syair kebangkitan tasawuf sumpah gak ada bosannya saat dengerin

Maksud di balik Syair Kebangkitan Tasawuf Dunia - Shiddiqiyyah Subhanalloh Alhamdulillah Astaghfirulloh Atas berkat rohmat Alloh yang maha kuasa Syair Kebangkitan Tasawuf dunia ini adalah syair yang diajarkan oleh Syekh Muchtarulloh Al Mujtaba Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah kepada murid-murid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia. Syair ini dapat ditelusuri bersumber dari syair Syekh Islam Burhanuddin dalam kitab Ta'limul Muta'alim. Syair ini memiliki makna mendalam dalam konteks pengetahuan hakikat atau tasawuf, yang sering berfokus pada pemahaman spiritual dan pencarian makna yang lebih dalam dalam kehidupan. Dalam konteks ini, syair tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berikut: "أخـو الـعـلم حـي خــالـد بـعـد مــــــوتـه , وأوصـاله تحـت التراب رمـيم" (Akhul 'ilmi hayyun kholidun ba'da mautihi) Terjemahan: "Orang berilmu tetap hidup setelah kematiannya, meski tulang-belulangnya berada di bawah tanah." Dalam konteks tasawuf atau ilmu hakikat, ini bisa menggambarkan konsep bahwa ilmu hakikat yang mendalam atau hakikat ilahi tidak terbatas oleh batasan fisik atau waktu. Orang-orang yang mengabdikan diri untuk mengejar ilmu hakikat atau tasawuf dianggap hidup secara hakikat dan memiliki warisan yang berharga yang dapat memengaruhi orang lain bahkan setelah kematiannya. Pengetahuan hakikat ini dianggap abadi dan jauh melebihi tubuh dan dunia fisik. "وفـى الجَـهل قـبل الموتِ مـوتٌ لِاَهْـله ، واجسادهم قبـل القبــورِ قـبورٌ" (Wa fil jahli qoblal mauti mautun li ahlihi, wa ajsaduhum qoblal quburi quburun) Terjemahan: "Dan di dalam kebodohan, sebelum kematian mereka sudah mati, dan jasad mereka, sebelum dikubur, adalah kuburan." Dalam konteks tasawuf, ini bisa menekankan bahwa hidup dalam kebodohan atau tanpa pemahaman hakikat dapat menyebabkan "kematian" rohani. Orang-orang yang hidup dalam kebodohan dianggap tidak memiliki pemahaman yang dalam tentang makna sejati kehidupan dan mungkin dianggap "mati" secara rohani. Tubuh mereka sebelum dimakamkan dianggap sebagai "kuburan" karena mereka hidup tanpa pemahaman hakikat yang mendalam. Dengan kata lain, syair ini menggambarkan perbedaan antara orang yang mencari ilmu tasawuf dan orang yang hidup dalam kebodohan atau tanpa pemahaman tasawuf. Orang-orang yang memiliki pengetahuan tasawuf dianggap memiliki kehidupan yang lebih berarti dan mendalam, sementara orang yang hidup dalam kebodohan tasawuf dianggap hidup dalam kekangan yang dapat menyebabkan "kematian" rohani. Inspirasi Pembuatan Video Dari Syair kebangkitan Tashawuf ini Adalah : Dari Beliau SANG MAHA GURU Syech muchtarulloh Al - Mujtaba Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia Deskripsi : Singer ( Artist ) : Kim Mendayu Feat Arina Mulyati Arranged : TaufiqAw Mixing & Mastering By TaufiqAw Video By Firman J Rabani [ Vay Gokiel ] Producer :: Kimron Doni ( Kim Mendayu )    • syair kebangkitan tasawuf sumpah gak ada b...