3.12 - Educational Short Movie JD Fest 2025

SINOPSIS Irfan, seorang remaja yang memiliki gaya hidup sedentary, dihadapkan dengan berbagai konsekuensi kesehatan yang muncul akibat pilihannya itu. Dampak dari masalah kesehatannya pun menimbulkan efek langsung dalam kehidupannya. Irfan pun enggan berdiam diri dalam keterpurukan yang dialami. Sedikit demi sedikit, ia berusaha untuk mengubah kebiasaan hidupnya. Dimulai dengan kebiasaan berjalan sebanyak lima ribu langkah per hari, Irfan yakin, dengan memperbaiki kualitas kebugaran fisik, akan berefek pada permasalahan hidupnya yang juga akan membaik. Sebanyak 58.5% remaja di Indonesia mengaku memiliki keluhan pegal-pegal, dan 46.6% juga mengeluh mudah lelah. “Remaja Jompo” merujuk pada kondisi di mana remaja yang seharusnya aktif dan bugar, tetapi malah mengalami berbagai gejala fisik yang mirip dengan orang lanjut usia, seperti kelelahan, pegal, dan pusing. Hal tersebut diperkuat dengan bukti bahwa sebanyak 66,4% remaja berada pada kategori sedentary lifestyle sedang. Remaja zaman sekarang cenderung meremehkan aktivitas fisik, padahal hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker, nyeri sendi, bahkan gangguan mental, dan penurunan daya ingat. Di sisi lain, cara untuk mengatasi hal-hal tersebut tergolong mudah dilakukan. Dengan membiasakan berjalan rutin setiap hari, sekitar 5000–7000 langkah, dapat secara signifikan mengurangi risiko berbagai penyakit. Penelitian menunjukkan bahwa berjalan sebanyak 7000 langkah per hari dapat menurunkan risiko komplikasi di atas. Video ini memperlihatkan seorang remaja bernama Irfan, yang digambarkan memiliki gaya hidup sedentary, dihadapkan dengan berbagai konsekuensi kesehatan yang muncul akibat pilihannya itu. Dampak dari masalah kesehatannya pun menimbulkan efek langsung dalam kehidupannya. Irfan pun enggan berdiam diri dalam keterpurukan yang dialami. Sedikit demi sedikit, ia berusaha untuk mengubah kebiasaan hidupnya. Dimulai dengan kebiasaan berjalan sebanyak lima ribu langkah per hari, Irfan yakin, dengan memperbaiki kualitas kebugaran fisik, akan berefek pada permasalahan hidupnya yang juga akan membaik. Harapannya, penonton, khususnya pelajar, tergerak dan termotivasi untuk membatasi screen time, menata ulang pola makan, aktif bergerak, dan merawat keseimbangan hidup melalui langkah-langkah kecil yang konsisten untuk menjadi pribadi yang sehat dan lebih baik. Kata-kata kunci: sedentary lifestyle, remaja jompo, non-communicable disease instagram:   / daffazudin