Tari Dugderan

Tari Dugderan merupakan karya tari riset by praktic, sebuah penelitian konservasi tari pesisiran yang berangkat dari kajian pertunjukan tentang fenomena budaya yang lahir, hidup, dan berkembang di masyarakat Semarang menjadi sebuah ide garap yang diekspresikan dalam praktik karya tari. Tari Dugderan mengekspresikan kelincahan dan sukacita remaja putri Semarang yang multi kultur yakni budaya Jawa, Arab, dan Tionghua dalam menyambut datangnya bulan suci Ramandan yang disebut tradisi Dugderan. Kata Dugderan berasal dari kata dug dan der. Dug adalah suara bedug yang ditabuh, sedangkan der dari suara meriam yang dibunyikan sebagai tanda dimulainya bulan suci Ramandan.