Wayang Orang - PANDAWA KURAWA LAHIR Bersama Sekar Budaya Nusantara

Raja Astina, Prabu Pandu Dewanata berkeinginan memiliki keturunan trah utama yang suatu saat mampu menggantikan dirinya. Namun oleh karena kesalahan yang pernah dilakukan Pandu (tidak sengaja membunuh sepasang kijang sedang berkasih-kasihan, jelmaan Begawan Kimindama), maka Prabu Pandu dikutuk tidak akan sempat mengasuh putra-putranya, untuk mengantisipasi kutukan tersebut, isteri Pandu, Dewi Kunthi memohon ijin menggunakan Aji Kuntha Wekasing Rasa Cipta Tunggal Tanpa Lawan, yaitu ajian meminta anugerah benih keutamaan dari para Dewata sehingga dewa menganugerahi sifat keutamaam kepada putra Pandu. Pertama-tama Kunthi ingin memiliki seorang anak yang jujur serta memiliki tata krama yang tinggi, maka dewa Darma menganugerahi benih keutamaan dan kelak lahir seorang putra yang bernama Puntadewa. Sedangkan putra kedua lahir berwujud bungkus (ketuban tidak pecah), hal ini dianggap sebagai aib, maka bayi tersebut diasingkan ke hutan dan suatu saat bungkus itu akan pecah atas pertolongan seekor Gajah. Bayi tersebut bernama Bima. Kunthi masih ingin memiliki seorang putra yang tampan tanpa cacat, maka Dewa Indra turun memberi benih anugerah putra satria pilihan dewa yang kelak bernama Arjuna. Sama halnya dengan Dewi Kunthi, Dewa Gendari (isteri Destarastra), juga ingin memiliki putra. Lebih dari 9 bulan usia kandungan belum juga melahirkan. Karena kesal dan iri, Gendari memukul-mukul perutnya sendiri sehingga keluarlah janin yang berwujud gumpalan darah yang kelak berwujud seratus orang anak yang disebut Kurawa. Credit : Sekar Budaya Nusantara