Bahaya Terlalu Cinta Dunia | Ustadz Ammi Nur Baits
BAHAYA TERLALU CINTA DUNIA Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى 🗓️ Rabu, 13 Agustus 2025 🏢 Studio ANB Channel, Krajan, Yogyakarta بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Melanjutkan pembahasan kitab Tazkiyatun Nafs, perihal bahaya ketika hamba cinta dunia, bahwa orang yang sibuk dengan urusan dunia akan lalai dari urusan akhirat, cinta dunia itulah orang yang membesarkan api & memakmurkan neraka berikut penghuninya, sedangkan zuhud itulah yang memakmurkan surga berikut penghuninya, mabuk karena cinta dunia lebih kuat daripada mabuk karena khamar, orang yang sudah mabuk dunia tidak akan sadar hingga masuk ke liang lahat. Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan :“Betapa indah ucapan Yahya bin Muadz ar-Razi, “Dunia adalah khamarnya setan. Siapa yang mabuk karenanya, ia tidak akan sadar kecuali ketika berada di barisan orang-orang mati dalam keadaan menyesal bersama orang-orang yang merugi.”[Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, jilid 2, hlm. 381] Kemudian dalam sebuah hadits dijelaskan عَنْ عَبَّاسِ بْنِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ الزُّبَيْرِ عَلَى الْمِنْبَرِ بِمَكَّةَ فِى خُطْبَتِهِ يَقُولُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَقُولُ « لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِىَ وَادِيًا مَلأً مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا ، وَلَوْ أُعْطِىَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا ، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ Dari Ibnu ‘Abbas bin Sahl bin Sa’ad, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Ibnu Az Zubair berkata di Makkah di atas mimbar saat khutbah, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda: Seandainya manusia diberi satu lembah penuh dengan emas, ia tentu ingin lagi yang kedua. Jika ia diberi yang kedua, ia ingin lagi yang ketiga. Tidak ada yang bisa menghalangi isi perutnya selain tanah. Dan Allah Maha Menerima taubat siapa saja yang mau bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6438). Cara setan menggoda manusia adalah dengan memotivasi manusia unutk mencari dunia agar dapat melakukan berbagai macam hal. Ibnu Mas’ud mengatakan: Semua orang di dunia ini adalah ‘tamu’. Sedangkan harta seluruhnya adalah titipan. Semua tamu pasti pergi sedangkan barang titipan itu harus dikembalikan kepada pemilik.” (Az-Zuhd karya Imam Ahmad no 906) Harta dan keluarga hakikatnya adalah titipan dan pasti yang namanya titipan akan dikembalikan, cinta dunia adalah sumber kerusakan yakni ; 1. Mencintai dunia akan memuliakan dunia padahal dunia itu hina di sisi Allah, termasuk dosa besar adalah memuliakan apa yang dihinakan Allah 2. Allah melaknat dunia kecuali kegiatan dunia yang ditujukan untuk Allah, maka mencintai apa yang dilaknat Allah sama saja menjerumuskan diri dalam kebinasaan. 3. Menjadikan dunia puncak harapannya dan akan berusaha untuk melakukan berbagai macam hal agar bisa mendapatkan dunia, yang Allah jadikan itu sarana untuk mendapatkan ridha Allah dan mendapatkan akhirat Hati yang penuh hikmah jika menjadikan dunia sebagai sarana untuk meraih kebahagiaan akhirat, namun keadaan hikmah akan terbalik jika 2 hal ; 1. Menjadikan sarana (dunia) sebagai tujuan 2. Menggunakan amal akhirat untuk sarana meraih dunia Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surat Hud Ayat 15 مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ Artinya: Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا۟ فِيهَا وَبَٰطِلٌ مَّا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ Artinya: Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.[Surat Hud Ayat 16] wallahu'alam Youtube; • Bahaya Terlalu Cinta Dunia | Ustadz Ammi N... #tazkiyatun #nafs #hati #lelah

Ketika Hati Terasa Sangat Lelah | Ustadz Ammi Nur Baits

Jagalah Aqidah | Ustadz Ammi Nur Baits

Aku Akhirnya Bertanya pada Ibu Tentang Masa Lalu: Trauma, Parenting, & Pengorbanan

Rezeki Yang Berkah Ditengah Persaingan Yang Kejam | Ustadz Ammi Nur Baits

Wudhu di Pesawat Pakai Air Satu Gelas? Ini Cara Mengusap Kaos Kaki | Ustadz Ammi Nur Baits

Pengantar Fikih Nafkah | Ustadz Ammi Nur Baits

Hukum Asuransi | Ustadz Ammi Nur Baits

Dandanan Terlaknat | Ustadz Ammi Nur Baits

Sifat Dasar Karakteristik Suami - Istri | Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK.

Ilmu Nujum | Ustadz Ammi Nur Baits

Dialog Halal Haram Muamalah #2 | Ustadz Ammi Nur Baits

Kafan Mahal? | Ustadz Ammi Nur Baits

BARISAN ORANG YANG TERTIPU DENGAN DUNIA - Ustadz Ammi Nur Baits., ST, B.A

Bersihkan Hati Dari Noda Hasad - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

Ibumu Syurgamu | Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA.

Sifat Dasar Karakteristik Suami - Istri | Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK.

Kajian Krislamologi bersama Bang Zuma - 24 oktober 2025

Jangan Biarkan Dirimu Nganggur | Ustadz Ammi Nur Baits

Fiqih Taklid | Ustadz Ammi Nur Baits

