LIVE TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 79 Kehangatan Davina Dan Sena Seperti Sediakala
Senyuman yang Kembali Pulang: Kehangatan Davina dan Sena Seperti Sediakala Getaran Hati di Halaman Rumah Langkah kaki Davina dan Sena bergema pelan di area teras rumah mewah itu. Pintu baru saja tertutup di belakang mereka, menyisakan keheningan yang canggung namun manis. Di dalam benaknya, Davina tidak mampu membendung rasa bahagia yang meletup-letup. Davina "Akhirnya Papa udah nggak benci Sena lagi. Bahkan Mama dan Jihan juga mendukung Sena kerja di Kusuma Food. Berarti mulai besok dan seterusnya, aku bakalan ketemu Sena terus dong di kantor? Jadi nggak jauh-jauhan lagi, dan Sena nggak menghindar dari aku lagi." Davina menatap Sena dengan senyum tipis yang anggun. Namun, di sisi lain, Sena berdiri dengan tatapan lurus, menyimpan ambisi dan kelegaan tersendiri yang bergolak di dalam dadanya. Sena "Akhirnya... gue bisa kembali masuk ke keluarga Kusuma lagi dengan posisi jabatan sebagai manajer ini. Gue bakal jauh lebih leluasa buat masuk ke sistem data perusahaan Kusuma Food untuk selidiki lagi soal Rian. Dan selain itu, gue nggak perlu menjauh lagi dari Davina. Karena jujur, lama-lama gue juga ngerasa udah nyaman banget kalau ada di dekat dia." Kecanggangan Sebuah Pamitan Sena berbalik, hendak melangkah menuju gerbang luar. Namun, ada sesuatu yang menahan langkahnya. Begitu pula dengan Davina. Mereka berbalik secara bersamaan, membuat kata-kata mereka bertabrakan di udara. Sena: "Davina, oh..." Davina: "Kamu duluan aja..." Sena: (Terkekeh canggung) "Duluan, duluan, duluan..." Davina: "Eh nggak, saya cuman mau bilang... sampai ketemu besok." Sena tertegun sejenak melihat binar di mata Davina, lalu melangkah sedikit mendekat. Davina: "Kamu mau ngomong apa?" Sena: (Gugup, meraba jemarinya) "Ah... mau... mau ngomong... mau pamit." Davina: (Tersenyum tipis) "Oh, oh iya. Kamu pulang naik apa? Saya antar aja." Sena: (Melambaikan tangan cepat-cepat) "Nggak usah, nggak usah, nggak usah. Saya tadi udah pesan ini... ojek. Paling sebentar lagi sampai." Davina: "Beneran?" Sena: "Iya beneran. nanti capek bolak-balik antar saya. Oh, nih, nih! Ojeknya udah sampai. Sena memandang taksi roda dua yang kini berhenti di depan pagar pekarangan. Sena: "Ya, terima kasih. Saya izin pamit dulu. Sampai ketemu..." Davina: (Tersenyum menggoda, membungkuk sedikit) "...Pak Manajer." Sena: (Tersenyum lebar) "Sampai ketemu besok... Baik, sampai ketemu besok, Ibu..." Davina: (Menyahut cepat) "MD! Managing Director Marketing." Sena: (Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal) "Ah, Marketing Director... Maaf, saya emang norak." Sena bergegas menghampiri sang pengemudi ojek yang sudah menunggu beberapa saat. Sena: "Iya... oh, Pak, Pak, maaf nunggu ya." Davina: (Berteriak kecil dari teras) "Hati-hati ya!" Sena: "Iya, ya. Mari, mari... Mari!" Sambungan Telepon di Larut Malam Di tempat lain, ponsel Sena bergetar. Layarnya menampilkan nama Davina. Sena yang sedang menatap koper besar yang baru saja tiba di kamarnya, langsung menggeser tombol hijau. Davina: "Hai..." Sena: "Halo, Mbak. Maaf, saya ganggu nggak?" Davina: "Nggak, nggak. Nggak ganggu sama sekali." Davina: (Langsung pada intinya) "Kopernya udah sampai belum?" Sena: (Melihat ke arah koper di lantai) "Ah, ini... emang yang... memang mau saya bahas." Davina: (Mengembuskan napas lega) "Alhamdulillah... koper udah sampai, Mbak?" Sena: "Ini bener Mbak yang kirim?" Davina: "Iya, iya, saya yang kirim. Kenapa dikembalikan lagi ke saya? Papa kan besok minta kamu dadakan udah masuk kantor. Saya pikir kan kamu pasti kan nggak ada baju, kan? Jadi, ya saya kasih aja baju-baju kamu yang waktu itu. Soalnya kan di sini juga nggak dipakai, kamu pasti bakalan lebih butuh gitu, biar nggak usah repot-repot beli lagi." Sena terdiam di seberang telepon, tersentuh oleh perhatian kecil yang begitu besar dari wanita itu. Keheningan Sena membuat Davina tiba-tiba merasa tidak enak. Davina: "Kenapa? Kamu nggak mau terima ya?" Sena: (Cepat-cepat menyela) "Ah, enggak, enggak, Mbak... Eh, iya, besok... pasti saya pakai." Davina: (Senyumnya merekah kembali di bibirnya) "Ya udah, oke. Selamat istirahat, Sena. Sampai jumpa besok." Sena: "Iya, sampai besok. Selamat istirahat." Sambungan telepon terputus, meninggalkan kehangatan yang menjalar di dada mereka berdua, menyambut hari esok yang baru di kantor Kusuma Food #terikatjanji #sena #davina #terikatjanjihariini #liveterikatjanji

