Sakral, Prosesi Jumat Agung di Kota Larantuka

Pada tahun 1500-an, Larantuka sangat kuat menjalani tradisi tua kekatolikan dengan devosi Katolik kepada Bunda Maria sebagai pusat iman. Melalui Maria, seseorang akan sampai kepada Yesus. Dalam tradisi Larantuka, serangkaian ritual rohani dan upacara keagamaan ini disebut dengan Semana Sancta (semana = seminggu/sepekan, sancta = kudus) atau dalam tradisi Gereja Katolik disebut dengan pekan suci. Semana Santa di Larantuka tidak bisa dilepaskan dengan warisan Portugis untuk Indonesia baik secara umum dan khususnya untuk Larantuka. Orang Katolik Larantuka masih tetap mewarisi ritual keagamaan yang ditinggalkan bangsa Portugis itu secara lengkap. Sejarah tradisi menjadi jawaban atas terjadinya hal ini. Tradisi ini dibawa oleh Portugis yang datang untuk berdagang rempah-rempah, termasuk cendana dari Pulau Solor dan Timor pada abad ke-16 yang berpusat di Lohayong, Solor Timur, Flores Timur. Pada awalnya, setelah menaklukkan Bandar Malaka tahun 1511, kapal-kapal dagang milik Portugis berlayar menuju Kepulauan Maluku dan Kepulauan Banda untuk mencari rempah-rempah. Sebagian kapal-kapal Portugis itu ada yang bergerak tajam ke arah selatan ketika melewati Laut Flores atau Laut Banda. Mereka singgah di pulau-pulau yang menghasilkan kayu cendana putih yang tumbuh subur di sana. Jenis kayu ini sudah sejak lama menjadi barang dagangan yang dicari oleh para pedagang-pedagang asal Tiongkok dan dipakai sebagai bahan pembuatan dupa, minyak wangi, dan peti mati yang berbau wangi. Menurut Pradjoko, harga kayu cendana ini di Pelabuhan Canton bisa mencapai tiga kali lipat dibandingkan dengan harga di Pulau Timor. Sejak saat itulah, kepulauan di wilayah Nusa Tenggara Timur mulai berinteraksi dengan bangsa Portugis, tak terkecuali wilayah di Flores Timur beserta kota-kotanya. Pada tahun 1515, Portugis membangun kekuatannya di dua wilayah yang berada di Flores sebagai tempat singgah sebelum ke Pulau Timor, yakni Kabupaten Ende dan Larantuka. Larantuka sendiri dipilih karena letaknya yang strategis, tidak menghadap laut lepas, dan terlindungi oleh dua pulau di depannya, yakni Pulau Solor dan Pulau Adonara, serta teluknya yang tenang dan indah. Selanjutnya, Portugis lebih memusatkan kekuatannya di Pulau Solor, tepatnya di Lohayong dan Larantuka ditinggalkan.Pada tahun 1561, Solor didatangi oleh kaum misionaris Dominikan yang memulai misi Katolik di sana. Ketika Belanda menyerang Solor pada tahun 1613 dan benteng pertahanan yang dibangun Portugis di Lohayong berhasil direbut, Portugis mengalami kekalahan dan melarikan diri bersama beberapa pribumi yang sudah memeluk Katolik ke Larantuka sebagai wilayah yang aman. Dalam pelarian tersebut ada hal yang menarik di dalamnya, yaitu ketika komandan garnisun Belanda di Solor membelot dan menggabungkan diri dengan Portugis di Larantuka serta memeluk Katolik. Ketika berada di Larantuka itulah, imam-imam Portugis datang kepada Raja Larantuka dan mempermandikan raja beserta keluarganya menurut iman Katolik. Mulai saat itu juga, muncul semboyan di Larantuka, yaitu “raja adalah penguasa wilayah, penguasa pemerintahan, adat, dan agama”. Pelabuhan Larantuka selanjutnya berkembang dengan cukup pesat. Kapal-kapal dari Jawa dan Tiongkok rutin menyinggahi dan mendatangi Larantuka. Pada tahun 1641, terjadi pengungsian besar-besaran orang Portugis dari Kabupaten Malaka ke Larantuka bersama orang Melayu-Malaka yang telah memeluk agama Katolik karena Malaka berhasil direbut. Pengungsian besar-besaran inilah yang diduga juga membawa patung-patung dan benda-benda kerohanian Katolik ke Larantuka. Para imigran ini membangun dua pemukiman baru, yaitu di desa Wureh dan desa Konga, Titehena, Flores Timur. Mereka menikah dengan wanita-wanita pribumi dan membentuk sebuah komunitas masyarakat baru. Mereka lantas disebut dengan orang Topas, sedangkan orang Belanda menyebutnya dengan Zwarte Portugeesen (Portugis hitam) yang bisa dikenali dari kulit mereka yang berwarna gelap. Namun, orang-orang yang tinggal di Larantuka, Konga, dan Wureh menyebut mereka dengan sebutan Larantuqueiros (orang dari Larantuka). Pada tahun 1645, Raja Larantuka bernama Olla Adobala dipermandikan oleh seorang imam Katolik Portugis. Olla Adobala kemudian menyandang nama DVG (Don Fransisco Olla Adobala Diaz Viera Ghodinho). Para penerusnya lantas memerintah dan membangun Kerajaan Larantuka secara Katolik. Olla Adobala juga menyerahkan tongkat emas kerajaan pada Bunda Maria Reinha Rosari. Ratu Kerajaan Larantuka sesungguhnya adalah Bunda Maria Reinha Rosari dan keturunan dari Don Fransisco Olla Adobala Diaz Viera de Godinho (DVG) adalah wakil-wakilnya di dunia. Raja hanya bergerak di bidang keagamaan menjadi conferia (pemimpin perserikatan) dengan bendera keloba (gurita). Prosesi Jumat Agung dan pekan Semana Santa-pun mulai diberlakukan secara rutin sejak tahun 1736. Prosesi Semana Santa sebelumnya memang pernah dilakukan, tetapi belum teratur. #semanasanta2023 #semanasantalarantuka #sejarahsemanasanta #larantukantt

