Menelusuri Jejak Kehidupan Manusia Purba di Lereng Gunung Lawu GUA TLORONG JENAWI KARANGANYAR
Sahabat IWK kali ini kita explorasi misteri guo tlorong di jenawi Misteri adannya kehidupan manusia purba yang hidup jutaan tahun silam sebelum terjadinya gempa dasyat Megatrust dikaki Gunung Lawu mulai terkuak. Salah satu bukti adannya kehidupan manusia purba diyakini pernah hidup dilereng Gunung yang dahulu bernama Wukir Mahendra itu beada di sebuah gua bernama Tlorong. Gua Tlorong sendiri terletak di Dusun Segawe, Desa Lempong, Jenawi, Karanganyar. Digua yang pernah dijadikan tempat persembunyian Maha Raja Majapahit Brawijaya V dan pengikutnya sebelum naik kepuncak Gunung Lawu ini bisa ditemukan adannya bekas telapak tangan manusia raksaksa menempel didinding. Tak hanya bekas telapak tangan yang diyakini telapak tangan manusia purba, di gua tlorong sendiri juga ditemukan bekas tengkorak monyet yang sudah menjadi batu, kerang raksaksa yang menempel didinding dan peralatan dapur seperti kapak yang terbuat dari batu. Kapak ini kerap digunakan manusia purba untuk beraktifitas seperti berburu hewan dan untuk melindugi diri. Salah satu dosen upn veteran yogjakarta teknik geologo membenarkan bila manusia purba pernah hidup didalam gua tlorong. "Yang tinggal di gua ini bukan koloni tapi keluarga. Dari hasil peneliti ahli geologi UPN Yogyakata bisa dibuktikan kalau di gua itu dulunya tempat tinggal manusai purba yang ada kaitnnya dengan situs sangiran. Ini bisa dibuktikan dengan adannya artefak-artefak yang ada di gua, serperti ada bekas tengkorak monyet, kerang raksasa. Tapi kalau masyarakat awam tidak bisa melihat bukti yang menempel didinding gua. Yang harus menjelaskan orang geologi. Didekat sungai yang ada di dalam gua ada alat peralatan rumah tangga manusia purba seperti kapak batu dari hasil penelitian, alasan mengapa manusia purba pernah hidup didalam gua itu dikarenakan ciri khas manusia purba selalu tinggal didaerah yang dekat dengan aliran sungai. Dan kebetulan didalam gua tersebut terdapat aliran sungai. Dan ciri lainnya, manusia purba selalu tinggal didaerah dimana kebutuhan pokok mereka bisa tercukupi. "Disini ada namannya gunung pawon karena distu batunya mirip peralatan didapur, terus ada watu kuti, watu gong dan watu kelir. Konon mereka (Manusia Purba) membuat peralatan itu dari batu kuti," Hanya saja, hasil dari penelitian, gua tlorong sebenarnya bukan asli dari kaki Gunung Lawu. Gua ini, ungkap dosen ediyanto, bisa berada di Desa Lempong hasil dari evolusi bumi yang terjadi jutaan tahun lalu. Karena terjadi pergeseran lempeng bumi cukup dasyat jutaan tahun silam, akhirnya gua ini berada di desa Lempong. "Menurut penelitian, gua (Tlorong) itu bukan asli disitu. Tapi berasal dari laut selatan, tepatnya daerah disekitar Pacitan yang bergeser saat bumi mengalami evolusi hebat. Apalagi karena disitu termasuk daerah patahan,"terangnya. Terlepas adannya bukti bila manusia purba pernah hidup di gua tersebut, keindahaan gua tlorong yang coba diolah menjadi salah satu destinasi wisata sangat luar biasa. Menurut edi yanto dosen geologi ( upn veteran yogjakarta ) , selain gua tlorong, ada dua gua lainnya yang menyambung. Mulut gua pertama, dinamakan gua lowo. Dinamakan gua lowo karena bila hendak masuk, pengunjung terpaksa harus merangkak karena akses masuk yang sempit. Setelah masuk, nanti didalam gua lowo tersebut ada sebuah ruangan yang dahulunya menjadi tempat tinggal manusia purba. "Ada ruang cukup besar seperti ruang tamu kira-kira bisa menampung 15 orang bisa di situ. Kemudian harus merayap lagi kira-kira dua meter lagi nanti ketemu ruang yang sedikit lebih besar lebih tinggi. Disitu aada dua jalan, yang ke kiri itu menuju ke sungai bawah tanah, dan yang kanan ektrim karena letaknya lebih tinggi ruanganny tinggi ada stalaknik yang belum jadi. Terus jalan naik agak curam, nanti kira-kira 50 meter ketemu yang namannya gua tembus. Pintu keluarnya ada diatas gua. Cuma kita tak bisa keluar kalau tak ada tali untuk naik keatas. Jadi sekalipun didalam gua,tidak pengap, karena ada sirkulasi udara dari atas. Dukung channel ini lebih berkembang lagi dan bersemangat buat conten2 lgi dengan bagikan video ini dan jangan lupa subscribe cannel ini. info wisata karanganyar Wisata buper plesera tawangmangu • WISATA ALAM BUPER PLESERAN YANG TERSEMBUNY... Wisata gunung gamping • MENIKMATI PESONA ALAM GUNUNG GAMPING TAWAN... Wisata kebun markisa jumantono • WISATA KEBUN MARKISA DI JUMANTONO KARANGANYAR Wisata sakura hills tawangmangu • wisata sakuharahills tawangamangu karangan... Wisata telaga mardida Ngargoyoso • Wisata telaga mardida dan sosialisasi mema... #wisataalam #guatlorong #infowongkaranganyar

