Survei Litbang Kompas 56 Persen Responden Menilai Ekonomi Indonesia Buruk, Begini Tanggapan DPR

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam beberapa hari terakhir, mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di sejumlah daerah dengan tuntutan perbaikan kondisi ekonomi. Di Jakarta, aksi demonstrasi dimulai dengan long march mahasiswa dari berbagai titik menuju Bundaran Hotel Indonesia. Dalam aksi ini, massa mahasiswa menuntut perbaikan kondisi ekonomi. Mahasiswa juga meminta pemerintah menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Ada lima tuntutan mahasiswa dalam aksi kali ini, di antaranya menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan Program Makan Bergizi Gratis dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah. Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, memastikan pemerintah terbuka terhadap pendapat dan kritik. Namun, Dudung menekankan bahwa kritik berbeda dengan provokasi, adu domba, dan fitnah. Dudung menegaskan Presiden Prabowo Subianto tengah bekerja untuk membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan bermartabat. Demonstrasi mahasiswa yang mengkritisi kondisi bangsa di sejumlah kota mengindikasikan adanya keresahan yang dirasakan masyarakat luas. Persoalan ekonomi menjadi salah satu isu yang paling banyak disuarakan dalam orasi para demonstran. Seruan mahasiswa tersebut hampir serupa dengan temuan Survei Litbang Kompas yang dilakukan secara nasional pada 16 hingga 22 April 2026 terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia. Hasilnya, sekitar 56 persen responden menilai kondisi perekonomian bangsa saat ini sedang buruk. Bahkan, jika dibandingkan dengan survei serupa pada awal tahun ini, kondisinya dinilai semakin memburuk. Sementara itu, jumlah masyarakat yang menyatakan penghasilannya menurun meningkat menjadi 32,5 persen. Rinciannya, hampir 2 persen karena terkena PHK dan sekitar 30 persen lainnya karena usaha yang dijalankan lesu atau melambat. Hal ini mengindikasikan kondisi perekonomian yang relatif melambat sehingga turut berdampak pada usaha-usaha yang dijalankan masyarakat secara luas. Situasi tersebut tentu berdampak pada stabilitas ekonomi keluarga di Indonesia. Pada kondisi terkini, mayoritas responden menyatakan ekonomi keluarganya berada dalam fase yang tidak stabil. Hampir 48 persen responden mengaku kondisi ekonomi keluarganya tidak menentu, sekitar 4 persen berada dalam situasi bergejolak, dan hampir 4 persen lainnya berada dalam kondisi kritis. Pada saat bersamaan, terjadi fenomena kenaikan harga-harga secara umum akibat krisis geopolitik hingga alokasi anggaran kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Kondisi tersebut membuat perekonomian nasional dipenuhi ketidakpastian. Masyarakat dibayangi sejumlah kekhawatiran yang berpotensi semakin memberatkan beban hidup. Salah satu yang paling banyak diutarakan responden adalah kenaikan harga bahan pokok. Dalam survei Litbang Kompas pada April lalu, jumlah responden yang mengkhawatirkan kenaikan harga bahan pokok hampir menyentuh 40 persen. Sementara itu, 12,9 persen responden mengkhawatirkan penurunan pendapatan usaha atau gaji, dan sekitar 10 persen mengkhawatirkan kehilangan atau kesulitan mendapatkan pekerjaan. Dari sejumlah data tersebut terlihat bahwa seruan mahasiswa yang berdemonstrasi saat ini merupakan salah satu respons terhadap berbagai keluhan yang dirasakan masyarakat. Untuk membahas hal tersebut, KompasTV menghadirkan Peneliti Litbang Kompas Budiawan Sidik serta Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Harris Turino. KompasTV juga telah mengundang Badan Komunikasi RI, namun hingga dialog berlangsung belum ada respons untuk bergabung. Producer: Shinta Millenia #ekonomi #demo #demomahasiswa #bbm #mbg Sahabat Kompas TV Jawa Timur jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jawa Timur, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia. Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.

[Full] Adi Prayitno Soroti Aksi Demo Mahasiswa & Respons Bertahap Pemerintah Soal Ekonomi
▶︎

[Full] Adi Prayitno Soroti Aksi Demo Mahasiswa & Respons Bertahap Pemerintah Soal Ekonomi

Balik ke Kandang Balap Haji Isam, Markas Proyek Cetak Sawah Papua Selatan | Dines Lingkungan Eps #18
▶︎

Balik ke Kandang Balap Haji Isam, Markas Proyek Cetak Sawah Papua Selatan | Dines Lingkungan Eps #18

[Full] Rupiah Mulai Menguat di Kisaran Rp17.700 per Dolar AS, Ekonom Didorong Janji Pembenahan MBG
▶︎

