Tapak Siring, Pekon Tertua Peninggalan Zaman Kerajaan
SUKAU (12/8/2025) – Pekon Tapak Siring, Kecamatan Sukau, Lampung Barat, dikenal sebagai pekon tertua dan memiliki banyak pusaka ratusan tahun, benda bersejarah peninggalan kerajaan, dan pemandian keramat Way Sukau atau Air Sukau. Kecamatan Sukau memiliki 10 pekon, satu di antaranya merupakan pekon tertua Tapak Siring. Peratin M Sanimbar bertekad memajukan Pekon Tapak Siring agar dikenal luas. Peratin mendatangi lamban bihu atau rumah raja dan bertemu dengan keturunan Raja Adipati Seberak Bumi dan melihat benda peninggalan sejarah. Pekon Tapak Siring memiliki benda-benda berusia ratusan tahun milik Raja Adipati Seberak Bumi. Benda bersejarah tersebut berupa pusaka keris dengan kondisi terawatt, tanduk kerbau kiambang atau tungkah kiambang panjangnya lebih satu meter, tombak atau payan, bambu berisi darah seorang putri cantik yang perebutkan para raja zaman dahulu. Ada juga pemandian air keramat Way Sukau, makam Raja Adipati Seberak Bumi, dan benda-benda peninggalan sejarah lainnya. Revi Aska Jaya Raja Penata Marga, keturunan Raja Adipati Seberak Bumi, mengatakan beberapa peninggalan sejarah masih terawat dan tersimpan rapi di lamban bihu. Tanduk kerbau kiambang dahulu dipakai raja untuk melepas masa lajang. Bambu berisi darah seorang putri cantik bernama Irawati usia 20 tahun. Karena kecantikannya, para raja berebut untuk memeprsuntingnya. Perebutan gadis cantik menimbulkan kekacauan dan nyaris terjadi pertumpahan darah atau peperangan. Karen aitu putri Irawati rela mengakhiri hidupnya sendiri melalui tangan sang ayah. Peratin M Sanimbar mengatakan Tapak Siring merupakan pekon religius dengan makam raja dan Air Sukai terletak tidak jauh dari pemandian Way Sukau. Tokoh masyarakat Tapak Siring, Sirot, mengatakan air sukau atau way sukau adalah aliran air yang berdekatan dengan makam Raja Adipati Seberak Bumi. Tempat ini dipercaya membawa keberuntungan, menyembuhkan berbagai penyakit, dan membuat seseorang betah tinggal di Pekon tapak Siring. Walaupun merantau jauh nantinya akan kembali ke Tapak Siring. Sekretaris Pekon Tapak Siring Hendri Saputra menyebut Tapat Siring sebagai pekon tertua dan masih melestarikan rumah tradisional berbentuk panggung. Suasana asri menambah Pekon Tapak Siring bernuasa religi. Benda peninggalan sejarah Raja Adipati Seberak Bumi terawat dan sering dikunjungi warga luar daerah. @lampungtelevisi.com

Norwegen – Frankreich Highlights | Gruppe I, FIFA WM 2026 | sportstudio

The West Lampung DPRD inspected the Srimulyo BNS SPPG.

Rahasia Gelap 7 Tahun di Ruko Glodok: Misteri Lenyapnya Bos Tua yang Terkubur Semen Tertutup

7 Days With the Tribe That BREATHES Underwater (Bajau Sea Nomads)

China RELEASED 1.2 MILLION RABBITS Into the Desert — What Happened Next SHOCKED Scientists!

SMKN 1 Liwa: Dari Jantung Lampung Barat,Lahir Generasi Terampil yang Siap Menaklukkan Dunia Industri

Inside the English Longbow: How 6,000 Welsh Archers Defeated 30,000 French Knights (Full Process)

WWII: The Rise And Fall of the Luftwaffe | Rare And Restored Archival Footage

Dangerous Grindstone Installation in 1971

MAHFUD MD: JANGAN ABAIKAN SUARA MAHASISWA!

Ferry Latuhihin : KEPERCAYAAN ASING MAKIN TIPIS!! | Suara Rocker #14

Japan – Schweden Highlights | Gruppe F, FIFA WM 2026 | sportstudio

The Wild Life of the Herbal Alchemist

CAMPING FISHING DI PULAU TIDAK BERPENGHUNI

The Match That Made Brazilians Hate Germany

Afghanistan’s Last Frontier: The Wakhan Corridor | Deadliest Journeys

MEN OF THE FOREST. Hewing shingles with AXE blows for the construction of handcrafted ROOFS

Why Did Bali Fail to Convert to Islam? A History That Is Rarely Told!

Pekon Negeri Ratu Ngambur: Ketika Kepemimpinan, Tata Kelola, & Kebersamaan Menjadi Fondasi Kemajuan