Terikat Janji Minggu 21 Juni Eps 79 Full Durasi #Terikat Janji

TERIKAT JANJI EPS 77: SENA PUSING‼️ DAVINA COCOK JADI IBU BHAYANGKARI? - Arya Saloka, Asha Assuncao

#momscorner 102 Daehoon Na | Korean Parenting Styles Instilled in Children

Murottal Pagi Pembuka Rezeki | Surah Al Waqiah,Yasin,Ar Rahman,Al Mulk | murottal alquran merdu

VIRAL LAGI DEH! JAWABAN ASBUN YANG BIKIN NGAKAK GULING-GULING! | ARISAN BEST MOMENT (21/06/26)

Dikhianati Tunangan, gadis nikahi si miskin, tak duga ia miliarder! Setelah nikah sangat dimanjakan
![[FULL] BEM UI Challenges Prabowo-Gibran to a Debate | On Point with Adisty #79](https://i.ytimg.com/vi/jp6lmj4KNo0/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLCaz_-yAsLogmJNti0vxmLwSxNB-g)
[FULL] BEM UI Challenges Prabowo-Gibran to a Debate | On Point with Adisty #79

🌸 Flowers Blooming Time-Lapse | Healing Music to Quiet the Mind & Calm the Soul

PERANG YOM KIPPUR..!!

Danantara Beranak Pinak, Buat Apa? | Jelasin Dong!

BOUND BY A PROMISE EPS 77: DAVINA LET SENA BE KICKED OUT BY MAYANG⁉️ - Arya Saloka, Asha Assuncao

TRAILER TERIKAT JANJI EPISODE 79 HARI INI 22 JUNI 2026 Dibalik Dekapan Erat Terbongkarnya Identitas

MENYAMBUT HUT JAKARTA | ARISAN BEST MOMENT (21/06/26)

BAROK MERATAPI NASIB !!!

Surah Al Waqiah سورة الواقعة | Heart touching best voice with Relax recitation | Al-Taqwa TV

Calming Jazz In Forest Living Space Ambience | Elegant Jazz Music & Nature Therapy For Deep Relaxing

Pengemis diremehkan diusir Istri ternyata Miliarder Misterius, diperebutkan Wanita Cantik utk nikah!

Roy Suryo and Dr. Tifa Arrested: Do Jokowi’s Lawyer and Susno Duadji Have Differing Views on Lega...

WAITING UPON THE LORD | HOW TO BE RENEWED & REFRESHED IN GOD'S PRESENCE | WAIT ON GOD

