Memutar Waktu Kembali Versi 1

Memutar Waktu Kembali [Spoken Intro] (Spoken softly, whispered, emotional — do not sing) "Seandainya waktu bisa diputar kembali... aku tidak akan mengubah bagaimana kita bertemu. Aku hanya ingin memperbaiki semua hal yang membuatmu akhirnya memilih pergi. Karena sampai hari ini... penyesalan itu masih tinggal bersamaku." --- Verse 1 Kutatap langit di penghujung senja Bayangmu hadir tanpa diminta Semua kenangan kembali bernyanyi Di dalam hati yang masih sendiri Langkahku terus melintasi waktu Namun tak pernah meninggalkanmu Ada bagian dari diriku yang tertahan Di hari saat kau mengucapkan selamat tinggal Pre-Chorus Andai semesta memberi kesempatan Untuk mengulang satu pertemuan Akan kupeluk setiap detik Yang dulu sempat kuabaikan Chorus Andai bisa memutar waktu kembali Aku akan lebih menjaga hati ini Tak kubiarkan air matamu jatuh Karena kesalahan yang kubuat sendiri Andai bisa memutar waktu kembali Kan kupilih mencintaimu lebih baik lagi Agar kisah yang pernah kita mulai Tak berakhir menjadi penyesalan ini --- [Spoken Bridge] (Spoken with deep emotion — gentle, sincere, not sung) "Aku tahu... waktu tidak pernah berjalan mundur. Tapi jika ada satu keajaiban yang boleh kupinta, aku hanya ingin kembali ke hari saat kita masih saling tertawa. Bukan untuk mengubah takdir... melainkan untuk lebih menghargai setiap detik bersamamu." --- Verse 2 Kini musim berganti tanpa suara Dan aku belajar menerima kenyataan Bahwa tidak semua cinta Ditakdirkan sampai pada tujuan Meski jalan kita berbeda arah Aku tetap menyimpan cerita indah Karena pernah mengenalmu Adalah bagian terbaik dalam hidupku Final Chorus Tak mampu memutar waktu kembali Namun mampu menjaga kenangan ini Sebagai bukti bahwa aku pernah Mencintaimu sepenuh hati Tak mampu memutar waktu kembali Tetapi aku tak menyesali Karena di antara semua cerita hidupku Kaulah bab yang paling berarti --- [Spoken Outro] (Whispered, very soft — piano, solo violin, and saxophone fading out) "Jika waktu benar-benar bisa diputar kembali... aku tetap akan memilih bertemu denganmu. Hanya saja, kali ini... aku akan mencintaimu lebih baik, lebih sabar, dan lebih sungguh-sungguh. Terima kasih... telah menjadi bagian terindah dalam perjalanan hidupku." (Piano perlahan memudar, diikuti solo violin dan saxophone yang hangat hingga hening.)