[Full] Rupiah Mulai Menguat di Kisaran Rp17.700 per Dolar AS, Ekonom Didorong Janji Pembenahan MBG

Viral! Gugatan Guru di MK Soal MBG, Sentil DPR, Polisi dan TNI | NTV
▶︎

Viral! Gugatan Guru di MK Soal MBG, Sentil DPR, Polisi dan TNI | NTV

Kibang-Kibut Diskusi Pejabat-Mahasiswa di UGM | Inside Story with Diana Valencia Part 1
▶︎

Kibang-Kibut Diskusi Pejabat-Mahasiswa di UGM | Inside Story with Diana Valencia Part 1

Waspada inflasi Juli-Agustus yang bisa pengaruhi dolar | Ferry Latuhihin #Ngobrol167
▶︎

Waspada inflasi Juli-Agustus yang bisa pengaruhi dolar | Ferry Latuhihin #Ngobrol167

[FULL] - Adi Prayitno Soroti Aksi Mahasiswa dan Respons Bertahap Pemerintah Soal Ekonomi
▶︎

[FULL] - Adi Prayitno Soroti Aksi Mahasiswa dan Respons Bertahap Pemerintah Soal Ekonomi

Agung Baskoro: Kenapa Pemerintah Menaikkan Pertamax Secara Diam-Diam? | Prime Plus Part 4
▶︎

Agung Baskoro: Kenapa Pemerintah Menaikkan Pertamax Secara Diam-Diam? | Prime Plus Part 4

Holding Back Tears! Before the Constitutional Court Judges, Teacher Iman’s Testimony Compares SPP...
▶︎

Holding Back Tears! Before the Constitutional Court Judges, Teacher Iman’s Testimony Compares SPP...

🔴 PROTESTS REACH A BOILING POINT, ECONOMIST CLASHES OVER ECONOMIC DATA VS FINANCE MINISTER & BPS....
▶︎

🔴 PROTESTS REACH A BOILING POINT, ECONOMIST CLASHES OVER ECONOMIC DATA VS FINANCE MINISTER & BPS....

[FULL] Pertamax Naik-Tekanan Ekonomi, Core Indonesia Soroti Ancaman Badai PHK
▶︎

[FULL] Pertamax Naik-Tekanan Ekonomi, Core Indonesia Soroti Ancaman Badai PHK

AS-Iran Sepakati MoU Perdamaian, Wibawanto: Isu Nuklir Jadi Poin Utama | AKIP tvOne
▶︎

AS-Iran Sepakati MoU Perdamaian, Wibawanto: Isu Nuklir Jadi Poin Utama | AKIP tvOne

Prof. Gema Goeryadi: Indonesia OTW Bangkrut? || OTT
▶︎

Prof. Gema Goeryadi: Indonesia OTW Bangkrut? || OTT

Adi Prayitno Kupas soal Demo Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Respons Pemerintah soal Aksi Mahasiswa
▶︎

Adi Prayitno Kupas soal Demo Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Respons Pemerintah soal Aksi Mahasiswa

Feri Amsari: Aneh, Program Sebesar MBG Dijalankan Tanpa UU | Prime Plus Part 2
▶︎

Feri Amsari: Aneh, Program Sebesar MBG Dijalankan Tanpa UU | Prime Plus Part 2

Aksi Demo Mahasiswa Menggema, Kritik MBG hingga Kenaikan BBM, Aksi diwarnai Pembakaran Ban
▶︎

Aksi Demo Mahasiswa Menggema, Kritik MBG hingga Kenaikan BBM, Aksi diwarnai Pembakaran Ban

Pulang Dari AS, Bos Danantara Blak-blakan Fakta Soal Pengusaha Dunia: di Luar Ekspektasi Orang!
▶︎

Pulang Dari AS, Bos Danantara Blak-blakan Fakta Soal Pengusaha Dunia: di Luar Ekspektasi Orang!

Dicap Pengkhianat Reformasi, Budiman Sudjatmiko Buka Suara Usai Dikepung di UGM
▶︎

Dicap Pengkhianat Reformasi, Budiman Sudjatmiko Buka Suara Usai Dikepung di UGM

Gema Goeyardi Bantah Narasi Indonesia Untung Jika Rupiah Melemah: Sesat Tidak Ada Datanya | RB 2/6
▶︎

Gema Goeyardi Bantah Narasi Indonesia Untung Jika Rupiah Melemah: Sesat Tidak Ada Datanya | RB 2/6

Breaking News | Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Digelar di Medan dan Malang, Gedung DPRD Dijaga Aparat
▶︎

Breaking News | Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Digelar di Medan dan Malang, Gedung DPRD Dijaga Aparat