THE MYSTERY OF THE HIDDEN CAVE IN MOUNT LAWU

Goa Tlorong | Goa Alam Alami di Jenawi

NGERI !!! GUNUNG MERAPI DARI DEKAT !

Best Prayers To Fall Asleep | Peaceful Bible Sleep Talk Down To Invite God's Presence

ROY SURYO: JOKOWI PINJAM BAJU RAJA... DITOLAK SANG RAJA...!!!

If It Hadn't Been Filmed, Nobody Would Believe It... 1000 Shocking Moments!

Penemuan gua purba dengan sosok penunggu yang aneh di pelosok Boyolali

Viral ! KETURUNAN MAJAPAHIT MASIH HIDUP TINGGAL DI GUNUNG HUTAN JATI KABUH JOMBANG DENGAN BAHASA INI

Homo Sapiens Menjadi Spesies Terhebat | SEJARAH UNTUK TIDUR

6 TEMPAT PALING ANGKER YANG BERSEJARAH DAN PENUH MISTERI DI WONOGIRI

Murottal Pagi Pembuka Rezeki | Surah Al Waqiah,Yasin,Ar Rahman,Al Mulk | murottal alquran merdu

Sumur jolotundo gunung lawu - air jolotundo yg berkasiat

Uncovering the Mystery of Mount Lawu & Ruwat Majapahit at Planggatan Site
![[DOKUMENTER] 7 Mata Air Sakti Sapta Tirta Peninggalan Pangeran Sambernyawa](https://i.ytimg.com/vi/Z7kdDqYlKQA/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLC68dxcM8TakmKlTTW1yiY1Coo4PA)
[DOKUMENTER] 7 Mata Air Sakti Sapta Tirta Peninggalan Pangeran Sambernyawa

A Remote Village Hidden Inside a Giant Cave

The 100-Minute Talk Is Just an Excuse|EP.100

SURVIVING 15 YEARS IN THE FOREST!! NEVER EXPECTED A BRAVE WOMAN TO BE LIVING IN AN ABANDONED HOUSE

Kenapa Pejabat Sekarang Makin Sembarangan Bicara?

Viral! The palace on Mount Lawu is famous internationally and is going viral in Central Java.

