Majelis Tengah Tahun: Intelektualisme dan Aktivisme (Ismail Al-'Alam, S.Fil.)

Majelis Tengah Tahun. Materi: Intelektualisme dan Aktivisme Pembicara: Ismail Al-'Alam, S.Fil. (Manajer Program Yayasan Bentala Tamaddun Nusantara) Waktu: Senin 20 Juni 2022, pukul 19.45-21.45 WIB Dilaksanakan secara hibrida. Luring (Offline): Aula Masjid Syuhada, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta. Daring (Online): Aplikasi Zoom meeting Yayasan Bentala. Pendaftaran Zoom: bit.ly/BentalaSyuhada Pengantar: Intelektualisme belakangan ini dipandang berjarak dari aktivisme, demikian sebaliknya, bahkan keduanya dianggap sebagai dua hal yang sama sekali berbeda. Yang mengaku kaum aktivis dan kaum intelek pun akhirnya berjalan sendiri-sendiri. Para aktivis bergerak tanpa landasan intelektual yang memadai, dan para intelek pun tak jarang hanya sibuk pada ide-ide tanpa realisasi. Namun fakta sejarah Indonesia menunjukkan, di sepanjang abad 20, kondisi yang jamak terlihat adalah kebalikannya. Intelektualisme dan aktivisme menjalin hubungan mesra sehingga keduanya seperti kesatuan yang tidak terpisah, mewujud dalam diri banyak tokohnya. Hal ini ditunjukkan oleh orang-orang seperti Cokroaminoto, Soekarno, Hatta, Sjahrir, Natsir, Wahid Hasyim, Nurcholish Madjid, Abdurrahman Wahid, Amien Rais, Adi Sasono, Kuntowijoyo, dan lainnya. Untuk kembali menjembatani intelektualisme dan aktivisme, Pesantren Mahasiswa Bentala Insan Adabi (PEMBINA) dan Pendidikan Kader Masjid Syuhada (PKMS) mengadakan Majelis Tengah Tahun dengan tema “Intelektualisme dan Aktivisme”. Majelis kali ini berusaha memantik kembali percikan ruh intelektualisme dan aktivisme warisan masa lalu dengan asas epistemologi Islam yang kukuh, juga merefleksikan keadaan generasi muda Islam di Indonesia hari ini.