Literasi Sebagai Jembatan Tradisi dan Generasi_2026 | Danda Saputra

Video ini menceritakan perjalanan seorang penari jathil yang tumbuh di tengah tradisi Reog, tetapi dahulu hanya menjalani setiap gerakannya tanpa benar-benar memahami maknanya. Latihan demi latihan ia lalui sebagai rutinitas, hingga sebuah pertanyaan sederhana dari seorang anak kecil yang membuatnya tersadar bahwa ia bisa menari, tetapi belum mampu menjelaskan arti dari tradisi yang ia jaga. Sejak saat itu, ia mulai belajar memahami budaya melalui membaca, menulis, berdiskusi, dan memanfaatkan media digital sebagai sarana untuk mengenalkan nilai-nilai tradisi kepada orang lain. Dari proses itu aku menyadari bahwa literasi bukan hanya kemampuan membaca teks, melainkan juga kemampuan memahami, merawat, dan mewariskan nilai kehidupan. Betapa pentingnya literasi itu diperlukan di era generasi saat ini. Tradisi akan tetap hidup jika kita tidak hanya menampilkannya, tetapi juga memaknainya. Mari “Merawat tradisi & Membumikan Literasi Di Tanah Ponorogo” #lombavideokontenliterasiponorogo @disperpusipponorogo