Momentum Pembuktian - Bedah Editorial MI

MetroTV, PELIMPAHAN penyidikan perkara tiga kasus korupsi yang menyeret Febrie Adriansyah, bekas Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus, dari Polri ke Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Sabtu (11/7) lalu menjadi pertaruhan penting bagi Korp Adhyaksa. Masyarakat menanti sejauh mana Kejagung mampu memanfaatkan momentum untuk menciptakan kepercayaan dengan memeriksa mantan pejabatnya sendiri yang tersandung kasus hukum secara independen. Apalagi, delik pidana yang disangkakan kepada Febrie ialah dugaan korupsi dan pencucian uang di tiga kasus hukum sekaligus. Ada yang yakin Kejagung bisa melakukan itu. Namun, ada pula yang meragukan keberanian dan profesionalitas Kejagung dalam menangani kasus mantan petingginya tersebut. Namun, Kejagung pasti tak mau larut dalam keraguan publik. Kejaksaan tentu tak mau dan tidak boleh berdiri di persimpangan. Kasus korupsi kali ini tentunya akan menjadi ajang bagi Kejagung untuk membuktikan diri sebagai cabang pemerintahan yang merdeka, bebas dari intervensi kekuasaan dalam menegakkan keadilan. Sebagai organ pemerintah dalam menegakkan hukum, kasus itu justru menjadi ruang Kejagung menunjukkan objektivitas dan profesionalitas kerjanya. Tanpa pandang bulu, semua pihak yang tengah berhadapan dengan hukum harus diberikan keadilan seutuhnya. Asas equality before the law mesti ditegakkan oleh perangkat hukum sehingga tiap orang mesti diperlakukan sama di hadapan hukum, apa pun jabatannya dan dari mana pun asalnya. Apalagi, konstitusi sudah mengamanatkan bahwa Negara Indonesia adalah negara hukum. Itu artinya hukum mesti panglima di negeri ini. Siapa pun harus tunduk pada perintah itu jika tak ingin dikatakan telah melawan konstitusi. Kesamaan kedudukan tiap warga negara di hadapan hukum itu artinya tiap orang memiliki akses yang sama pada keadilan serta proses peradilan, tanpa diskriminasi. Dengan demikian, dalam perannya sebagai lembaga penuntut sekaligus pembela negara, Kejagung harus membuktikan diri mampu menangani kasus yang menjerat mantan petingginya dengan profrsional dan objektif. Bisa dibilang tak sulit, namun juga tidak sepenuhnya mudah. Namun mau tak mau, suka tak suka, Kejagung harus menjalankan itu jika tak ingin publik kian kehilangan kepercayaan terhadap penegak hukum. Penanganan kasus yang menimpa Febrie Adriansyah menjadi sebuah ujian tersendiri bagi Kejagung. Objektivitas dan profesionalitas tentunya tak bisa hanya ditunjukkan lewat kata-kata. Dua hal itu harus ditunjukkan lewat langkah nyata sehingga masyarakat melihat tiadanya konflik kepentingan dalam proses penyidukan. Jika Kejagung bisa menjalaninya, hal itu akan mampu menaikkan tingkat kepercayaan masyarakat pada penegakan hukum yang saat ini masih berada di titik rendah. Bukan hanya itu, kredibilitas pemerintah saat ini pun bakal menanjak karena mampu memberikan kepastian hukum. Efeknya, masyarakat akan kembali percaya hukum sebagai panglima, bukan kekuasaan sebagai penentu nasib hukum. Pamor kepastian hukum akan membuat negeri ini bermartabat, yang pada gilirannya investasi pun akan berdatangan. Jelang perayaan HUT Kemerdekaan ke-81 RI, Kejagung harus memanfaatkan momentum penyidikan bekas pejabatnya itu. Keadilan dan kepastian hukum menjadi salah satu tujuan kita bernegara. Namun, publik juga harus aktif mengawasi jalannya proses hukum itu agar tetap di jalur yang sesuai koridornya. Proses kasus tersebut harus dipastikan bersih dari campur tangan pihak-pihak lain, termasuk intervensi kekuasaan. Menuju usia satu abad, sudah saatnya negeri ini di fase hukum yang tegak, bukan yang masih bisa belok ke sana-sini, atau bahkan sudah rebah. Salah satu momentum penting ialah saat ini, ketika Kejagung sanggup membalikkan keraguan bahkan pesimisme publik menjadi kepercayaan yang tidak lagi di persimpangan. #FebrieAdriansyah #KasusKorupsiKejagung #Jampidsus #HukumIndonesia #KejaksaanAgung ----------------------------------------------------------------------- Follow juga sosmed kami untuk mendapatkan update informasi terkini! Website: https://www.metrotvnews.com/ Facebook:   / metrotv   Instagram:   / metrotv   Twitter:   / metro_tv   TikTok:   / metro_tv   Metro Xtend: https://xtend.metrotvnews.com/

(FULL) Eks Jampidsus Tersangka Tabir Besar Terungkap? | Rakyat Bersaura
▶︎

(FULL) Eks Jampidsus Tersangka Tabir Besar Terungkap? | Rakyat Bersaura

[FULL] HOTROOM - TEROR BOM BIKIN GEGER
▶︎

[FULL] HOTROOM - TEROR BOM BIKIN GEGER

Mahfud MD on Prosecutor Case Bartering: This Corruptor Deserves the Death Penalty, Prof ⁉️ | #Int...
▶︎

Mahfud MD on Prosecutor Case Bartering: This Corruptor Deserves the Death Penalty, Prof ⁉️ | #Int...

