ANTIEK SAHILATUA MENUNTUT ROYALTI DARI LAGU-LAGU FRANKY SAHILATUA

Saat pembukaan PON (Pekan Olahraga Nasional) ke 20 yang digelar di Papua, lagu berjudul, 'Aku Papua' dinyanyikan oleh Michael Jakarimilena, Nowela Elizabeth Auparay dan Edo Kondologit. Rupanya pihak panitia pembukaan PON XX belum meminta ijin kepada Antiek Sahilatua, istri Franky Sahilatua selaku ahli waris. Tentu saja ada hak royalti dan hak ekonomi yang harus dibayarkan kepada ahli waris. Apalagi itu gelaran berskala nasional dan disiarkan oleh televisi. Dengan anggaran ratusan milyar. Jangankan dibayar royaltinya. Ijin saja tidak. Seperti tidak punya tata Krama. Begitu curhat Mbak Antiek kepada Cafe Puisi yang didampingi Igor, selaku pengacaranya. Dirinya sudah melapor ke pihak yang bertanggung jawab pada masalah ini. Dan sempat dipertemukan dengan pihak panitia. Akan tetapi pihak panitia yang telah mengambil lagu itu hanya meminta maaf saja. Tentu saja belum selesai persoalan. Sebab lagu itu ada yang punya. Dan harus membayar royalti. Peristiwa lagu digunakan tanpa ijin juga sudah dialami istri Franky Sahilatua ini. Saat pesta Asian Games juga lagu Kemesraan ciptaan Franky Sahilatua sempat dinyanyikan juga panitia tidak ijin dan tidak membayar royalti. Keluhnya. Cafe Puisi adalah bentuk talk show yang membahas tentang apa saja. Sekiranya materi tersebut menarik menurut pandangan kami, maka akan kami tampilkan. Baik itu tentang film, musik, lukis, kebudayaan, politik, agama atau sastra segala hal yang bisa disebut materi serius. Karena kami berharap penonton Cafe Puisi dapat sesuatu yang baik setelah menonton Cafe Puisi. Adapun kamasan dalam menyampaikan materi tersebut adalah talk show dibalut drama dengan bumbu komedi. Kita ingin menyampaikan dengan cara yang ringan. Dalam talk show itu digambarkan sedang ngobrol santai di sebuah cafe tapi bentuknya lebih mirip angkringan. Ini menggambarkan bahwa obrolan yang biasa dilakukan masyarakat awam. Isu Isu yang muncul dan kerap dibahas masyarakat awam dan dibahas tuntas di warung kopi. Sering disebut obrolan warung kopi. Tapi bagi kami sendiri, obrolan warung kopi itu obrolan yang sangat penting. Kerap kali yang dibahas tentang problem hidup keseharian. Diharapkan setelah didiskusikan. Di cafe puisi, akan menemukan titik terang. Setidaknya, dapat melihat persoalan lebih jelas. Sehingga ketika mengambil kesimpulan tidak didasari emosi yang membabi buta. Tapi penuh dengan keikhlasan. Kesimpulan sementara dari obrolan itu, akan disampaikan dalam bentuk puisi yang dibacakan oleh @MbahKi. Adapun @Bongsor sebagai salah satu host Cafe Puisi akan lebih giat bertanya kepada Nara sumber. Dan @CangDoni yang berperan sebagai penjaga cafe sesekali juga akan nyeletuk dengan gaya khasnya. Kekompakan dari Mbah Ki, Bongsor dan Cang Doni sangat dibutuhkan agar jalannya talk bisa mulus dan menarik. Cafe Puisi berharap selalu ada Nara sumber yang mau berbagi cerita dan keluhan atau membagi inspirasi di Cafe Puisi. Andaipun pada syuting hari itu misal tidak ada Nara sumber, atau seandainya nara sumber yang sudah disiapkan berhalangan hadir, maka tetap akan dilakukan syuting dengan mengandalkan dialog antar kami saja. Kami yakin, karena kami berangkat dengan ikhlas ingin menyampaikan kebenaran. Tentu saja kami akan berterima kasih jika semua mendukung untuk chanel ini. Dengan cara, kalau tayangan ini jelek atau kurang bermutu kritik kami. Tapi kalau ada manfaat sebarkan sebanyak banyaknya.