MAKAM+MUSIUM KH MAS UBAIDILLAH tambak sumur sidoarjo
#makam #masubaidah #kh #ubaidillah #tambaksumur #sidoarjo #zainalabidin #ulama KH MAS UBAIDILLAH adalah salah 1 penerus perjuangan KH ZAINAL ABIDIN dalam hal syiar agama di daerah TAMBAK SUMUR waru sidoarjo Mas Baidah dikenal sosok yang unik dan penyabar. Hampir setiap hari pondok atau padepokannya dikunjungi ratusan tamu. “Mas Baidah keturunan ke 4 dari KH Zainal Abidin dan keturunan ke 12 dari Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati Seperti diketahui KH Mas Ubaidah merupakan sosok kyai yang sabar dan suka menolong orang dikenal maupun tidak dikenal. Kyai Mas Ubaidah sendiri dulu pernah mondok di PP Darul Ulum di Rejoso Jombang sewaktu dipimpin KH Romli pendiri pertama PP Darul Ulum, Rejoso Jombang. Saudara kandung Kyai Mas Ubaidah adalah Mas Mas Khodijah, Mas Muhajir, Mas Hasan, Mas Husein, Mas Maryam, Mas Fathoni semua saudaranya tersebut sudah berpulang tinggal Kyai Mas Ubaidah yang meneruskan perjuangan ayah serta kakek buyutnya nasab beliau KH MAS UBAIDILLAH bin KH MAS SYEKH NIDHOMUDDIN bin Mbah SIROJUL MUNIR bin Mbah USTADZ bin Mbah ZAINUL ABIDIN Beliau bukan hanya tokoh, tapi juga panutan dan penuntun warga. Bukan hanya warga Tambaksumur, tapi juga Sidoarjo dan daerah-daerah lain di Indonesia," . Sehari-hari almarhum dikenal sebagai orang yang sangat bersahaja. Meski tidak punya pondok pesantren, saban hari ada puluhan atau bahkan ratusan orang dari berbagai daerah datang ke kediamannya di sebelah makam desa itu untuk bertemu dan meminta doa. Tapi tidak semua orang bisa bertemu. Bahkan yang rela menginap di sekitaran rumah juga kerap tidak berkesempatan ketemu," Berstatus famili saja,tidak mudah untuk bertemu Kiai Mas Ubaidah. Diantaranya, cerita bahwa sejak muda Kiai Mas Ubaidah merupakan sosok yang luar biasa. Sejak belia sampai tua, almarhum tidak pernah ngerasani orang lain. Bahkan jika ada teman yang ngerasani, langsung diminta untuk dihentikan. Selain itu, sejak di pondok juga beliau senang sekali riyadhoh. Utamanya ke makam-makam sesepuh dan pendiri pondok," Dan yang membuatnya penasaran, selama ini kerap diberitahu bahwa ketika hari Jumat Kiai Mas Ubaidah berangkat Salat Jumat ke Makkah. Tentu cara berangkatnya bukan seperti manusia pada umumnya. Cerita lain tentang Kiai Mas Ubaidah, disebut beberapa warga bahwa almarhum merupakan, seorang penjaga Desa Tambak Sumur. Kerap kali ketika hendak ada marabahaya, almarhum berjalan keliling desa. "Seperti saat akan ada puting beliung besar beberapa waktu lalu, beliau juga keliling desa. Kami yakin doa beliau mustajabah, desa ini aman dari amukan musibah itu, Selama ini Kiai Mas Ubaidah tinggal bersama beberapa santrinya. beliau sempat beberapa kali menikah tapi tidak dikaruniai keturunan. pada tgl 3 -9 -2018 Kyai berusia 80 tahun itu meninggal dalam perawatan di RS Mitra Keluarga Waru sekitar pukul 08.48 WIB. Mas Baidah meninggal karena menderita sakit lambung. Ia di rawat di rumah sakit sudah beberapa hari. Mas Baidah juga dikabarkan keluar masuk rumah sakit atas penyakit yang dideritanya. Pemakaman dilakukan di makam milik keluarga almarhum yang berada di dekat masjid yang juga masih satu area dengan tempat tinggal almarhum semasa hidup. demikian sedikit cerita biografi KH MAS UBAIDILLAH (tambak sumur),,,waru sidoarjo di ambil dr beberapa sumber yg insya ALLOH bs di percaya kurang lebih nya mohon maaf yg sebesar2 nya semoga keberkah an senantiasa kita dapat ,,dgn bil khormat ma beliau wasalam
