~

Kau pahlawan separuh jiwaku... Kau relakan seluruh jiwa ragamu... Kasihmu tak pernah meminta... Namun selalu memberi segalanya.. Letih kau sembunyikan di balik senyuman... Lelah kau peluk dengan penuh keikhlasan... Hanya ingin melihat masa depanku cerah... Kini jejakmu menjadi saksi hidupku... Yang selalu mengingatkan akan kenanganmu... Baru kusadari setelah kau pergi... Besarnya pengorbanan kasih sayangmu... Yang tak sempat kubalas... Sedikit pun... Kini hanya doa... Yang mampu kutitipkan... Untuk ayah... Yang telah lebih dulu pulang... Ayah... Tulusnya kasih sayangmu... Bagai mentari... Yang menghangatkan duniaku... Membimbingku bangkit... Saat hampir terjatuh... Menjadi terang... Di setiap langkah hidupku... Kini namamu terlupa di dunia... Namun jasamu takkan pernah sirna... Meski ragamu telah lama tiada... Kau tetap hidup... Di setiap doaku... Maafkan aku... Yang dulu mengabaikan... Setiap petuah... Dan nasihat yang kau bisikkan... Kini aku baru menyadarinya... Sesalku sekarang tak berarti... Andai waktu... Sudi berputar sekali lagi... Ingin kupeluk dirimu... Sepenuh jiwa... Janji patuh... Dan bakti kepadamu... Maafkanlah aku... Ayah......... Ayah... Tulusnya kasih sayangmu... Bagai mentari... Yang menghangatkan duniaku... Membimbingku bangkit... Saat hampir terjatuh... Menjadi terang... Di setiap langkah hidupku... Kini namamu terlupa di dunia... Namun jasamu takkan pernah sirna... Meski ragamu telah lama tiada... Kau tetap hidup... Di setiap doaku... Tidak ada yang mampu... Mengganti hadirmu... Dan jika rindu ini... Tak lagi mampu terucap... Biarlah doa... Yang terus memeluk namamu... Ayah... Terima kasih... Untuk segalanya...