baha • Kitab Hikam Ibnu Athoillah [4] • KH Bahauddin Nursalim](https://i.ytimg.com/vi/kNJfX1DVfkU/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEnCNACELwBSFryq4qpAxkIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAG4AvMY&rs=AOn4CLD_6uFC6d7v5Jdpkf_Jfov_2FD57w&usqp=CCY)
Pengajian Gus Baha • Kitab Hikam Ibnu Athoillah [4] • KH Bahauddin Nursalim

Awal Surah ▶️ Gus Baha' Ngaji Rutinan Tafsir Jalalain QS. An Naba', Ayat: 1 - 20 (PP. LP3IA Narukan)

PENGAJIAN TERBARU 2026 GUS BAHA – Nasehatnya Bikin Hati Tersentuh!

🔥 Sulit Hilangkan Iri Hati? Dengarkan Nasehat Gus Baha Ini

Tugas manusia hanyalah menghamba | gus baha

#eps01 KULIAH UMUM (Kajian Kitab Balaghah al-Qur`an) || KH. AHMAD BAHA'UDDIN NURSALIM (Gus Baha')

Ngaji Gus Baha - Keistimewaan shodaqoh 10 Syuro, diluaskan rezekimu dan jaminan surga

Gus Baha: Ngomong Surga Kok Kayak Lagi Dagang? Bahaya Jadi Kiyai Kalau Cuma Pandai Ceramah!"

GUS BAHA || PENJELASAN NABI KHIDIR

Gus Baha - JUST RELAX, THERE ARE NO CERTAIN WORLD PROBLEMS | LATEST Gus Baha Recitation

LIVE GUS BAHA TERBARU BERSAMA UNISMA MALANG, NGAJI DI GUBUK DIROSAH PONDOK LP3IA 21 AGUSTUS 2025

Gus Baha Menjawab Cerdas soal : "adilkah jika Orang yg baik tetap masuk neraka karena tdk beriman?

