Cerita Sang Kolonel Pemeriksa Para Pelaku Gestapu PKI

Cerita Sang Kolonel Pemeriksa Para Pelaku Gestapu PKI Kisah Sang Kolonel memeriksa para pelaku G30S PKI. Acho Manafe dalam buku,"Teperpu: Mengungkapkan pengkhianatan PKI pada tahun 1965 dan proses hukum bagi para pelakunya," mengungkapkan Tim Pemeriksa Pusat sebuah tim yang dibentuk Pangkopkamtib Mayjen Soeharto untuk memeriksa orang-orang yang diduga terlibat dalam peristiwa G30S PKI mempunyai Bagian Penelitian dan Sejarah yang dikepalai oleh Kolonel Sugondo. Kolonel Sugondo dikenal sebagai pakar komunisme. Menurut Aco Manafe, wawancara-wawancara yang dilakukan Kolonel Sugondo dengan para tahanan Gestapu, yang sudah divonis ataupun belum, bukanlah untuk kepentingan hukum, melainkan untuk kepentingan sejarah. "Wawancara-wawancara demikian tidaklah bersifat formal dan tergantung pada situasinya. Karena itu pemeriksaan bisa berlangsung di ruang kerja, atau di kantor komandan. Kadang-kadang juga dilakukan di dalam tahanan di rumah-rumah penjara di Jakarta, Bandung, dan lainnya. Atau di kantor Teperpu di Jalan Merdeka Barat," kata Aco Manafe dalam bukunya. Bahkan kadang-kadang wawancara berlangsung di boncengan sepeda motor. Wawancara-wawancara itu dilakukan tanpa direkam atau disalin dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), sehingga disebut unrecorded interview. “Saya itu pemeriksa yang tidak mencari kesalahan atau mencari menang. Apa yang saya lakukan itu memang di luar produk yustisia. Sebut saja unrecorded interview," kata Kolonel Sugondo. Unrecorded interview begini, di samping mengandung kelemahan-kelemahan tertentu, justru menampilkan warna yang manusiawi. Adakalanya justru mengandung hal-hal yang baru, karena di dalam persidangan Mahkamah Militer Luar biasa. “Gaya di kalangan tahanan dikenal bukan dari CPM, karena saya tidak pernah pakai ban putih. Dan saya bukan dari CKH yang menyiapkan BAP, kalau tersangka mau menipu silakan,” ujar Kolonel Sugondo. “Saya itu dari infanteri dan mereka tahu saya tidak pernah minta tanda tangan atau menanyakan soal yang berkaitan dengan pasal-pasal hukum. Para tahanan malah curiga, kalau mereka disuruh membubuhkan tanda tangan di BAP. Mereka tahunya, saya itu dari bagian sejarah. Memang saya mengaku dari badan sejarah. Saya itu lebih akseptabel bagi para tahanan, daripada rekan-rekan saya yang lainnya.” Demikian pengakuan Kolonel Sugondo. Dalam mengajak berbicara para tahanan, Kolonel Sugondo menggunakan human approach. Misalnya dia mengirim hadiah Lebaran ke penjara, atau mengajak tahanan mengobrol, sambil makan pisang goreng. Dia juga bersikap amat sabar. Namun kalau seorang tahanan tidak mau bicara atau sering ngibul seperti eks Waperdam I Soebandrio, maka percakapan tidak akan diteruskan. “Apa yang saya lakukan bukan interogasi, tetapi omong-omong. Kalau bawa catatan atau tape recorder, mereka pasti tidak mau menjawab. Kalau tidak membawa apa-apa, mereka bebas menjawab. Kalau pakai tanya jawab, kesannya, pertanyaan atau penyelidikan antara pejabat dengan tahanan. Atau antara yang menang dengan yang kalah. Tapi kalau kita mengobrol, misalnya sambil makan pisang goreng, kadang kadang dia juga lupa, dan mengatakan hal-hal yang sebenarnya tidak boleh dia omongkan,” tutur Sugondo. Nah, kata Sugondo, unrecorded interview inilah, yang ingin ia ceritakan kepada orang lain. Orang percaya atau tidak, ya terserah," katanya. Dengan cara demikian Kolonel Sugondo berhasil melakukan dialog dan mengenal beberapa temperamen tahanan-tahanan tertentu. Misalnya ada yang pemarah, ngibul, atau malahan menjengkelkan. Sebagian dari hasil unrecorded interview Kolonel Sugondo itu, yang direkonstruksi berdasarkan ingatan, dituliskan di sini. Dengan cara demikian Kolonel Sugondo dapat mengenal tokoh-tokoh G30S seperti Letkol Untung, Brigjen Soepardjo, dan juga mantan Menteri Panglima Angkatan Udara Omar Dhani. “Letkol Untung dari Resimen Cakrabirawa, dalam film ditampilkan ganteng. Nah, di luar negeri lebih celaka lagi. Profil Untung itu digambarkan seperti Gamal Abdel Nasser pemimpin Revolusi Mesir. Tetapi orangnya tidak begitu. Hasil psikotes juga menunjukkan, dia tidak pintar. Bahkan ada cerita, bahwa Untung itu boneka yang bodoh. Meskipun resminya dia menyebut dirinya Komandan Gerakan 30 September dan Ketua Dewan Revolusi dia sebenarnya tak lebih dari seorang boneka PKI," kata Kolonel Sugondo. Namun Brigjen Soepardjo, kata Kolonel Sugondo orangnya menyenangkan. Betul, dia dibina oleh Biro Khusus. Cuma sejauh mana dia Itu komunis, Sugondo tidak tahu. Karena orang baru bisa disebut komunis, kalau kadar komunismenya dalam. Tetapi untuk dia, lebih baik disinggung pada waktu bercerita tentang Bung Karno. Barangkali Bung Karno percaya atau menganggap Soepardjo itu sebagai Soekarno' man. #tniad #story #g30spki

