RUANG GANJAR : SIMALAKAMA PETANI TEMBAKAU
Saya bukan perokok, bapak ibu. Saya juga tidak sedang menganjurkan merokok. Saya Cuma mau cerita, ternyata di balik batang rokok ini ada jutaan orang yang menggantungkan nasib hidupnya. Bahkan negara juga merasakan manfaat yang sangat besar dari batang-batang rokok ini. Lha wong cukai rokok saja nyampe 170an triliun lebih. Hehehehe. Yaah meski tidak ngerokok, tapi saya tetep minum kopi kok. Yak tore nginom kopi. Bapak ibu sedulurku kabeh. Ada sekitar 7 juta petani dan pekerja yang menggantungkan nasib hidupnya dari industri rokok. Secara pendapatan, untuk pekerja di pabrik, nasibnya sudah terjamin, sudah aman karena jadi tanggungjawab perusahaan. Tapi petani, yang memegang kendali hulu industri ini, malah menderita. Sebagian besar dari mereka, hidup segan mati nggak mau. Mungkin anda berfikir, “kenapa petani tembakau itu tidak beralih ke komoditas lain? Kopi, jagung, kedelai atau apapun itu lah.” Hehehe. Pemikiran seperti itu ada benarnya, tapi persoalannya tidak sesederhana itu ferguso. Bicara tembakau, kita berarti bicara soal peluang dan keberpihakan. Kita bicara peluang karena di tanah negara kita ini mampu menghasilkan tembakau terbaik di dunia. Ada Tembakau Srintil di Temanggung, tembakau Rancak di Madura dan tembakau virginia di NTB. Bahkan di Jember, tembakaunya diproduksi dan dieksport untuk cerutu kelas dunia. Semua ini hebatnya bukan main lho. Ada 17 provinsi penghasil tembakau di negara kita. Masing-masing punya grade-nya sendiri. Dari grade A sampai grade G yang paling bagus dan paling mahal harganya. Sebagai gambaran, grade G yang biasanya dari tembakau Temanggung itu harganya bisa sampai 1 juta rupiah perkilonya. Sedangkan grade A sampai C, yaa sekitar 40 sampai 90 ribu rupiah lah. Kalau melihat itu, harusnya para petani tembakau makmur bin sejahtera kan. Tapi nyatanya tidak. Karena kurangnya keberpihakan kita kita. Jadi kalau pabrik sudah memutuskan harga, petani tak punya bargaining. Sudah gitu, ada saja kebijakan yang membuat petani semakin merana. Kenaikan cukai misalnya. Itu dampak terbesarnya ya ke petani. Cukai naik, pabrik mengurangi serapan, harga di tingkat petani ya langsung ambles. Grade A sampai D yang harusnya 90 ribuan, anjlok jadi 10 ribu. Nah, soal ide mengganti komoditas ini bukannya belum pernah dilakukan lho. Sudah pernah. Tapi petani tidak mau. Mengapa? Lha gimana, wong dulu pernah ada kebijakan dari pemerintah yang mau mengganti tembakau dengan komoditas lain seperti kopi dan kayu manis. Tapi ternyata impor tembakau dari luar malah semakin meningkat. Tahun 2015 misalnya, impornya itu 75 ribu ton, tahun berikutnya naik jadi 81 ribu ton, Berikutnya naik lagi semakin tinggi jadi 119,5 ribu ton. Dan tahun 2018 sudah di angka 121 ribu ton. Diakui atau tidak, para petani itu telah jadi salah satu tumpuan perekonomian negara ini. Jangan sampai mereka merasa terdzolimi terus terusan. Sebagai perbandingan saja, ketika di tahun 2020 migas berkontribusi 96 triliun pada penerimaan negara, tembakau berkontribusi 170an triliun lebih. Pada bulan agustus kemarin Pemerintah Pusat menargetkan kenaikan cukai pada tahun 2022 jadi 203 triliun. Dan itu jadi target yang yang luar biasa. Tapi di sisi lain, petani tembakau saat ini justru merasa was-was karena harus berhadapan dengan laju gelombang import tembakau yang semakin besar. Jika memang pendapatan negara yang luar biasa besar dari pabrik rokok dan cukai rokok dianggap sudah tidak penting, ya silahkan dihapus saja tembakau dari tanah air, larang pertanian tembakau dan alihkan petani ke komoditi lain, lalu tutup semua pabrik rokok. Tapi kalau masih kita perlukan, ya ayo kita rawat heritage ini, kita lindungi petani dan optimalkan industrinya. Karena bicara tembakau sebenarnya tidak cuma menyangkut rokok. Kita bisa kok mengeksplorasi lebih jauh lagi soal tembakau ini. Saya bermimpi kita memiliki tobacco center sebagai pusat riset dan pengembangan tembakau. Agar manfaat tembakau semakin diketahui, nilainya semakin meninggi serta terangkat lah derajat dan kesejahteraan petani. Ngoten nggih. Terus semangat. Mugia salawasna séhat, panjang umur, gampang dina sagala urusanana dan tetap jaga kewarasan. Terimakasih. - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - Kunjungi Juga Akun Sosial Media Saya di: Website: http://masganjar.id/ Like Us: / ganjarpranowoofficial Follow Twitter: / ganjarpranowo Follow Instagram: / ganjar_pranowo #Ganjar #GanjarPranowo #GanjarPranowoVlog #RuangGanjar #Monolog #Tembakau #PetaniTembakau #TembakauSrintil #TembakauMadura

SIDAK SMA NEGERI TAWANGMANGU BIKIN EMOSI 😡

CERUTU RIZONA, Pabrik cerutu tertua di Indonesia

Launching Digital Organic Waste Pick-up, Sam’ani: An Effort to Manage Household Waste

KOPDES MERAH PUTIH BAKAL JADI BANCAKAN KAYAK MBG? | APA KABAR KONOHA | MAZDJO PRAY

KEAJAIBAN BERKAS IJAZAH JOKOWI DI SETIAP PEMILU

Mimpi Andy F Noya tinggal di desa #kickandyshow #andynoya #dracmadmediana

Will the Rupiah Reach Rp22,000 per Dollar? Economist Reveals the Worst-Case Scenario - Imam T. Sa...

Episode 191 | Merokok? Apakah Berbahaya Bagi Kesehatan? #dokterdjaja #kesehatan #bahayarokok

Indonesia in a Garbage Emergency

BUTET KERTARADJASA ROKOK ITU INDIKATOR KESEHATAN BAGI SAYA !!!

MAHFUD, ROCKY, HINGGA TIYO BONGKAR KEGAGALAN REFORMASI

Filosofi Stoicism: Belajar Menjadi Manusia (Filosofi Teras)

PERTAMAX MELEDAK Rp16.250! Ferry Latuhihin: "SIAP-SIAP BADAI PHK DAN AMBLASNYA DAYA BELI"

GURU GEMBUL DUDUK BARENG TRETAN MUSLIM : SANG JURU BICARA REZIM

Fall asleep while I build a zoo

Unbelievable Workers | Working with Talented Engineers #46 #fail #adamrose #smartworkers

Unbelievable Smart Workers | Genius Construction Skills, Crazy Fails | Part 114 #construction #smart

New Jellyfish Aquarium • Healing of Stress, Anxiety and Depressive States • Goodbye Insomnia #30

Pakistani Truck Parts Repair with a Master Mechanic Amazing Restoration

