Didoakan Keburukan oleh Nabi | Ustadz Ammi Nur Baits
DIDOAKAN KEBURUKAN OLEH NABI Ustadz Ammi Nur Baits حَفِظَهُ الله تعالى 🗓️ Kamis, 16 Januari 2025 🏢 Masjid As Salam, Minomartani, Sleman بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Melanjutkan pembahasan Kitab Riyadhus Shalihin, pada bab Berlaku Sedang Dalam Beribadah 143 - وعن أنس - رضي الله عنه - قَالَ: جَاءَ ثَلاثَةُ رَهْطٍ إِلَى بُيُوتِ أزْوَاجِ النَّبيّ - صلى الله عليه وسلم - يَسْأَلُونَ عَنْ عِبَادَةِ النَّبيّ - صلى الله عليه وسلم - فَلَمَّا أُخْبِروا كَأَنَّهُمْ تَقَالُّوهَا وَقَالُوا: أَيْنَ نَحْنُ مِنَ النَّبيِّ - صلى الله عليه وسلم - وَقدْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأخَّرَ. قَالَ أحدُهُم: أمَّا أنا فَأُصَلِّي اللَّيلَ أبدًا. وَقالَ الآخَرُ: وَأَنَا أصُومُ الدَّهْرَ أَبَدًا وَلا أُفْطِرُ. وَقالَ الآخر: وَأَنا أعْتَزِلُ النِّسَاءَ فَلاَ أتَزَوَّجُ أبَدًا. فجاء رسولُ الله - صلى الله عليه وسلم - إليهم، فَقَالَ: «أنْتُمُ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا؟ أَمَا واللهِ إنِّي لأخْشَاكُمْ للهِ، وَأَتْقَاكُمْ لَهُ، لَكِنِّي أصُومُ وَأُفْطِرُ، وأُصَلِّي وَأَرْقُدُ، وَأَتَزَوَّجُ النِّساءَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي». مُتَّفَقٌ عَلَيهِ. 143. Dari Anas radhiyallahu'anhu, katanya: Ada tiga macam orang datang ke rumah istri-istri Nabi ﷺ menanyakan tentang hal bagaimana ibadahnya Nabi ﷺ Kemudian setelah mereka diberitahu lalu seolah-olah mereka menganggap amat sedikit saja ibadah beliau. ﷺ itu. Mereka lalu berkata: "Ah, di manakah kita ini maksudnya: Kita ini jauh perbedaannya kalau dibandingkan dari Nabi ﷺ sedangkan beliau itu telah diampuni segala dosanya yang lampau dan yang kemudian." Seorang dari mereka itu berkata: "Adapun saya ini, maka saya bershalat semalam suntuk selama-lamanya." Yang lainnya berkata: "Adapun saya, maka saya berpuasa sepanjang tahun dan tidak pernah saya berbuka." Yang seorang lagi berkata: "Adapun saya, maka saya menjauhi para wanita, maka sayapun tidak akan kawin selama-lamanya." Rasulullah ﷺ kemudian mendatangi mereka lalu bersabda: "Engkau semuakah yang mengatakan demikian, demikian? Wahai, demi Allah, sesungguhnya saya ini adalah orang yang tertaqwa paling bertaqwa diantara engkau semua kepada Allah dan tertakut paling takut kepadaNya, tetapi saya juga berpuasa dan juga berbuka, sayapun bershalat tetapi juga tidur, juga saya suka kawin dengan para wanita. Maka barangsiapa yang enggan pada cara perjalananku -sunnahku-, maka ia bukanlah termasuk dalam golonganku." (Muttafaq 'alaih) Berlebihan dalam ibadah bisa bentuknya melakukan ibadah melebihi batas, sehingga hak fisik tidak diperhatikan. Beribadah dalam bentuk meninggalkan yang mubah, dengan alasan keyakinan akan menghasilkan pahala, ini adalah pelanggaran. Praktek tidak menikah dalam rangka mendapatkan pahala dijelaskan dalam Al Quran, Allah berfirman dalam Surat Al-Hadid Ayat 27 ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ وَءَاتَيْنَٰهُ ٱلْإِنجِيلَ وَجَعَلْنَا فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ٱبْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَٰهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ٱبْتِغَآءَ رِضْوَٰنِ ٱللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَـَٔاتَيْنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ Artinya: Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, ia menuturkan: بَيْنَمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ ، إِذَا هُوَ بِرَجُلٍ قَائِمٍ : فَسَأَلَ عَنْهُ ؟ فَقَالُوا : أَبُو إِسْرَائِيلَ نَذَرَ أَنْ يَقُومَ ، وَلَا يَقْعُدَ ، وَلَا يَسْتَظِلَّ ، وَلَا يَتَكَلَّمَ ، وَيَصُومَ ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مُرْهُ فَلْيَتَكَلَّمْ ، وَلْيَسْتَظِلَّ ، وَلْيَقْعُدْ ، وَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ “Ketika Nabi ﷺ tengah berkhutbah, tiba-tiba terdapat seorang laki-laki sedang berdiri. Maka beliau ﷺ bertanya tentang orang ini. Lalu para sahabat pun mengatakan: Abu Israil telah bernadzar untuk berdiri di bawah terik matahari tidak akan duduk, bernaung dan berbicara serta akan berpuasa. Maka Nabi ﷺ bersabda: ‘Perintahkanlah ia untuk bicara, bernaung dan duduk dan hendaklah ia menyempurnakan puasanya.'” (HR. Bukhari: 6704) wallahu'alam Youtube ; • Didoakan Keburukan oleh Nabi | Ustadz Ammi... Facebook ; https://fb.watch/x7W8qWHJxV/ #doa #keburukan #nabi #hadits

Menjadi Muslim yang Berjiwa Tenang | Ustadz Ammi Nur Baits

Fenomena Akhir Zaman | Ustadz Ammi Nur Baits

Hidupku Terpuruk Karena Maksiat - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A

Merasa Munafik | Ustadz Ammi Nur Baits

Tentang Maulid Nabi | Ustadz Ammi Nur Baits, S.T., B.A.

Rahasia Keberkahan Hidup | Ustadz Ammi Nur Baits

MENJAGA SHALAT AGAR KHUSYUK MESKI UDAH TUA - Ustadz Ammi Nur Baits, S.T, B.A

Menjadi Orang yang Pilihan Allah | Ustadz Ammi Nur Baits

Takwa: Antara Ilmu, Amal, dan Keikhlasan - ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas rahimahullah

Jangan Sembarangan Menjamak Shalat! Begini Aturan Benarnya Menurut Fikih - Ustadz Ammi Nur Baits

Syafaat Di Dunia | Ustadz Ammi Nur Baits

SPESIAL TANYA JAWAB BERSAMA 3 GURU | USTADZ AMMI | USTADZ SYAFIQ | USTADZ ABDURRAHMAN ZAHIER

Wanita Saat Tua Renta | Ustadz Ammi Nur Baits

Rahasia Takdir: Tenang di Tengah Ujian Hidup - Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas rahimahullah

Mengapa Dzikir Lebih Afdol Dari Do'a | Ustadz Ammi Nur Baits, ST., BA.

Belajar Tawakal | Ustadz Ammi Nur Baits

Berbaik Sangka Terhadap Saudara - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.

Supaya Digugu dan Ditiru | Ustadz Ahmad Ubaidillah Nasiden, Lc. حفظه الله تعالی

Alasan Iblis Lebih Cinta Bid'ah Daripada Maksiat ? Fatwa Ulama Salaf | Ustadz Ammi Nur Baits