🔴LIVE: Kisah Kengerian PKI Madiun 1948, Tanpa Ampun Kiai Dihabisi hingga Mayat Dibuang ke Sumur
▶︎

🔴LIVE: Kisah Kengerian PKI Madiun 1948, Tanpa Ampun Kiai Dihabisi hingga Mayat Dibuang ke Sumur

🔴Saksi Hidup Ungkap Sejarah Kelam Kekejaman PKI 1965, yang Selamat Cuma Satu
▶︎

🔴Saksi Hidup Ungkap Sejarah Kelam Kekejaman PKI 1965, yang Selamat Cuma Satu

LIHAT KONDISI JENDERAL A YANI Diangkat dari Lubang Buaya, Blasius Bapa Saksi Terakhir G30S/PKI
▶︎

LIHAT KONDISI JENDERAL A YANI Diangkat dari Lubang Buaya, Blasius Bapa Saksi Terakhir G30S/PKI

Kisah Ahmad Yani, Fitnah yang Membunuh Jenderal Kesayangan Soekarno di G30S | GASPOL ft. Amelia Yani
▶︎

Kisah Ahmad Yani, Fitnah yang Membunuh Jenderal Kesayangan Soekarno di G30S | GASPOL ft. Amelia Yani

🔴SATU-SATUNYA Saksi Hidup G30S/PKI Ceritakan Betapa Menyeramkannya Lubang Buaya
▶︎

🔴SATU-SATUNYA Saksi Hidup G30S/PKI Ceritakan Betapa Menyeramkannya Lubang Buaya

[EKSKLUSIF] KESAKSIAN Anak MT Haryono, Bantah Pengakuan Serma Boengkoes soal Penculikan G30S/PKI
▶︎

[EKSKLUSIF] KESAKSIAN Anak MT Haryono, Bantah Pengakuan Serma Boengkoes soal Penculikan G30S/PKI

Lieutenant Dul Arief Forced Major Soekrisno to Immediately Kill the Three Living Generals
▶︎

Lieutenant Dul Arief Forced Major Soekrisno to Immediately Kill the Three Living Generals

🔴Fakta-fakta di Balik Peristiwa G30S/PKI, Berakhirnya Soekarno dan Bangkitnya Era Soeharto
▶︎

🔴Fakta-fakta di Balik Peristiwa G30S/PKI, Berakhirnya Soekarno dan Bangkitnya Era Soeharto

[EKSKLUSIF] SATU-SATUNYA SAKSI MATA G30S/PKI yang Masih Hidup Beber Kondisi Dalam Sumur Lubang Buaya
▶︎

[EKSKLUSIF] SATU-SATUNYA SAKSI MATA G30S/PKI yang Masih Hidup Beber Kondisi Dalam Sumur Lubang Buaya

Soeharto Dalang G30S? Pengakuan Menggegerkan Soebandrio
▶︎

Soeharto Dalang G30S? Pengakuan Menggegerkan Soebandrio

🔴KETURUNAN Ahmad Yani Marah, Pemerintah 'Minta Maaf' ke Anak-anak PKI
▶︎

🔴KETURUNAN Ahmad Yani Marah, Pemerintah 'Minta Maaf' ke Anak-anak PKI

Nasib Apes Mayjen Pranoto Reksosamudro
▶︎

Nasib Apes Mayjen Pranoto Reksosamudro

Tense Meeting at Kostrad Headquarters Before Supersemar
▶︎

Tense Meeting at Kostrad Headquarters Before Supersemar

The Long Story of the G30S PKI Incident in Semarang, Yogya and Solo
▶︎

The Long Story of the G30S PKI Incident in Semarang, Yogya and Solo

Anwar Congo: Sang Jagal PKI Mencekik Ribuan Nyawa Sambil Menari
▶︎

Anwar Congo: Sang Jagal PKI Mencekik Ribuan Nyawa Sambil Menari

EDISI SPESIAL G 30 S/PKI | SATU JAM BERSAMA SALIM SAID: MUNTAHKAN SEMUA SOAL PKI DI SINI!
▶︎

EDISI SPESIAL G 30 S/PKI | SATU JAM BERSAMA SALIM SAID: MUNTAHKAN SEMUA SOAL PKI DI SINI!

Understanding Ferdy Sambo in 32 Minutes
▶︎

Understanding Ferdy Sambo in 32 Minutes

"SANG MENTERI DUKUN" ORDE BARU | SUDJONO HUMARDANI
▶︎

"SANG MENTERI DUKUN" ORDE BARU | SUDJONO HUMARDANI

DI DEPAN MATA SAYA MEREKA KEHILANGAN NYAWA!! KONFLIK PKI DENGAN UMAT ISLAM W/ PROF ANHAR GONGGONG
▶︎

DI DEPAN MATA SAYA MEREKA KEHILANGAN NYAWA!! KONFLIK PKI DENGAN UMAT ISLAM W/ PROF ANHAR GONGGONG

EKSEKUSI Syam Kamaruzaman❗️❗️❗️ -  Sejarah Seru - Sejarah Indonesia)
▶︎

EKSEKUSI Syam Kamaruzaman❗️❗️❗️ - Sejarah Seru - Sejarah Indonesia)