Mengapa Kita Sering Salah Berpikir? Belajar dari Mohisme
Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana para filsuf Tiongkok kuno menyusun sistem penalaran mereka? Dalam video kali ini, LSF Discourse akan membahas salah satu warisan intelektual paling awal namun sering terlupakan dalam sejarah Tiongkok: Aliran Mohis (Mohisme). Didirikan oleh Mozi sekitar abad ke-5 SM, aliran ini menawarkan pendekatan yang sangat berbeda dari Konfusianisme. Jika Konfusius menekankan harmoni sosial, Mohisme justru berfokus pada pengamatan objektif, logika, dan pragmatisme. Kita akan membedah bagaimana kaum Mohis menggunakan bahasa sebagai fondasi berpikir logis melalui tiga kategori nama, serta bagaimana sistem klasifikasi mereka membantu kita menghindari kesalahan penilaian dalam kehidupan sehari-hari. Simak penjelasan lengkapnya untuk memahami mengapa ketepatan kriteria pembeda adalah kunci dari penalaran yang benar. Apa yang akan kita bahas: Sejarah singkat Mozi dan perkembangan Mohisme. Perbedaan mendasar antara Mohisme dan Konfusianisme. Tiga kategori nama dalam logika Mohis. Perbandingan pragmatisme Mohisme dengan logika Barat (Aristoteles). Pentingnya kriteria pembeda dalam menghindari kekeliruan berpikir. Jangan lupa untuk Subscribe dan aktifkan lonceng notifikasi untuk terus mengeksplorasi diskursus filsafat bersama kami! HOST: Dika Sri Pandanari #Filsafat #Mohisme #Logika #TiongkokKuno #LSFDiscourse #SejarahFilsafat #Mozi

Pentingnya Estetika dalam Filsafat | Martin Suryajaya

Apa Gunanya Nyamuk: Pertanyaan Filosofis dari Seorang Entomolog Damayanti Buchori | Chronicles #39

UM Bicara | Sejarah Kedaulatan Politik - Prof. Dr. Hariyono

Mengunjungi Makam LAKSAMANA CHENG HO | Nusantara Dalam Catatan Cheng Ho

Haruki Murakami: The Writer Who Made Loneliness Beautiful

Can Belief Be Quantified? - Adilan Mahdiyasa | Chronicles #37

Mengapa Kita Tidak Pernah Benar-Benar Menjadi Diri Sendiri?

Thousands of Indonesian Children Taken to the Netherlands | Bocor Alus Politik

FAHRUDDIN FAIZ : GEN-Z PERLU KONTEMPLASI AGAR LEBIH FOKUS DAN TAHAN BANTING.

Japanese Dark Jazz 1970s | She Wore a Black Kimono

But what is a Laplace Transform?

ROCKY GERUNG STUNNED BY SHERLY TJOANDA'S WAY OF THINKING: This Conversation Has Many People Starting

Kisah Sun Yaoting

Marx: Alienation and private property

Prof. Judy Fan: Cognitive Tools for Making the Invisible Visible

C.G. Jung's 1957 Interview • Enhanced & Subtitled

Ngobrol filsafat bersama Dr. Martin Suryajaya | DiscourseTalk #14

Bookcast Discourse: Filsafat Politik

Lecture 1: Introduction to China's History
![You’ll stop using ChatGPT after listening to this | Jonathan Pageau [ARC 2026]](https://i.ytimg.com/vi/yZUuKzDQSsI/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLAXTozuIcoGA_3ys1pkvHYXgL8C4Q)
