Begini Perlakuan Tiga Tersangka Perundungan Dokter Aulia di PPDS Anestesi Undip
Polda Jateng, Selasa (24/12/2024), menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus perundungan atau bullying terhadap mendiang Dokter Aulia, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro, Jawa Tengah. Siapa saja ketiga tersangkanya, pasal apa yang menjeratnya, dan berapa lama hukuman pidananya? Lalu, bagaimana respons keluarga Dokter Aulia terkait hal ini? Ketiga tersangka berinisial TEN, Kepala Program Studi Anestesiologi, SM Kepala Staf Medis Kependidikan Prodi Anestesiologi, dan ZYA senior Dokter Aulia di PPDS Anestesi Undip. TEN disebut memanfaatkan kewenangannya dan mendapat keuntungan dari pengumpulan biaya operasional pendidikan yang tidak diatur secara akademik. Sementara itu, SM turut dalam pengumpulan BOP serta meminta langsung kepada bendahara PPDS. Adapun ZYA merupakan senior yang paling aktif memberikan doktrin kepada yunior, membuat peraturan dan memberikan hukuman, serta memaki-maki Dokter Aulia. Meski sudah menetapkan TEN, SM, dan ZYA sebagai tersangka, namun mereka belum juga ditahan. Alasannya, penyidik masih akan melihat kooperatif atau tidaknya ketiga tersangka. Dalam kasus ini, polisi telah memeriksa 36 saksi. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang Rp 97 juta. Pengumuman tersangka itu berselang empat bulan lebih sejak kasus tersebut pertama kali mencuat. Dokter Aulia ditemukan meninggal pada 12 Agustus 2024 di tempat indekosnya di Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. Keluarga Dokter Aulia melapor ke Polda Jateng pada 4 September. Laporan berkaitan dengan dugaan pengancaman, intimidasi, dan pemerasan yang dialami Dokter Aulia selama menjadi mahasiswi PPDS Anestesi Undip. Dokter Aulia diduga mengalami berbagai jenis perundungan selama menjalani PPDS sejak tahun 2022. Salah satunya adalah keharusan bekerja dalam waktu yang berlebihan, yaitu pukul 03.00 hingga pukul 02.00 pada keesokan hari. Akibat kelelahan, korban sempat terjatuh hingga masuk selokan. Peristiwa itu kemudian memicu sarafnya terjepit sehingga harus menjalani dua kali operasi. Di tengah kondisi saraf terjepit itu, Dokter Aulia disebut diminta mengangkat galon air dan menyiapkan ruang operasi. Ia juga harus membeli, menyiapkan, dan membagikan makanan untuk puluhan senior dengan uang pribadinya. Tak hanya itu. Korban harus menyetorkan dan mengumpulkan uang untuk membayar orang yang mengerjakan jurnal-jurnal ilmiah atasannya. Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril juga sempat menyebut, ada dugaan permintaan uang di luar biaya pendidikan resmi kepada korban di PPDS Anestesi. Besaran biaya itu berkisar Rp 20 juta sampai Rp 40 juta per bulan. Biaya tersebut diduga menjadi pemicu awal tekanan yang dialami korban. #dokter #kasus #polisi #undip ===================================== Simak kumpulan video berita Harian Kompas: https://klik.kompas.id/videoberita Info langganan Kompas.id dengan harga lebih hemat: https://komp.as/AksesBerita Subscribe Youtube Harian Kompas: / @hariankompascetak Ikuti media sosial Harian Kompas Twitter: / hariankompas Facebook: / hariankompas Instagram: / hariankompas

Tewas Tanpa Busana, Pelaku sempat Berhubungan Badan 2 Kali sebelum Bunuh Marinda

BREAKING NEWS! Usut 3 Kasus Korupsi dan TPPU, Polisi Temukan Dolar Singapura dan AS di Kafe De'clan

Pengacara soal Undip Akui Bullying: Kenapa Mereka Menyembunyikan Ini Semua! | AKIM tvOne

Usai Berhubungan 2 Kali, Ari Gelap Mata Habisi Nyawa Kekasihnya, Pemicunya Terkuak

Rp 2 Miliar Per Semester, Hasil Pemerasan Dokter PPDS Undip

Revealed! This is the Story of a Former PPDS Student Who Experienced Physical and Verbal Bullying...

SMIRKING 'Tough Guy' Arrested After Recklessly Attacking Motorcyclist in Jagakarsa

🔴 LEBIH PARAH DARI PENYIKSA YTR, Oknum Polisi Diduga Aniaya dan Paksa Istri Racik Sabu

Usut Dugaan Korupsi PLN, Polisi Temukan Uang Dolar Singapura dan AS di Kafe De'clan

KRONOLOGI DOKTER RESIDEN PEKOAS PASIEN RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG

Teman Dekat Ceritakan Kronologis Tewasnya Alm Aulia Risma, Benarkah Dibully? | Fakta tvOne

Pesan Suara dr. Aulia Risma Korban Perundungan PPDS Curhat ke Ayahnya - iNews Today 02/09

Tangisan Mantan Istri Taufik Pecah saat Ceritakan Masa Kelamnya | Fakta tvOne

SAID DIDU BEBERKAN SPONSOR GERAKAN TIGA PERIODE JOKOWI

🔴 LIVE - Amplop Raja Juli, Suap atau Gratifikasi? | SATU MEJA THE FORUM

A Day in the Life of Anesthesiologist (Anestesi)I Dr.Alex Sp.AN, KNA

Ilma: Saya Dijemput Paksa, Disekap & Disuruh Lepas Jilbab. Negara Tidak Boleh Kalah! | #SPEAKUP
![[ FULL ] REALITAS - Kotak Pandora K3M4T14N Aulia Risma](https://i.ytimg.com/vi/KJx1nuhVmrs/hqdefault.jpg?sqp=-oaymwEjCNACELwBSFryq4qpAxUIARUAAAAAGAElAADIQj0AgKJDeAE=&rs=AOn4CLDnCtv5ZDbf2GkwoV-3hNaHgoJTBw)
[ FULL ] REALITAS - Kotak Pandora K3M4T14N Aulia Risma

BREAKING NEWS - 21 Adegan Terungkap! Taufik Hidayat di Rekonstruksi Kasus YTR

