Mengapa Kita Sering Salah Berpikir? Belajar dari Mohisme

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana para filsuf Tiongkok kuno menyusun sistem penalaran mereka? Dalam video kali ini, LSF Discourse akan membahas salah satu warisan intelektual paling awal namun sering terlupakan dalam sejarah Tiongkok: Aliran Mohis (Mohisme). Didirikan oleh Mozi sekitar abad ke-5 SM, aliran ini menawarkan pendekatan yang sangat berbeda dari Konfusianisme. Jika Konfusius menekankan harmoni sosial, Mohisme justru berfokus pada pengamatan objektif, logika, dan pragmatisme. Kita akan membedah bagaimana kaum Mohis menggunakan bahasa sebagai fondasi berpikir logis melalui tiga kategori nama, serta bagaimana sistem klasifikasi mereka membantu kita menghindari kesalahan penilaian dalam kehidupan sehari-hari. Simak penjelasan lengkapnya untuk memahami mengapa ketepatan kriteria pembeda adalah kunci dari penalaran yang benar. Apa yang akan kita bahas: Sejarah singkat Mozi dan perkembangan Mohisme. Perbedaan mendasar antara Mohisme dan Konfusianisme. Tiga kategori nama dalam logika Mohis. Perbandingan pragmatisme Mohisme dengan logika Barat (Aristoteles). Pentingnya kriteria pembeda dalam menghindari kekeliruan berpikir. Jangan lupa untuk Subscribe dan aktifkan lonceng notifikasi untuk terus mengeksplorasi diskursus filsafat bersama kami! HOST: Dika Sri Pandanari #Filsafat #Mohisme #Logika #TiongkokKuno #LSFDiscourse #SejarahFilsafat #Mozi