Korupsi Jumbo,  Saut Situmorang sebut Eks Jampidsus Tak Mungkin Main Sendirian
▶︎

Korupsi Jumbo, Saut Situmorang sebut Eks Jampidsus Tak Mungkin Main Sendirian

Judge Issues Warning! Roy Suryo’s Legal Counsel Repeatedly Questions Criminal Law Expert at Pretr...
▶︎

Judge Issues Warning! Roy Suryo’s Legal Counsel Repeatedly Questions Criminal Law Expert at Pretr...

Attorney General's Office Spokesperson Press Conference on Latest Developments in Former Special ...
▶︎

Attorney General's Office Spokesperson Press Conference on Latest Developments in Former Special ...

Faisal Assegaf: Amerika Yang Akan Capek Sendiri | Catatan Demokrasi tvOne
▶︎

Faisal Assegaf: Amerika Yang Akan Capek Sendiri | Catatan Demokrasi tvOne

🔴LIVE | EKS JAMPIDSUS TERSANGKA, TABIR BESAR TERUNGKAP? | RAKYAT BERSUARA (14/07)
▶︎

🔴LIVE | EKS JAMPIDSUS TERSANGKA, TABIR BESAR TERUNGKAP? | RAKYAT BERSUARA (14/07)

MAHFUD MD JAWAB PERTANYAAN, HARUSKAH JAKSA AGUNG MUNDUR?
▶︎

MAHFUD MD JAWAB PERTANYAAN, HARUSKAH JAKSA AGUNG MUNDUR?

[FULL] KEJAGUNG UNGKAP KEBERADAAN FEBRIE ADRIANSYAH HINGGA PERKEMBANGAN KASUS
▶︎

[FULL] KEJAGUNG UNGKAP KEBERADAAN FEBRIE ADRIANSYAH HINGGA PERKEMBANGAN KASUS

Eks Jampidsus Bisa Lolos? Penyerahan Perkara Tuai Kritik! Bivitri: Rawan, DPR: Polisi Terlalu Pintar
▶︎

Eks Jampidsus Bisa Lolos? Penyerahan Perkara Tuai Kritik! Bivitri: Rawan, DPR: Polisi Terlalu Pintar

Ada Pertarungan Satgas hingga Bintang 1, Said Didu Cerita Mencekamnya Keadaan di Bawah
▶︎

Ada Pertarungan Satgas hingga Bintang 1, Said Didu Cerita Mencekamnya Keadaan di Bawah

ADA ORDAL? Eks Kepala BAIS Bongkar Cara Polisi Buka Brankas di Kafe de Clan Kasus Korupsi Febrie
▶︎

ADA ORDAL? Eks Kepala BAIS Bongkar Cara Polisi Buka Brankas di Kafe de Clan Kasus Korupsi Febrie

'Hindi tayo titigil n'yan': Chiz sa palitan ng pahayag nina Sison, Luistro | ABS-CBN News
▶︎

'Hindi tayo titigil n'yan': Chiz sa palitan ng pahayag nina Sison, Luistro | ABS-CBN News

🔴LIVE | EKS JAMPIDSUS TERSANGKA, TABIR BESAR TERUNGKAP? | RAKYAT BERSUARA (14/07)
▶︎

🔴LIVE | EKS JAMPIDSUS TERSANGKA, TABIR BESAR TERUNGKAP? | RAKYAT BERSUARA (14/07)

FBI Dilibatkan Cek Barang Bukti Kasus Febrie! Soroti Masalah Besar Dalam Proses Hukum?
▶︎

FBI Dilibatkan Cek Barang Bukti Kasus Febrie! Soroti Masalah Besar Dalam Proses Hukum?

EMOSIONAL! Roy Suryo Tunjukkan Ijazah Doktor Asli dari UNJ, Bantah Tuduhan Ijazah Palsu
▶︎

EMOSIONAL! Roy Suryo Tunjukkan Ijazah Doktor Asli dari UNJ, Bantah Tuduhan Ijazah Palsu

KASUS FEBRIE MEMANAS: Eks Kepala BAIS Ungkap Cara Polisi Buka Brankas Kafe de Clan | Rakyat Bersuara
▶︎

KASUS FEBRIE MEMANAS: Eks Kepala BAIS Ungkap Cara Polisi Buka Brankas Kafe de Clan | Rakyat Bersuara

Eks Penyidik KPK Bongkar! Kepala Daerah Korup Demi Bayar ‘Utang Politik’?!
▶︎

Eks Penyidik KPK Bongkar! Kepala Daerah Korup Demi Bayar ‘Utang Politik’?!

🔴BREAKING NEWS - Kejagung Update Berkas Penyidikan Kasus Korupsi & TPPU Seret Eks Jampidsus
▶︎

🔴BREAKING NEWS - Kejagung Update Berkas Penyidikan Kasus Korupsi & TPPU Seret Eks Jampidsus