Warisan Budaya Rumah Adat Limbungan - Lomba Reportase Budaya #lombareportasebudaya #lindungibudaya
Rumah Adat Limbungan atau Bale Sasak Limbungan adalah rumah adat tradisional suku Sasak yang berlokasi di Dusun Adat Limbungan, Desa Perigi, Kec.Suela, Kab.Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Berdiri sejak ratusan tahun yang lalu, kiranya sudah ada sejak Nippon menjajah Indonesia. Letaknya berada di perbukitan pada ketinggian sekitar 750 meter DAPL, tepatnya di bawah kaki gunung Rinjani. Konon katanya Dusun Limbungan ini merupakan basis Kerajaan Selaparang sekaligus sebagai tempat berlindung (persembunyian) dari kejaran musuh yang hendak menyerang. Kerajaan Selaparang tercatat sebagai kerajaan terbesar di Pulau Lombok. Dusun Adat Limbungan terbagi menjadi dua, yakni Dusun Adat Limbungan Timur dan Dusun Adat Limbungan Barat. Jarak antara keduanya pun tidak terlalu jauh. Untuk menuju rumah adat limbungan dibutuhkan waktu tempuh sekitar 20 menit dari pusat kota Suela. Akses jalannya pun cukup berkelok dan sedikit terjal di beberapa tempat, namun jangan khawatir sepanjang perjalanan anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa bagus seperti hamparan laut dan darat yang bisa dilihat langsung dari ketinggian 700-an meter. Sebagian besar rumah adat diisi oleh anak-anak dan masyarakat yang sudah lanjut usia, karena pada usai remaja atau dewasa mereka akan menikah lalu meninggalkan rumah adat dan tinggal di rumah modern bersama keluarga barunya. Masyarakat adat setempat merasa bahwa hanya inilah peninggalan dari leluhur mereka, sehingga di lokasi permukiman ini tidak diperbolehkan membangun rumah permanen (modern). Walaupun lokasinya yang bersebelahan dengan permukiman masyarakat modern namun mereka tetap mempertahankan Rumah Adat Limbungan ini. Permukiman di tata membentuk blok menghadap kesatu arah, yakni ke arah selatan. Hal tersebut sebagai simbol bahwa masyarakat di Dusun Adat Limbungan ini selalu kompak mengikuti perintah kepala dusun. Untuk mencukupi kebutuhan pengairan di Dusun ini, Masyarakat menggunakan selang yang akan mengaliri air dari Kokok Bea’ (sungai merah) ke rumah-rumah warga. Penampungan air dibolehkan, tetapi tidak boleh berukuran besar seperti kolam. Konstruksinya menggunakan bahan-bahan yang bersumber dari alam, seperti kayu pada bagian tiang, dinding dengan anyaman bambu, pondasinya hanya dibuat dengan memadatkan batu dan tanah, lantai dari tanah yang dicampur kotoran sapi dan getah pohon kayu, dan alang-alang sebagai atap berbentuk limas. Hal tersebut menjadikan rumah ringan dan lentur sehingga tahan terhadap guncangan (gempa bulan Juli sampai Agustus 2018). Rumah adat Limbungan tidak memiliki jendela dan di dalamnya tidak terdapat kamar mandi melainkan hanya terdapat dua kamar tidur, dimana salah satu ditempati oleh pemilik rumah yang masih hidup (di sebelah kiri tangga) dan satunya lagi untuk yang sudah meninggal (dalam hal ini maksudnya adalah untuk mengurus jenazah, di sebelah barat pintunya). Setiap rumah memiliki upak-upak (anak tangga) yang berjumlah 5 buah, sesuai dengan waktu pelaksanaan shalat. Di antara rumah-rumah juga tedapat lorong pemisah agar tidak ada rumah adat yang saling tindih, sehingga tidak terjadi perselisihan dan terjalin kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat. Meski kehidupan masyarakat Dusun Adat Limbungan ini masih terbilang tradisional, namun karakteristik masyarakatnya tetap mengikuti zaman. Pendidikan anak tak luput dari perhatian, di dekat permukiman sudah terdapat masjid dan sekolah sebagai penunjang kegiatan masyarakat. -------------------------------------------------- TEAM : 1. MUHAMMAD RAHMATULLAH JAYADI 2. MUHAMMAD ADAM 3. BQ. DESWITA KARINA PUTRI 4. RESTU ILAIHI PUTRI

UC Channel - Di Balik Eksistensi Rumah Adat Limbungan

Aku Terseksa 3 Jam Atas Motor Dengan Beg 10kg Di Timor Leste! | Lospalos - Jaco

BERITA KALTARA - SABTU 13 JUNI 2026

Listen and Feel the Peace | Tibetan Healing Sounds for Deep Meditation, Inner Peace & Soul Healing

11-06-26 Sukhmani Sahib Full Path | ਸੁਖਮਨੀ ਸਾਹਿਬ ਪਾਠ | Sukhmani Sahib Da Path | Fast Sukhmani

Agen khusus lintas waktu jd si bodoh, dipaksa nikah Pangeran dingin yang memanjakannya!

Vincent Van Gogh Art Collection for your TV | Virtual Art Gallery | 3 Hrs | 4K Ultra HD

Arab Girls SEDUCE the Stage with Dance.. This Was Breathtaking!

Nekat! Cowok Korea Sendirian ke Suku Baduy, Kaget Saat Dihadang Aturan Ini..

Fall asleep while I build a zoo

Bagaimana Pulau Natuna Membelah Geografi Malaysia

Beberapa Fakta Menarik Tentang Rumah Adat Limbungan Lombok!

10 Images | Coastal Citrus Floral Summer Paintings Screensaver l Frame TV ART |

Why The Russian Accent Terrifies Everyone

EMPIEZA EL JUEVES CON FE | HOY DIOS TE DA PROTECCIÓN Y PAZ PARA TU FAMILIA | PADRE FREDDY BUSTAMANTE

Unbelievable Smart Worker & Hilarious Fails | Construction Compilation #1 #adamrose #smartworkers

Shakira, Burna Boy - Dai Dai (Official Video)

Ego Bodybuilder HUMILIATED Beyond Belief 🤯 | Anatoly GYM PRANK

DUNE 3 Official Trailer (2026)

