Kasus Siswa Keracunan MBG, Apa yang Harus Dievaluasi dari Makan Bergizi Gratis?
KOMPAS.TV - Deretan kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) mencuat dalam beberapa pekan terakhir. Pihak sekolah bahkan meminta siswa untuk tidak melanjutkan makan. Polisi hingga Balai Pengawasan Obat dan Makanan turun tangan memeriksa saksi dan sampel MBG. Keracunan MBG antara lain terjadi di wilayah Cipongkor, Bandung Barat, Jawa Barat, dengan jumlah siswa keracunan mencapai lebih dari 360 orang. Begitu juga di Garut, ada 150 siswa dari tiga sekolah yang keracunan MBG. Lalu, di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, tercatat ada 230 siswa yang keracunan. Pemerintah mencatat lebih dari 5.000 siswa mengalami keracunan usai menyantap MBG. Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Mohammad Qodari, bilang pemerintah melakukan pencatatan kasus melalui sejumlah badan. Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program MBG. Hal itu perlu dilakukan agar tidak ada lagi siswa yang dirugikan dalam program MBG. Sebelumnya, siswa di sejumlah daerah diduga keracunan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis. Imbas banyaknya kasus dugaan keracunan, Badan Gizi Nasional bakal membentuk tim investigasi untuk menyelidiki menu hingga dapur program Makanan Bergizi Gratis. Badan Gizi Nasional menilai belum tentu semua makanan yang bermasalah memicu keracunan. Merespons banyaknya kasus keracunan MBG, Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak evaluasi total program MBG. ICW menilai tata kelola program MBG buruk dan minim pengawasan. Program MBG baik sebagai intervensi pemerintah untuk mengatasi masalah gizi buruk dan kesehatan siswa, serta menggerakkan roda perekonomian. Menurut ICW, pemerintah harus memastikan perbaikan tata kelola, akuntabilitas, dan orientasinya benar-benar kepada siswa dan sekolah. #keracunan #keracunanmbg #keracunanmakanan #mbg #makanbergizigratis Sahabat Kompas TV Jawa Timur jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jawa Timur, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia. Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.
![[FULL] Ketua BEM UI Tanggapi Presiden Prabowo Sebut Tahu yang Bayar Demo, Ini Kata Golkar-Pengamat](https://i.ytimg.com/vi/kar8iXiY0Ms/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwE9CNACELwBSFryq4qpAy8IARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAHwAQH4Af4JgALQBYoCDAgAEAEYfyA4KD4wDw==&rs=AOn4CLBRx3QCrb948RHMx-mErV6by5c2cQ)
[FULL] Ketua BEM UI Tanggapi Presiden Prabowo Sebut Tahu yang Bayar Demo, Ini Kata Golkar-Pengamat

AS & Iran Kembali Saling Klaim Kontrol Selat Hormuz, Guru Besar UI Kupas Aspek Hukum Internasional!

Kritik dr Tan Shot Yen soal Food Safety MBG di Hadapan DPR, Soroti Suhu Makanan
![[FULL] P-21 TANPA JERUJI | HOTROOM](https://i.ytimg.com/vi/D5wZV1gty-s/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLAeOGt9cshLrVKer5mEjpMfbrOBYA)
[FULL] P-21 TANPA JERUJI | HOTROOM

6.000 Anak Keracunan MBG: Salah Tata Kelola atau Sabotase? | LIPSUS

DAPUR MBG KALIBATA TUTUP, APA MASALAHNYA? | #VOLIXPODCAST

Ibu Kos Bongkar Fakta soal Kasus Penyekapan Wanita 3 Tahun di Bandung: Pelaku Tempramental

DOKUMEN IJAZAH JOKOWI DIGUGAT! Simak Jalannya Sidang yang Digelar Hari Ini | BREAKING NEWS

BEM UI Tantang Pemerintah! Siapa Pembayar Demo Mahasiswa yang Disebut Prabowo?
![[FULL] PELARIAN TAUFIK HIDAYAT 'TAMAT', HUKUMAN BERAT MENANTI!!! | Primetime News](https://i.ytimg.com/vi/8gOSXz86yMY/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLA20KGAU08u6MlHTINNDApRF02tJQ)
[FULL] PELARIAN TAUFIK HIDAYAT 'TAMAT', HUKUMAN BERAT MENANTI!!! | Primetime News

Review Bisnis Program MBG Pak Prabowo

Makan Bergizi Gratis yang Problematis | Jelasin Dong!

Dugaan keracunan karena MBG: 'Perlu evaluasi besar-besaran sebelum jatuh korban jiwa'

Mendalami Kejanggalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

OBROLAN SABTU SERU! EPS.05 - "RUU Pemilu & Potensi Kisruh 2029"

Kroni Prabowo dalam Proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) | Bocor Alus Politik

Roy Suryo dan dokter Tifa Diserahkan ke Kejari Jakarta Selatan

3 Alasan Dedi Mulyadi Anggap MBG Tak Layak Disantap

Criminologist Analysis of Taufik Holding and Abusing Girlfriend for 3 Years

