Film Pendek, "Garis Batas Penyesalan" Karya Siswa/i Kelas 8C MTsN 22 Jakarta Tahun Ajaran 2025/2026
Sinopsis Film Pendek "Garis Batas Penyesalan" Seorang anak terjebak dalam gaya hidup konsumtif dan hedonis. Hari-harinya dihabiskan untuk bermain gim, mengikuti tren media sosial, dan mengejar gaya hidup mewah agar diterima dalam pergaulan. Ia terus meminta uang kepada ibunya untuk membeli berbagai barang yang sebenarnya bukan kebutuhan. Meskipun sang ibu selalu berusaha memenuhi permintaannya dengan menggunakan sisa uang kebutuhan rumah tangga, sang anak merasa pemberian itu tidak pernah cukup. Melihat perilaku adiknya, sang kakak berkali-kali menasihati agar berhenti bermain gim secara berlebihan, mulai bekerja, dan tidak terus membebani ibu. Namun, semua nasihat tersebut diabaikan. Tanpa sepengetahuan ibu dan kakaknya, sang anak nekat mengajukan pinjaman online demi memenuhi gaya hidupnya. Hingga suatu hari, penagih utang datang ke rumah dan mengungkap kenyataan bahwa sang anak terlilit pinjaman online. Sang ibu yang baru mengetahui hal tersebut mengalami syok hingga terkena serangan jantung dan akhirnya meninggal dunia. Kepergian sang ibu menjadi garis batas dalam kehidupan sang anak. Penyesalan yang mendalam membuatnya sadar bahwa sifat konsumtif, hedonisme, dan kecintaannya terhadap materi telah menghancurkan kebahagiaan keluarganya. Dengan bimbingan sang kakak, ia bertekad mengubah hidupnya menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab, bekerja keras, hidup sederhana, serta menjauhi sifat konsumtif, hedonisme, dan materialistik. Film "Garis Batas Penyesalan" memberikan pesan bahwa kesenangan dunia yang dikejar tanpa kendali hanya akan membawa penyesalan, sedangkan rasa syukur, kesederhanaan, dan bakti kepada orang tua merupakan jalan menuju kehidupan yang penuh keberkahan. Kaitan dengan Mata Pelajaran Al-Qur'an Hadis Kelas VIII: Film ini selaras dengan materi Al-Qur'an Hadis Kelas VIII Semester 2 tentang menjauhi sifat konsumtif, hedonisme, dan materialistik. Melalui kisah tersebut, peserta didik diajak memahami bahwa perilaku boros, gemar berfoya-foya, serta menjadikan materi dan kesenangan dunia sebagai tujuan hidup dapat menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri maupun keluarga. Sebaliknya, Islam mengajarkan umatnya untuk hidup sederhana (qana'ah), bersikap hemat, bersyukur atas nikmat Allah Swt., menggunakan harta secara bijaksana, bekerja keras dengan cara yang halal, serta senantiasa berbakti kepada kedua orang tua. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi peserta didik agar mampu menjalani kehidupan yang seimbang antara urusan dunia dan akhirat sesuai tuntunan Al-Qur'an dan Hadis.

Film Pendek "Tanpa Identitas: Misteri Kehilangan yang Menguji Logika dan Kejujuran"

Film Pendek, "Hilang Tanpa Nama" Karya siswa/i Kelas 8E MTsN 22 Jakarta Timur Tahun Ajaran 2025/2026

MPU Kumpulan Arnab

Tak Selalu Selaras, Tapi Tetap Bersama — SMAN 82 Jakarta

SHORT MOVIE - YANG KATANYA CEMARA?

Film Pendek "Topeng Kemewahaan" Karya Siswa/i Kelas 8D MTs Negeri 22 Jakarta Tahun Ajaran 2025/2026

BAROK CAUSES AN UPROAR IN THE VILLAGE !!!

FILM HOROR "TEMAN" FULL MOVIE #2025 #FilmHoror #smkn42jakarta

Demi Masa Eps.1: Lapang Sebelum Sempit

Film Pendek, "Ada yang Lebih Penting" Karya Siswa/i Kelas 8G MTsN 22 Jakarta Tahun Ajaran 2025/2026

Terpaksa Jadi Terbiasa

Film Pendek, "Aku Juga Mau" Karya Siswa/i Kelas 8G MTsN 22 Jakarta Tahun Ajaran 2025/2026

Film - Sampai Nafas Terakhirmu

Film Edukasi: Bully (Hasil Karya P5 Siswa Kelas 6 SD IT Darul Quran)

FILM NTT TERBARU : SENJA

Negoisasi Keluarga Kelompok 4 ”Keluarga Berharga“ || Bahasa Indonesia SMA Negeri 5 Tambun Selatan ||

Fitrah (2025) | Episode 4 Finale | a mini series by SMAKBO Pro

Film Pendek, "At-Tawazun" Karya Siswa/i Kelas 8C MTsN 22 Jakarta Tahun Ajaran 2025/2026

ROMANTIC CRUSH - Short Movie ( Film Pendek Baper )