Prosesi Jumat Agung di Larantuka Jadi Wisata Religi
▶︎

Prosesi Jumat Agung di Larantuka Jadi Wisata Religi

KUDUSLAH TUHAN || Lagu Kudus
▶︎

KUDUSLAH TUHAN || Lagu Kudus

The ONLY 5 CENTURIES OLD CATHOLIC Holy Week Tradition in LARANTUKA 🇮🇩⁉️
▶︎

The ONLY 5 CENTURIES OLD CATHOLIC Holy Week Tradition in LARANTUKA 🇮🇩⁉️

TIMELAPSE — Young Girl Builds a Secret Survival Bunker Behind Her Home in 30 Days
▶︎

TIMELAPSE — Young Girl Builds a Secret Survival Bunker Behind Her Home in 30 Days

Iran Shocked! A female US F16 fighter jet pilot took off at full speed in an emergency situation
▶︎

Iran Shocked! A female US F16 fighter jet pilot took off at full speed in an emergency situation

Most Incredible Cruise Ship Videos Ever Captured
▶︎

Most Incredible Cruise Ship Videos Ever Captured

Salve Choir Feat Nita Nahak & Lidia Nahak (Violis)_You Raise Me Up
▶︎

Salve Choir Feat Nita Nahak & Lidia Nahak (Violis)_You Raise Me Up

EXCITING‼️HOMILY OF THE ORDINATION OF THE NEW BISHOP OF THE DISCIPLE OF LARANTUKA
▶︎

EXCITING‼️HOMILY OF THE ORDINATION OF THE NEW BISHOP OF THE DISCIPLE OF LARANTUKA

My Golden Retriever Heals a Terrified Rescue Kitten in Just 3 Meetings!
▶︎

My Golden Retriever Heals a Terrified Rescue Kitten in Just 3 Meetings!

The procession to send off Tuan Ma and Tuan Ana to the Reinha Rosari Cathedral Church in Larantuka
▶︎

The procession to send off Tuan Ma and Tuan Ana to the Reinha Rosari Cathedral Church in Larantuka

Incredible Safari Moments Caught on Camera
▶︎

Incredible Safari Moments Caught on Camera

Suasana Kota Larantuka Memasuki Semana Santa
▶︎

Suasana Kota Larantuka Memasuki Semana Santa

Prosesi Jumat Agung SEMANA SANTA jadi Perhatian DUNIA😱⁉️ Prosesi LAUT Hanya Ada di LARANTUKA, NTT🇮🇩
▶︎

Prosesi Jumat Agung SEMANA SANTA jadi Perhatian DUNIA😱⁉️ Prosesi LAUT Hanya Ada di LARANTUKA, NTT🇮🇩

Make Headlights Like Crystal Clear with Aluminum Foil-This Crazy Trick Actually Works!
▶︎

Make Headlights Like Crystal Clear with Aluminum Foil-This Crazy Trick Actually Works!

Amazing Takeoff at Saba Airport! Pilot Risks Everything on the World’s Shortest Runway
▶︎

Amazing Takeoff at Saba Airport! Pilot Risks Everything on the World’s Shortest Runway

Pementasan Kisah Sengsara Yesus Saat Prosesi Logu Senhor
▶︎

Pementasan Kisah Sengsara Yesus Saat Prosesi Logu Senhor

When Animals Surprise Photographers in the Sweetest Way! 😍
▶︎

When Animals Surprise Photographers in the Sweetest Way! 😍

Revealing The SPECIAL TECHNIQUE Of A Pakistani Man To EXTRACT GOLD From Used Motherboard Waste
▶︎

Revealing The SPECIAL TECHNIQUE Of A Pakistani Man To EXTRACT GOLD From Used Motherboard Waste

USKUP KEUSKUPAN LARANTUKA MGR. YOHANES HANS MONTEIRO MENYAPA @LiliTedja
▶︎

USKUP KEUSKUPAN LARANTUKA MGR. YOHANES HANS MONTEIRO MENYAPA @LiliTedja

Bodybuilder got serious at this point||Anatoly gym prank
▶︎

Bodybuilder got serious at this point||Anatoly gym prank