"Footsteps of Faith, Our Godly Parents" (Cipt. Arnol Worang)

Puji Tuhan, berikut deskripsi lagu: Footsteps of Faith, Our Godly Parents Ada jejak yang tidak pernah hilang—jejak doa, air mata, kasih, dan iman yang ditinggalkan oleh orang tua yang setia kepada Tuhan. Mereka mungkin tidak mewariskan harta yang melimpah, tetapi mereka meninggalkan warisan yang jauh lebih berharga: mengenalkan Kristus kepada anak-anak mereka, mengajarkan Firman-Nya, dan menuntun mereka berjalan di jalan kebenaran. "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." (Amsal 22:6) Waktu mungkin memisahkan. Jarak dapat membentang, bahkan kematian dapat memisahkan untuk sementara. Namun kasih seorang ayah dan ibu yang dibangun di dalam Kristus tidak pernah berakhir. Doa-doa yang pernah mereka naikkan di hadapan takhta Allah tetap hidup dalam pemeliharaan-Nya. Pada waktu-Nya, Tuhan bekerja dengan cara yang sering tidak terlihat, memanggil, memulihkan, dan memberkati setiap anak sesuai dengan kehendak-Nya. "Aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu." (2 Timotius 1:5) "#Footsteps of Faith, Our Godly Parents" adalah penghormatan bagi para orang tua yang memilih tetap setia berjalan bersama Tuhan, sekalipun harus mengorbankan kenyamanan, meneteskan air mata, dan menanggung pergumulan demi keselamatan anak-anak mereka. Lagu ini mengingatkan bahwa setiap doa yang dipanjatkan dengan iman tidak pernah sia-sia, karena Kristus tetap berkarya melampaui ruang, waktu, dan bahkan perpisahan. Pokok-Pokok Penekanan Orang tua Kristen dipanggil menjadi teladan iman sebelum menjadi pemberi nasihat. Pendidikan rohani di rumah merupakan warisan yang nilainya melampaui segala kekayaan dunia. Kesetiaan mengajar Firman Tuhan sejak dini membentuk hati anak untuk mengenal Sang Juruselamat. Doa orang tua adalah pelayanan kasih yang terus bekerja, bahkan ketika mereka tidak lagi dapat mendampingi secara langsung. Perpisahan karena jarak maupun kematian bukanlah akhir dari pengaruh iman yang telah diwariskan. Kristus mendengar setiap doa yang dipanjatkan dengan kasih dan pada waktu-Nya menggenapi kehendak-Nya bagi anak-anak yang didoakan. Warisan terbesar orang tua bukanlah nama, kedudukan, atau harta, melainkan kehidupan yang membawa anak-anak mengenal Yesus. Pengharapan orang percaya tidak berhenti pada perpisahan, tetapi berpuncak pada janji perjumpaan kembali di dalam Kerajaan Allah. "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu." (Kisah Para Rasul 16:31) Kiranya lagu ini menjadi ungkapan syukur bagi setiap orang tua yang telah menapaki jejak iman, sekaligus menjadi pengingat bagi setiap anak untuk menghargai doa, pengorbanan, dan teladan yang telah diwariskan. Jejak iman mereka akan terus hidup hingga hari ketika Kristus datang kembali dan keluarga yang setia dipersatukan dalam sukacita yang kekal.