TARI KREASI FLS3N NASIONAL PERWAKILAN PROVINSI ACEH

Lomba Tari Kreasi FLS3N Nasional SMAN UNGGUL TUNAS BANGSA ACEH BARAT DAYA, PROVINSI ACEH • Judul : SEULANYAN Penari : Shirajul Jihad Dafi Ahmad Zabir • Tema : “Ritme kehidupan masyarakat Aceh pascakonflik dan solidaritas sebagai nilai adat Aceh” • Sinopsis : Tari “Seulanyan” yang berarti dahulu, menggambarkan kehidupan masyarakat Aceh pascakonflik meninggalkan trauma mendalam yang menjadi bagian keseharian mereka, dikarenakan dulunya mereka hidup di bawah bayang-bayang kekerasan dan sering dicurigai bahkan dituduh terlibat perlawanan bersenjata serta mereka yang tertangkap menjadi target penyiksaan atau hilang tanpa kabar. Meski telah ada perjanjian damai di masa ini, realitas lapangan masih jauh dari kata pulih. Banyak masyarakat korban konflik Aceh yang terlantar dan tanpa dukungan berarti, berjuang dengan trauma yang memisahkan mereka dengan kehidupan normal. Oleh karena itu tari ini merefleksikan bagaimana para korban hanya bisa bertahan hidup dalam trauma, mengandalkan ketabahan dan dukungan solidaritas sebagaimana menjadi nilai adat kebiasaan masyarakat Aceh untuk saling bahu-membahu dalam menghadapi masa sulit. Melalui tari ini diharapkan dapat menyerukan suara masyarakat Aceh yang terlupakan dalam sejarah konflik dan menyadari kebenaran yang terjadi akibat pascakonflik. Bahwa di balik perang, ada jiwa-jiwa yang terluka dan sejarah itu tetap membekas di hati mereka, serta berharap keadilan yang diperjuangkan akan datang. • Properti : Penggunaan kursi kayu dan kain hitam dipilih untuk mendukung makna karya yang mereflesikan situasi dan pengalaman masyarakat Aceh pascakonflik. ➢ Kursi kayu: kursi kayu digunakan sebagai metafora melambangkan ruang bekas ingatan para korban konflik dan tempat menanggung duka yang tersisa akibat konflik. Properti ini juga menjadi titik interaksi para penari yang saling bahu-membahu, menunjukkan bagaimana solidaritas masyarakat Aceh yang saling menopang satu sama lain untuk bertahan dari luka masa lalu. ➢ Kain hitam : kain hitam digunakan sebagai simbol beban batin dan trauma yang ditinggalkan akibat konflik. Selain itu, kain hitam berperan sebagai elemen yang menghubungkan rasa empati dan solidaritas pada masyarakat Aceh untuk saling menguatkan satu sama lain. • Musik : Musik ini digunakan karena perpaduan vokal etnik Aceh mampu memperkuat penyampaian syair sehingga pesan tarian tersampaikan lebih dalam. Selain itu, untuk mendukung suasana karya, instrument musik dikombinasikan dengan bunyi serune kalee dan pukulan rapai yang merupakan alat musik tradisional Aceh. • Kostum : Kostum berwarna hitam digunakan untuk melambangkan nuansa dan suasana karya tari serta merepresentasikan kedalaman emosi dan tema yang diangkat dalam tarian. Penggunaan ban pinggang kasab yang merupakan kerajinan khas Aceh, turut menegaskan identitas daerah.