DOKUMENTER JAMAS PUSAKA KANGJENG SUNAN KUDUS 1442 H

DOKUMENTER JAMAS PUSAKA KANGJENG SUNAN KUDUS 1442 H Jamas berasal dari bahasa Jawa yang berarti mencuci. Penjamasan dilakukan untuk merawat dan menjaga keris agar bebas dari karat, serta untuk menampakkan pamor keris, ciri khas dari sebilah keris karya empu jawa kuno. Kiai Cinthaka adalah keris milik Kangjeng Sunan Kudus. Tangguh atau estimasi jaman keris ini diperkirakan berasal dari era Majapahit akhir. Sedangkan dapur atau bentuk atau bilah kerisnya adalah berdapur “Penimbal” yang memiliki makna kebijaksanaan dan Kekuasaan. Adapun pamor Keris Kiai Cinthaka adalah “Wos Wutah” yang melambangkan kemakmuran, keselamatan, dan kepasrahan kepada Allah SWT. Dan emas yang menempel di gandhik keris adalah jenis “Kinatah Panji Wilis” yang merupakan simbol topeng emas untuk wajah keris. Penjamasan Keris Kiai Cinthaka dilakukan satu tahun sekali, yaitu pada hari Senin atau Kamis pertama setelah hari Tasyrik, atau tanggal 11 sampai dengan 13 Dzulhijjah. Pada tahun ini jatuh pada hari Kamis, 16 Dzulhijjah 1441 H bertepatan dengan 6 Agustus 2020 TU. Menjelang pelaksanaan penjamasan, biasanya cuaca selalu dalam keadaan “timbreng” tidak dalam terik matahari, tidak pula mendung, apalagi hujan. Penjamasan Keris dipimpin oleh KH. Ahmad Badawi Basyir dengan dibantu juru jamas H. Faqihuddin. Adapun tempatnya adalah di sebelah utara pendapa Tajug Menara Kudus. Sebelum dimulai penjamasan, terlebih dahulu dilakukan Ziarah ke pasarean makam Kangjeng Sunan Kudus. Seusai ziarah, dengan diiringi bacaan shalawat, petugas mengambil dan menurunkan keris Kiai Cinthaka, yang berada dalam peti, dan diletakkan di bagian atas Pendapa Tajug. Peti berisi keris tersebut, kemudian diserahkan kepada sang kiai untuk mulai dilakukan proses penjamasan. Setelah dikeluarkan dari peti dan dibuka kain pembungkusnya, sang kiyai menyerahkan keris kepada petugas penjamas. Keris terlebih dulu dilepas dari hulunya, karena yang dijamas hanya bilah atau bagian utama keris. Dari pendapa tajug, bilah keris kemudian dibawa ketempat penjamasan, yakni disamping gapura kompleks makam. Penjamasan dimulai dengan membasuh wilah keris menggunakan “banyu landa”, yaitu air rendaman merang ketan hitam, kurang lebih sebanyak tiga basuhan. Selanjutnya, wilah keris direndam dalam air jeruk nipis, serta menggosoknya dengan beberapa butir jeruk nipis, kemudian dibersihkan dengan sikat kecil. Setelah dirasa bersih, wilah keris dikeringkan dengan cara dijemur di atas brambut atau sekam ketan hitam. Untuk menjaga bentuk pamor agar tetap terlihat dan terawat, wilah keris dibasuh menggunakan warangan, yaitu cairan kimia khusus yang telah dipersiapkan. Untuk memastikan warangan telah merasuk, keris dipijat dengan halus. Penjamasan diakhiri dengan membasuh lagi wilah keris menggunakan banyu landa. Setelah itu kembali dikeringkan dengan sekam hitam, lalu dilap dengan kain putih. Keris Kiai Cinthaka kemudian diberi weangian dengan mengoleskan minyak yang tidak ada kandungan alkohol sama sekali (alcohol free). Setelah sesaat diangin-anginkan agar minyk kering dan meresap, wilah keris kemudian dipasangkan kembali ke pegangan atau ukirannya, kemudian dimasukkan ke warangkanya, penjamsan pun selesai. Keris Kiai Cinthaka yang telah selesai dijamas kemudian kemudian dibungkus kembali dan dimasukkan kedalam peti penyimpanan. Dan dengan iringan bacaan shalawat dari hadirin, keris dikembalikan ke tempatnya semula, yaitu diatas pendapa Tajug Menara Kudus. Selain keris, dua trisula yang biasa terpasang di sisi mihrab atau pengimamam Masjid al-Aqsha, juga turut dijamas. Setelah tahapan penjamasan selesai, dilangsungkan pembacaan Tahlil bersama. Sebagai pelengkap disajikan hidangan berupa “jajan pasar” yaitu makanan berupa aneka jajan tradisional yang dibeli pada pagi hari di pasar, menjelang pelaksanaan jamasan. Yang tak kalah menarik, dihidangkan pula nasi dan masakan opor ayam panggang, yang konon merupakan menu kesukaan Kangjeng Sunan Kudus Produser H. Em. Nadjib Hassan Sutradara Miftah Ali Penulis H. Em. Nadjib Hassan Kameramen Miftah Ali Rofi’i Afa Editor Miftah Ali Musik Suluk Tajug Menara Pengisi Narasi Miftah Ali Narasumber H. Em. Nadjib Hassan H Faqihuddin Mbah Suharno Pak Anis Terimakasih kepada pengurus Yayasan Masjid Menara & Makam Sunan Kudus, panitia Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus 1442 H, MQ Picture, MQ Sound, Pak Ipung Elang Mas dan semua pihak yang terlibat membantu terciptanya film ini Ikuti terus update terbaru dari channel kami. Jangan lupa subscribe, like, share and comment.. Dukung terus channel Official Menara Kudus agar terus berkembang dan memberikan manfaat

