Semai (To Sow)
Semai (To Sow) merupakan sebuah dokumenter penjelajahan praktik ekonomi hijau di Indonesia yang tergambar di lima provinsi: Bali, Kalimantan Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan DKI Jakarta. Kelima kisah ini mewakili lima sektor utama dalam pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Keseluruhan praktik ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan inklusi sosial, serta menjaga lingkungan berkelanjutan. Semai merupakan konversi audiovisual dari riset yang dilakukan oleh para periset Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama para statisi dari Badan Pusat Statistik. Semai menggambarkan penjelajahan praktik ekonomi hijau di Indonesia melalui lima praktisi ekonomi hijau dalam menjawab berbagai tantangan yang ada, khususnya dalam menjamin keberlanjutan lingkungan dan sebagai wujud komitmen global terhadap penurunan gas rumah kaca. Antologi pertama dimulai dari Bali yang mewakili sektor pertanian. Cerita dikemudikan oleh Anak Agung Wedhatama, seorang entrepreneur bidang pertanian sekaligus ketua komunitas Petani Muda Keren yang memegang teguh nilai-nilai luhur pertanian dan menciptakan integrated value chain farming. Antologi kedua mewakili sektor energi. Bercerita tentang Ibu Karti yang tinggal di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Manggar, Kalimantan Timur. Merasa terdampak akan bau dan sampah, Ibu Karti lalu menginisiasi pengelolaan gas metana dan membantu perekonomian warga setempat. Sektor industri diwakili oleh antologi ketiga. Bercerita tentang Pak Balto yang tinggal di Desa Wotay, Pulau Seram, Maluku Tengah yang masyarakatnya memiliki setidaknya 50 pohon kelapa per kepala keluarga, namun pemanfaatannya belum maksimal. Pak Balto membuat ragam olahan produk dari kelapa untuk meningkatkan penghasilan masyarakat di Desa Wotay. Memotret dari sektor kehutanan, antologi keempat digerakkan oleh Mama Aleta dari Nusa Tenggara Timur. Antologi ini bertutur tentang perusahaan tambang yang masuk dan menghabiskan hutan, margasatwa, dan sumber mata air. Adalah Mama Aleta yang kemudian menginisiasi kegiatan-kegiatan penghijauan kembali apa yang telah dirusak oleh penambang. Terakhir, antologi tentang Jakarta, yang menjadi sumber dari permasalahan yang terjadi di Indonesia, sekaligus mewakili sektor limbah. Pada antologi ini, permasalahan sampah diangkat. Kepala sekolah SDN 07 Pulo Gadung menjadi penggerak cerita pada antologi ini. Solusi yang ditawarkannya terhadap persoalan sampah yang dihadapi di sekolah melalui pengolahan produk ramah lingkungan sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi. Semai (To Sow) telah terseleksi pada beberapa festival internasional, yaitu: Festival Film Science yang diselenggarakan oleh Goethe Institute, SUNCINE Barcelona Environmental Film Festival dan Handle Climate Film Festival di Shenzhen dan 15th International Kuala Lumpur Eco Film Festival 2023. Durasi 28.04 Menit | Bahasa Indonesia Supervisor Produksi: Sari Seftiani, Abdul Fikri Angga Reksa, Inayah Hidayati Produser: Penny Sylvania Putri Sutradara: Gravinda Putra Perdana Penulis Naskah: Penny Sylvania Putri, Adri Bintara Putra, Gravinda Putra Perdana, Jazuli Videographer: Robby Adwa, Raymon Sormin, Gravinda Putra Perdana, Adhi Nugraha, Nauval Tama, Adri Bintara Putra, Muhammad Yunus Patawari, Dewa Komang Ady Suryadinatha, Aditya Hans, Arief S. Hermawan, Jazuli Editor: Dewa Komang Ady Suryadinatha, Aditya Hans, Nauval Tama, Gravinda Putra Perdana, Arief S. Hermawan, Adri Bintara Putra Pengalih Bahasa: Sherinkeshia Usagi Arneta Syahnia, Noviastuti Putri Indrasari Copyright: Badan Pusat Statistik & Badan Riset dan Inovasi Nasional, 2022 ========== Tentang BRIN Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) adalah lembaga negara Republik Indonesia yang diamanatkan untuk melakukan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi. BRIN dibentuk untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional. Audio visual dengan ragam jenis yang ditayangkan di kanal YouTube BRIN diharapkan dapat membuka ruang dialog antara sivitas BRIN dengan publik. ========== Ketahui lebih banyak tentang BRIN melalui: Website: https://www.brin.go.id/ Twitter: / brin_indonesia Instagram: / brin_indonesia Facebook: / brin.indonesia Tiktok: / brin_indonesia

Cerita Liang Bua yang Mendunia

Ekspedisi Wonderland Indonesia (Eps. 12) Menyusuri keajaiban tanah sasak Lombok

How China–Kenya cooperation is transforming agriculture

Indonesian Coffee, Ready to Thrill International Tastes - National Geographic Indonesia

Webinar Kelas Pembelajaran Layanan Pengadaan “KEJAR LAYANGAN” | Seri 1

Incredible Process of 24k Pure Gold Extraction From Old PC RAM | How to Make Gold Into RAM

La Galigo: Literasi, Seni, dan Memori

How Kiwis Are Bred To Perfection In New Zealand | Big Business | Business Insider

LAMPA TOA MENUNGGU CAHAYA | INDONESIAKU (02/06/26)

Indonesia Is Getting Rich… But Something Is Wrong | Economy of Indonesia | Econ

Transforming Israel's Desert: Innovative Agriculture | FULL EPISODE | Insights on TBN Israel

Planter à tout prix - Des arbres pour sauver la planète ? | Documentaire | ARTE

Webinar Call for Proposal RIIM Kolaborasi Internasional JST 2nd Call on Bioenergy

What are some of the key issues facing Australia? - World Questions podcast, BBC World Service

Indonesia's Mysterious Srivijaya Kingdom That Thrived Over 1,000 Years Ago | The Mark Of Empire

US Farmers Use Both Robots And Machines To Harvest Millions Of Pounds Of Fruits And Vegetables

Majapahit: The Rise And Fall Of The Richest Trading Power Of The Ancient Spice Route

«Ich bin der Versöhner»: Björn Höcke über die Deutschen, ihre Identität und ihre Zukunft – Daily DE

Organic farming as a career choice: Italy’s young farmers | DW Documentary

