KESENDIRIAN | MONOKUNTS
teks monolog: Sepi.. sepi.. Ada suara jangkrik, ada suara kodok. Aku ini bisa disebut sebagai seseorang yang membenci hiruk pikuk. Tidak suka keramaian, aku adalah pendamba gelap malam, penikmat keheningan, dan juga mencintai kesendirian Bukan karena tiada seseorang yang menemaniku, bukan juga dendam kebencian yang berapi-api. Hanya saja, ketenangan justru dapat dirasakan lewat kesenyapan keadaan. Karena sesungguhnya dirimu memang sendiri. Ya, dilahirkan sendiri, kemudian matipun sendiri. Dan yang lain perlahan akan pergi, kecuali yang masih peduli. Entah sekarang, nanti, sementara, atau mungkin selama. Aku tak tahu. Lalu di antara monolog dengan diri sendiri, aku tidak pernah merasa sendiri, tidak merasa sepi, tidak pernah merasa kesendirian. Walaupun kontras di antara dialog yang memenuhi langit-langit ruangan, aku nampaknya tidak begitu memperdulikannya. Kata orang-orang aku adalah seorang yang egois. Entah itu baik atau itu buruk, aku tak tahu. Yang terkadang orang lain hanya melihat separuh saja bukan seutuhnya. Kemudian kesendirianku seringkali memberi makna, makna akan kehidupan sebenarnya. Kebahagiaan bersamanya, tawa kecil dari bibirnya, lekuk senyumnya nan indah, serta tatap matanya yang begitu ku rindukan. Ia abadi di dalam kenangan, yang selalu aku ingat di dalam kesendirian.. (end) . . . Terima kasih sudah menonton.. Semoga menghibur dan bermanfaat.. Jangan lupa like, komen, share, dan SUBSCRIBE . . Tags: #dramamonolog monolog teater, drama monolog, monolog singkat, teater monolog, contoh monolog, drama monolog singkat, pementasan drama, pementasan teater, dramaturgi.

Pertunjukan Teater Monolog "Amir Nasution" oleh Teuku Rifnu Wikana

Stanislav Krapivnik: Russlands Wut kocht über – Steht ein EU-Russland-Krieg bevor?

Lingkungan Sekolah | MONOKUNTS

NEGERI HAHA HIHI | Gusmus | Peri Sandi Huizche

03_Monolog_Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP ULM - "Tolong" Karya N. Riantiarno - Adijah

Ulrich Siegmund spielt diese Aufnahme ab – und plötzlich steht Merz mit dem Rücken zur Wand!

Monolog Teater | Haruskah Rasa Ditahan? | #suatuKarya

Drama Monolog - “Aku dan Cerita Ayah” - Fragmen dari Novel “Ayahku Bukan Pembohong” Karya Tere Liye

Video Pembacaan Puisi_Sebuah Jaket Berlumur Darah_Taufiq Ismail #UNY #bacapuisiUNY #FSPIUNY2023

HOME - MonologTeaterKoma

Koruptor Budiman - Teater Sendratasik

Monolog "Si Korban Bully" Naskah oleh Prima Nucifera

Monolog | Aku Ini Apa? - Ardi Kamal

PEMENANG 1 LOMBA MONOLOG LASASTRA 5 KE-21, SMAN 5 BOGOR, 7 DAN 8 NOVEMBER 2022 | DOK. IIS WIATI

monolog | hanya ingin terbang. #monolody

KABARET LUCU & SEDIH - ZAENUDIN & HAYATI | TEATER TAHTA 2023
![[Parade Monolog 2020]: PEREMPUAN DI TITIK NOL](https://i.ytimg.com/vi/_S6Gqv18RlY/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLCPY65DSFmDh8lzZb2jM4uvPOKYCA)
[Parade Monolog 2020]: PEREMPUAN DI TITIK NOL

Incredible Street Performers – Caught on Camera

FLS3N 2026 _ Monolog Tema : Ekspresi Seni Melestarikan Alam By : Marfel Yonatan Halawa