SUNAN KUDUS: SANG EKSEKUTOR DAN PENEGAK HUKUM DEMAK! | JASMERAH - Irfan Afifi
▶︎

SUNAN KUDUS: SANG EKSEKUTOR DAN PENEGAK HUKUM DEMAK! | JASMERAH - Irfan Afifi

CUPLIKAN PEMBUATAN LUWUR MAKAM KANGJENG SUNAN KUDUS || BUKA LUWUR 1443 H
▶︎

CUPLIKAN PEMBUATAN LUWUR MAKAM KANGJENG SUNAN KUDUS || BUKA LUWUR 1443 H

Kisah Perajin Keris Empu KRT Subandi: Antara Mitos, Budaya, dan Nilai Ekonomi
▶︎

Kisah Perajin Keris Empu KRT Subandi: Antara Mitos, Budaya, dan Nilai Ekonomi

Maestro Keris - A Documentary film
▶︎

Maestro Keris - A Documentary film

DOCUMENTARY OPENING LUWUR SUNAN MURIA 1446 H - Cinematic Film Documentary
▶︎

DOCUMENTARY OPENING LUWUR SUNAN MURIA 1446 H - Cinematic Film Documentary

BUTET SRAWUNG - KENAPA SULTAN HB X TOLAK PUSAKA TUNGGUL WULUNG BASMI COVID19 ?
▶︎

BUTET SRAWUNG - KENAPA SULTAN HB X TOLAK PUSAKA TUNGGUL WULUNG BASMI COVID19 ?

FILM MELIHAT INDONESIA: PUSAKA SANG EMPU
▶︎

FILM MELIHAT INDONESIA: PUSAKA SANG EMPU

Pengajian Umum - KH. Habib Umar Al-Muthohar (Semarang) || Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus 1447 H.
▶︎

Pengajian Umum - KH. Habib Umar Al-Muthohar (Semarang) || Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus 1447 H.

KAROMAH & AJARAN HIDUP SUNAN KALIJOGO SERI#2 | JATENGPOS TV
▶︎

KAROMAH & AJARAN HIDUP SUNAN KALIJOGO SERI#2 | JATENGPOS TV

How 1,200-Year-Old Keris Daggers Tradition Is Fighting To Survive | Still Standing
▶︎

How 1,200-Year-Old Keris Daggers Tradition Is Fighting To Survive | Still Standing

Hikayat Keris Aeng Tong Tong
▶︎

Hikayat Keris Aeng Tong Tong

Seeing the Relics of the Walisongo at the Great Mosque of Demak Museum | NU Online
▶︎

Seeing the Relics of the Walisongo at the Great Mosque of Demak Museum | NU Online

SEJARAH SUNAN KALIJOGO ASLI DARI JURU KUNCI SERI#1 | JATENGPOS TV
▶︎

SEJARAH SUNAN KALIJOGO ASLI DARI JURU KUNCI SERI#1 | JATENGPOS TV

Seserahan Abon Abon Jamasan Pusaka Sunan Kalijogo, Demak - Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
▶︎

Seserahan Abon Abon Jamasan Pusaka Sunan Kalijogo, Demak - Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

He Spent Tens Of Thousands Collecting Over 700 Keris Blades | Hobsessions
▶︎

He Spent Tens Of Thousands Collecting Over 700 Keris Blades | Hobsessions

Makam Sunan Kudus, Pengalaman Ziarah yang Mengubah Hidup
▶︎

Makam Sunan Kudus, Pengalaman Ziarah yang Mengubah Hidup

PELEPASAN LUWUR MAKAM KANGJENG SUNAN KUDUS | BUKA LUWUR 1443 H
▶︎

PELEPASAN LUWUR MAKAM KANGJENG SUNAN KUDUS | BUKA LUWUR 1443 H

A closer look at Sunan Giri's Heirloom Keris
▶︎

A closer look at Sunan Giri's Heirloom Keris

Asal Usul Yogyakarta! Kisah Sri Sultan Dan Hubungan Gaib Keraton Dengan Ratu Kidul
▶︎

Asal Usul Yogyakarta! Kisah Sri Sultan Dan Hubungan Gaib Keraton Dengan Ratu Kidul

The Origins of Kudus City: The Story of Sunan Kudus' Struggle | Central Javanese Folklore | Nusan...
▶︎

The Origins of Kudus City: The Story of Sunan Kudus' Struggle | Central Javanese Folklore | Nusan...