FLS3N 2026 “Cabang Tari SD Negeri 004 Marangkayu” Tari Jepen Sirap Begenjoh

Sinopsis Tari “Jepen Sirap Begenjoh” Tari Jepen Sirap Begenjoh merupakan tari kreasi yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat pesisir Kutai Kartanegara yang lekat dengan budaya Melayu dan nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Tarian ini mengangkat rutinitas anak-anak petani di sawah yang penuh semangat, keceriaan, serta kebersamaan dalam membantu menjaga padi hingga siap dipanen. Garapan tari ini menggunakan dasar gerak tari Jepen khas Kutai Kartanegara yang dipadukan dengan pengembangan gerak kreatif dan dinamis, sehingga menghadirkan nuansa energik namun tetap mempertahankan pakem dan ciri khas budaya Melayu Kutai. Iringan musik tingkilan yang dikemas dengan sentuhan kekinian semakin memperkuat suasana ceria, hangat, dan penuh semangat khas masyarakat pesisir. Melalui gerak-gerak yang lincah dan harmonis, para penari menggambarkan anak-anak yang membantu orang tua mereka menjaga sawah dari gangguan burung dengan menggunakan topi caping sebagai pelindung dari terik matahari serta alat pengusir burung sebagai bagian dari aktivitas di ladang. Namun di balik tanggung jawab tersebut, terselip kebahagiaan masa kecil yang sederhana. Mereka bercengkerama, bermain bersama teman sebaya, serta menikmati permainan tradisional dengan penuh suka cita di sela-sela menjaga padi. Tarian ini juga menggambarkan nilai kehidupan masyarakat Kutai Kartanegara yang menjunjung tinggi kebersamaan, gotong royong, kesederhanaan, serta rasa syukur atas hasil alam yang diberikan. Dengan penuh semangat dan hati yang gembira, anak-anak terus mengusir burung hingga tiba masa panen, sebagai simbol harapan dan kerja keras masyarakat petani dalam menjaga sumber kehidupan mereka. Jepen Sirap Begenjoh menjadi representasi kehidupan masyarakat yang bersinergi dengan alam, budaya, dan nilai kemasyarakatan, dibalut dalam sajian tari yang ceria, energik, dan penuh makna untuk generasi muda.